Terancam Sanksi Liga Premier, Manchester United Alami Kerugian Rp 2,2 Triliun
MANCHESTER, investortrust.id – Manchester United mencatatkan kerugian Rp 2,2 triliun sepanjang 2023/2024. Itu menjadi kerugian beruntun yang menyakitkan bagi manajemen Setan Merah sejak 2019/2020.
Reputasi Setan Merah sebagai salah satu klub kaya di Eropa mulai luntur. Laporan The Athletic menyatakan Manchester United mencatat kerugian besar sepanjang musim lalu. Rugi bersih 113,2 juta Poundsterling (Rpp 2,2 triliun). Jika tidak menghitung pajak, kerugian mereka menembus 130,7 juta Poundsterling (Rp 2,6 triliun).
Kerugian itu cukup mengejutkan karena Manchester United sempat mencetak rekor pemasukan pada 2023/2024 sekitar 661,8 juta Poundsterling (Rp 13,3 triliun). Peningkatan itu berasal dari hak siar dan pendapatan pada hari pertandingan.
Tapi, beban utang dari pemilik, gaji pemain, hingga transfer-transfer yang tidak tepat telah membuat neraca keuangan defisit. Apalagi, mereka juga gagal total di Liga Premier maupun kompetisi Eropa.
Baca Juga
Bikin Martin Odegaard Cedera, Christoph Baumgartner Minta Maaf
Selain itu, 2023/2024 bukan satu-satunya musim Manchester United mengalami kerugian. Pada 2022/2023, mereka rugi 28,7 juta Poundsterling (Rp 577 miliar). Lalu, pada musim 2021/2022 rugi 115,5 juta Poundsterling (Rp 2,3 triliun).
Artinya, total kerugian Manchester Unuited selama tiga musim terakhir sudah melebihi batas maksimum yang diperbolehkan oleh Liga Premier, di angka 105 juta Poundsterling (Rp 2,1 triliun).
Dalam kondisi seperti ini, Manchester United terancam dengan regulasi profit and sustainability rules (PSR). Musim lalu, Everton dan Nottingham Forest dihukum pengurangan poin karema mengalami kerugian yang berada di luar batas Liga Premier.
Karena itu, untuk mengatasi masalah ini, Manchester United menghapus pemasukan yang dinilai tak berhubungan dengan satu entitas klub. Setan Merah akan mencoret pengeluaran dari berbagai sektor yang tidak terkait operasional tim utama. Misalnya, kegiatan akademi, sepak bola putri, hingga acara amal.
“Kami berusaha mencapai keberlanjutan finansial yang lebih baik dan membuat perubahan pada sistem operasi kami agar lebih efisien. Untuk 2024/2025, kami akan melakukan penghematan transformatif dan perubahan organisasi,” kata CEO Manchester United Omar Berrada, dikutip The Athletic.
Baca Juga
Arab Saudi Menang Comeback Lawan China, Roberto Mancini Puji Semangat Juang Pemain

