Bagikan

Jalan-jalan ke Museum Liem Sioe Liong, Pendiri Grup Salim. Ada di Indonesia?

JAKARTA, investortrust.id - Liem Sioe Liong sukses menjadi salah satu sosok di Tanah Air yang melalui tangan dinginnya mampu membangun grup konglomerasi raksasa yakni Grup Salim. Sebut saja mulai dari Indofood, Indomobil, Indocement, Indosiar, Indomaret, hingga bank terbesar swasta di Indonesia yang tak lain adalah BCA, serta masih banyak yang lainnya.

Pria yang memiliki nama kehormatan Xianwen dan lahir di Desa Niuzhai di Kota Haikou di Fuqing, Fujian, China dan memiliki nama Indonesia Sudono Salim tersebut merupakan keturunan generasi ke-22 dari silsilah "Sembilan Agung" dari Kuil Leluhur Timur Klan Niuzhai Lin.

Liem Sioe Liong. Sumber: liemsioeliong.cn 

Kesuksesan Liem terpampang jelas melalui museum dirinya. Namun sayangnya museum ini tidak terletak di Indonesia, melainkan di Fuqing, Fujian, China, tanah kelahirannya.

Liem Sioe Liong Memorial Hall. Sumber: liemsioeliong.cn 

Iya, Museum Balai Peringatan Liem Sioe Liong terletak di China. Aula peringatan ini memiliki luas 6.782 meter persegi dan terletak di serangkaian bukit yang menghadap ke laut. Museum dirancang secara kreatif oleh tim arsitek Shanghai Xian Dai Architectural Design (Group) Co., Ltd yang dipimpin oleh kepala arsitek Xing Tonghe. 

Liem Sioe Liong Memorial Hall. Sumber: liemsioeliong.cn 

 

Baca Juga

Grup Salim Resmi Akuisisi 35% Saham Tol Trans Jawa Senilai Rp 15,75 Triliun

Dikutip dari laman liemsioeliong.cn, Selasa (1/10/2024) museum ini memiliki desain struktur utamanya yang terinspirasi dari arsitektur tradisional Tiongkok yang dipadukan dengan elemen arsitektur daerah Nanyang. Dilihat dari atas, balai peringatan ini berbentuk empat daun, menyiratkan "daun-daun yang berguguran kembali ke akarnya".

Liem Sioe Liong Memorial Hall. Sumber: liemsioeliong.cn 

Dirancang dan dibangun oleh tim Guo Hong dari Beijing Qingshang Architectural Ornamental Engineering Co., Ltd, tampilan di empat ruang pameran disatukan oleh banyak pameran fisik, arsip, gambar, materi audio visual, rekonstruksi pemandangan, model meja pasir, dan interaktif multimedia, yang bertujuan untuk menunjukkan secara nyata dan jelas kesulitan dan sejarah kewirausahaan orang Tionghoa perantauan di sepanjang Jalur Sutra Maritim. Yang dipamerkan juga adalah dedikasi tanpa pamrih para pengusaha ternama asal Tiongkok di negara-negara ASEAN, khususnya di Indonesia, terhadap kampung halamannya sekaligus menorehkan prestasi luar biasa di negara tempat tinggalnya.

Aula peringatan ini, merupakan basis pendidikan patriotik bagi kaum muda dalam dan luar negeri, serta platform pertukaran budaya untuk Asia Tenggara, bertujuan untuk berkontribusi pada persatuan warga Tionghoa perantauan dan pembangunan masyarakat yang harmonis melalui misinya "menampilkan sejarah orang Tionghoa perantauan, mengingat kontribusi mereka, memajukan semangat mereka dan menjamin keberlangsungan budaya mereka".

Delegasi Indonesia yang beranggotakan sekitar 30 orang dipimpin oleh Garibaldi Thohir, ketua Komite Tiongkok di Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin Indonesia Komite Tiongkok), mengunjungi Liem Sioe Liong Memorial Hall pada 18 Maret 2024. Sumber: liemsioeliong.cn 

Seperti diketahui,  pria yang dulu biasa dipanggil Om Liem lahir pada 1917 dan meninggal pada tahun 2012 (95 tahun). Om Liem menerima pendidikan dari sekolah swasta gaya lama saat masih kecil. Dia meninggalkan rumah pada usia 21 tahun, mencari perlindungan dengan paman dan kakak laki-lakinya di Kudus, Indonesia. 

Bersama kakak laki-laki Liem Sioe Hie dan adik laki-laki Liem Sioe Kong, Om Liem mendirikan PT Salim Economic Development Corp pada tahun 1950-an. Ia pindah pada tahun 1952 ke Jakarta di mana ia mendirikan sejumlah pabrik yang memproduksi kebutuhan mata pencaharian dan merambah ke industri keuangan.

