Kisah Oleksandr Usyk Pernah Jadi Pemain Bola dan Sempat Ikut Perang Lawan Rusia
RIYADH, investortrust.id – Oleksandr Usyk baru saja memantapkan diri sebagai juara dunia kelas berat sejati setelah menang angka tipis 115-112, 114-113, 114-113 atas Tyson Fury di Kingdom Arena Riyadh, Minggu (19/5/2024) dini hari WIB. Ternyata, petinju Ukraina itu punya kisah unik yang layak dijadikan inspirasi.
Kemenangan atas Tyson Fury membuat Oleksandr Usyk layak menyandang status petinju kelad berat terbaik di bumi saat ini. Rekornya kini menjadi 22 menang (14 KO) dalam 22 pertarungan. Dia juga menjadi juara dunia unifikasi pertama sejak Lennox Lewis mengalahkan Evander Holyfield pada 1999.
Uniknya, Oleksandr Usyk punya kisah hidup yang layak dijadikan inspirasi. Oleksandr Usyk lahir di Simferopol, 17 Januari 1987. Itu adalah kota di Crimea, di wilayah Ukraina yang sejak 2014 diinvasi Rusia dan kemudian memicu Perang Rusia-Ukraina pada 2022.
Oleksandr Usyk lahir dari orang tua yang berasal dari Ukraina Utara. Ibunya lahir di Chernihiv. Sedangkan ayahnya adalah penduduk asli Sumy. Ibunya bekerja di bidang konstruksi dan pindah ke Simferopol untuk belajar. Ayahnya anggota militer yang berdinas di Afghanistan, kemudian bekerja sebagai satpam di Crimea setelah pensiun dini.
Baca Juga
Menang Lawan Tyson Fury, Oleksandr Usyk Jadi Juara Kelas Berat Sejati
Oleksandr Usyk adalah anak sulung. Dia memiliki dua saudara kandung yang hingga usia 15 tahun bermain sepak bola secara serius. Bahkan, dia tercatat sebagai siswa akademi klub Liga Premier Ukraina ketika itu, Tavriya Simferopol, sebelum pindah ke tinju pada 2002.
Meski sudah menjadi petinju, Oleksandr Usyk sempat kembali ke lapangan hijau sebagai pemain profesional. Momen unik itu terjadi pada 4 Februari 2022 ketika dia membela FC Polissya melawan UPL Veres di kompetisi kasta kedua Ukraina.
Saat debut, Oleksandr Usyk masuk sebagai pemain pengganti pada menit 76 ketika FC Polissya unggul 2-1. Saat itu, pelatih memutuskan untuk memberikan penghormatan profesional kepada Oleksandr Usyk. Tepuk tangan meriah dari para pemain dan penonton membahana melihat Oleksandr Usyk bermain selama sekitar 14 menit.
Mengenakan nomor punggung 17, Oleksandr Usyk memiliki peluang emas untuk menandai debutnya dengan sebuah gol. Tapi, peluang itu mentah karena secara naluri, Oleksandr Usyk adalah petinju.
Oleksandr Usyk bermain atas permintaan Direktur klub Volodymyr Zagursky. Bahkan, dia sempat bercanda Oleksandr Usyk akan diberi kontrak. “Jika Usyk memperkuat tim kami, kami akan menawarkan kontrak. Jika tidak, kami hanya akan memberikan kesempatan untuk mencoba tangannya di sepak bola,” ucap Volodymyr Zagursky, dilansir Mirror.
Sayang, kesempatan Oleksandr Usyk untuk bermain sepak bola gagal. Bukan karena permainnya yany buruk, melainkan perang. Sebab, dua minggu setelah dia bermain sepak bola, Rusia melakukan invasi skala besar ke Ukraina.
Melihat negaranya diserang, Oleksandr Usyk, yang saat itu sedang mempersiapkan pertarungan melawan Anthony Joshua, tidak tinggal diam. Pada 26 Februari 2022, dia mendesak Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membatalkan invasi Rusia ke Ukraina yang dimulai pada 24 Februari 2022.
Beberapa hari kemudian, Oleksandr Usyk bersama dengan sesama petinju Ukraina, Vasiliy Lomachenko, dan petarung MMA, Yaroslav Amosov, kembali ke Kyiv. Mereka memutuskan angkat senjata melawan invasi Rusia dengan bergabung ke Pasukan Pertahanan Teritorial Ukraina dengan tugas mempertahankan Kyiv.
Keputusan itu mendapatkan simpati banyak warga Ukraina. Mereka kemudian berbondong-bondong mengikuti jejak Oleksandr Usyk bergabung menjadi sukarelawan di garis depan untuk mempertahankan negaranya dari penjajahan asing.
Ketika pasukan Rusia gagal menduduki Kyiv dan kemudian mengalihkan serangan ke Ukraina Timur, khususnya wilayah Donbass, Oleksandr Usyk mengakhiri tugas militernya. Dia bersiap menjalani pertarungan ulang melawan Anthony Joshua di Riyadh pada 20 Agustus 2022. Hasilnya, menang angka 113–115, 115–113, 116–112.
Baca Juga
Puasa 5 Tahun, Tim Voli Putri Brasil Akhirnya Sukses Kalahkan Amerika Serikat

