Apa itu Lisensi UEFA B? Sertifikat Pelatih yang Dimiliki Jens Raven di Usia 18 Tahun
SURABAYA, investortrust.id – Karier unik dijalani Jens Raven di sepak bola. Selain menjadi pemain Timnas U-19 indonesia yang baru saja menjuarai Piala AFF U-19 2024, penyerang keturunan Belanda itu ternyata punya sertifikat kepelatihan Lisensi UEFA B. Unik!
Jens Raven adalah pemain muda Indonesia kelahiran Dordrecht, 12 Oktober 2005, dari keluarga yang memiliki akar Yogyakarta. Dia memulai karier sepak bola di Nootdorp Jeugd sebelum bergabung dengan tim junior FC Dordrecht.
Dipantau pemandu bakat Timnas Indonesia di Belanda, Jens Raven resmi mendapatkan paspor Garuda pada 27 Juni 2024. Sebelum menjadi WNI, Jens Raven sempat dicoba Indra Sjafri pada turnamen junior bergengsi di Prancis, Toulon Tournament.
Kemudian, ketika Piala AFF U-19 2024 berlangsung di Surabaya, Jens Raven menjadi salah satu pemain yang terpilh. Dia tampil cukup keren dengan mencetak 4 gol, termasuk gol di final melawan Thailand yang membawa Garuda Muda menjuarai turnamen junior Asia Tenggara.
Baca Juga
Jadi Pahlawan Kemenangan Piala AFF U-19 2024, Inilah Statistik Jens Raven
Selain mahir menjebol jala lawan, Jens Raven ternyata punya jalur unik di sepak bola. Di usia yang belum 20 tahun, pesepak bola berpostur 189 cm memiliki lisensi kepelatihan UEFA B.
“Iya, itu benar. Saya punya Lisensi B di Eropa,” ujar Jens Raven kepada wartawan di Surabaya seusai mengantarkan Timnas U-19 Indonesia juara Piala AFF U-19 2024.
Dalam tradisi UEFA, lisensi kepelatihan dibagi menjadi beberapa level. Level tertinggi adalah disebut Lisensi UEFA Pro. Ini adalah level kelima yang fokus pada cara mengelola tim sepak bola profesional. Kualifikasi ini wajib untuk mengelola klub Liga Premier, La Liga, Serie A, dan berbagai liga ternama Eropa lainnya, termasuk kompetisi UEFA dan tim nasional.
Untuk mendapatkan lisensi UEFA, seorang pelatih tidak bisa begitu saja. Dia hanya bisa mengikuti tes melalui undangan, sebagian besar kandidat menyelesaikan dalam 12 bulan.
Untuk mendapatkan Lisensi UEFA Pro, seorang pelatih harus memiliki Lisensi UEFA A. Pelatih yang punya lisensi ini fokus pada fase permainan, permainan 9v9 dan 11v11. Dia hanya bisa bekerja sebagai asisten pelatih di tim nasional maupun liga papan atas Eropa. Dia juga hanya diizinkan menjadi pelatih tim junior (akademi). Butuh 2 tahun untuk memiliki Lisensi UEFA A.
Di bawah Lisensi UEFA A, terdapat Lisensi UEFA B. Pemilik sertifikan ini fokus pada fungsi, fase permainan, dan permainan 8v8. Pemegang Lisensi UEFA B hanya diizinkan melatih atau mengejar di akademi sepak bola (SSB). Butuh waktu 12-18 bulan bagi seorang pelatih untuk mendapatkan Lisensi UEFA B.
Terakhir, di level paling bawah, tedapat Sertifikat Pelatihan Sepak Bola. Pemiliki lisensi ini hanya diizinkan mengajarkan teknik dasar, keterampilan permainan, dan sepak bola 4v4. Pemilik lisensi ini hanya diizinkan menjadi pelatih sepak bola amatir di komunitas maupun fun football.
Baca Juga
Spesialis ASEAN, Mungkinkah Indra Sjafri Latih Timnas Indonesia di Piala AFF 2024?

