Bagikan

Profil Jordi Cruyff, Anak Legenda Sepak Bola Belanda Jadi Penasehat Teknis PSSI

JAKARTA, investortrust.id – Ketua Umum PSSI Erick Thohir memutuskan menunjuk putra legenda sepak bola Belanda Johan Cruyff, Jordy Cruyff, sebagai penasehat teknis PSSI. Siapa dia? 

Restrukturisasi Timnas Indonesia ala Erick Thohir belanjut. Setelah memastikan Patrick Kluivert melatih Timnas Indonesia dan Gerard Vanenburg di Timnas U-23, PSSI kembali membuat gebrakan dengan menunjuk Jordi Cruyff sebagai penasehat teknis.

“Saya sudah menyampaikan kepada Patrick Kluivert untuk bisa berdiskusi. Jadi, sudah ada pertemuan antara Jordi Cruyff dengan Patrick Kluivert, beberapa hari lalu. Alhamdulillah, tadi malam jam 3 pagi sudah tanda tangan dengan Jordi Cruyff,” ujar Erick Thohir dalam pernyataan resminya.

Baca Juga

Tak Mau Kalah, Thailand Pamer Pemain Keturunan dari Manchester United

“Dia akan datang awal Maret bersama Patrick Kluivert untuk mulai berbicara langsung dengan semua, Exco, BTN (Badan Timnas Indonesia), seperti apa rancangan besar dia. Termasuk juga membantu pencarian direktur teknik dan melihat semua yang ada di BTN,” tambah Erick Thohir.

Jordi Cruyff. Foto: Twitter @JohanCruyff

Lalu, siapa Jordi Cruyff? Penggemar sepak bola sangat paham siapa orang ini. Lahir di Amsterdam, 9 Februari 1974, Jordi Cruyff adalah putra kandung Johan Cruyff. 

Sama seperti sang ayah, Jordi Cruff juga memilih jalur sepak bola. Dia bermain pada 1992-2010, termasuk periode bersama Barcelona dan Manchester United. Dia memperoleh 9 caps untuk De Oranje dan bermain di Euro 1996. Dia memenangkan gelar Liga Premier 1996/1997 saat berada di Old Trafford bersama David Beckham, Paul Scholes, hingga Ryan Giggs. 

Jordi Cruyff bermain terutama sebagai gelandang serang, meski bisa bermain sebagai second striker. Di tahun-tahun terakhirnya, terutama dengan Metalurh Donetsk, dia juga bermain sebagai bek tengah. 

Johan Cruyff dan Jordi Cruyff. Foto: Twitter @JohanCruyff

Selain Barcelona dan Manchester United, Jordi Cruyff juga sukses saat membela Deportivo Alaves. Dia membantu klub Spanyol mencapai final Piala UEFA 2020/2001, tapi dikalahkan Liverpool. Dia juga bermain untuk Celta Vigo, Espanyol, dan mengakhiri karier bermainnya dengan Valletta di Liga Premier Malta.

Setelah pensiun, Jordi Cruyff beralih sebagai pelatih dan manajemen sepak bola. Dia menjadi Direktur Olahraga di Maccabi Tel Aviv. Klub tersebut kembali mendominasi sepak bola Israel dengan memenangkan gelar liga berturut-turut pada 2012-2015, serta secara teratur lolos ke Liga Europa dan Liga Champions.

Jordi Cruyff juga sempat melatih di China bersama Chongqing Dangdai Lifan dan Shenzhen. Dia juga sempat sebentar menukangi tim nasional Ekuador.
 

Baca Juga

Kalah 3 Kali dalam 5 Pertandingan Liga Premier, Chelsea Harus Bangkit

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024