Delegasi Indonesia yang beranggotakan sekitar 30 orang dipimpin oleh Garibaldi Thohir, ketua Komite Tiongkok di Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin Indonesia Komite Tiongkok), mengunjungi Liem Sioe Liong Memorial Hall pada 18 Maret 2024. Sumber: liemsioeliong.cn 

Menanggapi seruan pemerintah Indonesia pada tahun 1967 yang mendorong masyarakat Tionghoa lokal untuk berinvestasi dalam bisnis, Liem memfokuskan bisnis intinya pada "makanan, pakaian, perumahan dan transportasi" untuk memfasilitasi pembangunan ekonomi nasional dan meningkatkan penghidupan masyarakat. Ia memainkan peran penting dalam mendorong industrialisasi di Indonesia dan Salim Group menjadi konglomerat terbesar di negara ini.

Om Liem meraih prestasi gemilang dalam bisnis di luar negeri, berkat budaya tradisional Tiongkok yang baik yang tertanam dalam dirinya, kecerdasan dan bakat bisnisnya. Kesuksesan pribadi dan bisnisnya merupakan perwujudan dari budaya Tiongkok yang mendalam dan canggih, yang berhasil dipraktikkan oleh komunitas bisnis Tionghoa perantauan.

“Ketika Anda miskin, Anda harus berusaha membantu diri Anda sendiri. Ketika Anda mampu, Anda harus mengabdikan diri Anda untuk kesejahteraan masyarakat,” begitu serunya.

Delegasi Indonesia yang beranggotakan sekitar 30 orang dipimpin oleh Garibaldi Thohir, ketua Komite Tiongkok di Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin Indonesia Komite Tiongkok), mengunjungi Liem Sioe Liong Memorial Hall pada 18 Maret 2024. Sumber: liemsioeliong.cn 

Om Liem sangat disegani bukan hanya karena prestasi bisnisnya namun karena rasa cintanya yang mendalam terhadap negara dan semangat dedikasinya. Di Indonesia, negara tempat tinggalnya, ia mendirikan banyak organisasi amal dan membantu 600.000-700.000 etnis Tionghoa mendapatkan kewarganegaraan Indonesia. 

Sementara di kampung halamannya, Fuqing, dia menyumbang dengan murah hati untuk berbagai proyek kesejahteraan sosial, membawa kembali sejumlah besar rekan Fuqing di luar negeri untuk berinvestasi. Bahkan mendirikan kawasan industri, menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal dan memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan ekonomi di kampung halamannya.

Baca Juga

Dua Emiten Sawit Milik Grup Salim Ini Kompak Bagikan Dividen

Ruang Pameran

Hall 1

Liem Sioe Liong Memorial Hall. Sumber: liemsioeliong.cn 

Keluarga yang Beramal Baik

“Keluarga yang berbuat baik akan diberi pahala dan berkah yang besar.” Lahir di masa penuh gejolak, Liem Sioe Liong menorehkan prestasi gemilang berkat kecintaannya pada keluarga. Akar kesuksesannya adalah ajaran Konfusius: seseorang harus mengembangkan kehidupan pribadinya dan mengatur keluarganya dengan baik untuk menjaga keharmonisan masyarakat.

Hall 2

Liem Sioe Liong Memorial Hall. Sumber: liemsioeliong.cn 

Jalan Menuju Kesuksesan Bisnis

Pahlawan menonjol sementara orang biasa mengikuti arus. Pahlawan membentuk waktu dan waktu menjadikan pahlawan. Kesulitan yang dihadapi masyarakat biasa adalah kesempatan bagi para pahlawan untuk menunjukkan bakat mereka. Pahlawan tidak dilahirkan tetapi diasuh; mereka mengubah kesulitan menjadi peluang dan bangkit dari kegagalan sebelumnya. Liem Sioe Liong juga pernah mengalami kesusahan hidup, namun dia selalu berkata, “Saya diberkati.”

Hall 3

Liem Sioe Liong Memorial Hall. Sumber: liemsioeliong.cn

Anggota Klan Fuqing di Luar Negeri

Berdagang ke seluruh dunia adalah cita-cita para pebisnis, dan menyebarkan kebaikan ke seluruh dunia adalah hal yang dikejar oleh para dermawan. Meski jauh dari kampung halaman, Liem Sioe Liong tetap mengingat kampung halamannya dan memberikan kontribusi besar bagi pembangunannya. Terkenal di Fuqing, Liem memimpin banyak anggota klan Fuqing di luar negeri dan menyumbang dengan murah hati.

Hall 4

Liem Sioe Liong Memorial Hall. Sumber: liemsioeliong.cn

Seorang Filantropis yang Penuh Semangat

Amal tidak mengenal batas. Kemurahan hati Liem Sioe Liong melampaui batas ras dan wilayah. Ia dan para taipan bisnis Tiongkok lainnya menjadikan komunitas Tiongkok lebih dikenal di panggung dunia melalui kontribusi tanpa pamrih dan tindakan filantropis yang tak kenal lelah.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024