Pemerintah Siapkan Otoritas Khusus untuk Kelola Candi Borobudur
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah akan menyiapkan otoritas khusus untuk yang bertugas menata dan mengelola Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah sebagai destinasi wisata spiritual kelas dunia bagi umat Budha.
Otoritas tersebut bakal berdiri di bawah naungan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko. Pengelola tiga candi di Jawa Tengah dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) itu merupakan bagian dari holding BUMN aviasi dan pariwisata PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney.
Direktur Pemasaran dan Promosi Pariwisata InJourney Maya Watono mengatakan, pembentukan otoritas khusus Candi Borobudur melibatkan kementerian dan lembaga terkait.
Dalam hal ini, kementerian yang akan dilibatkan antara lain Kementerian BUMN, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Kementerian Agama (Kemenag), dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Baca Juga
Dongkrak Kunjungan ke Candi Borobudur, Penerbangan Langsung dari Thailand ke YIA Bakal Disiapkan
“Ada [keterlibatan] Kemendikbudristek tentunya dari aspek menjaga Candi Borobudur sebagai warisan budaya yang sudah diakui dunia, oleh UNESCO [Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa]. Sudah ditata, jadi kalau ke Candi Borobudur semuanya sudah siap setelah Perpres [peraturan presiden] ditandatangani,” katanya ketika ditemui usai acara pelepasan Bhikku Thudong Waisak 2568 BE di TMII, Jakarta Timur, Selasa (14/5/2024).
Untuk Perpres yang akan mengatur otoritas khusus Candi Borobudur, menurut Maya bisa diterbitkan dalam waktu dekat. Beleid tersebut diketahui masih dalam tahap finalisasi di Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Kemenko Marves).
"Progres Perpres saat ini Kemenko Marves sedang di tahap akhir, sedikit lagi, kami harap dalam satu bulan, perpres untuk single authority management bisa selesai," ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan, selama ini pengelolaan Candi Borobudur bersifat parsial dari masing-masing kementerian. Keberadaan otoritas khusus harapannya dapat menghilangkan ego sektoral dalam penataan dan pengelolaan candi Budha terbesar di dunia itu.
"Sebelum ditangani di pemerintahan Presiden Jokowi ada beberapa kementerian yang terlibat, berkat terobosan DPSP [Destinasi Wisata Superprioritas] menjadi jelas, siapa yang melalukukan apa dan tidak tumpang tindih," ujar Sandi.
Baca Juga
Libur Waisak, Candi Borobudur Diprediksi Dikunjungi 50.000 Wisatawan
Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menyebut sejumlah kementerian dan lembaga sudah menandatangani nota kesepahaman dalam pengelolaan Candi Borobudur, termasuk dalam menyambut perayaan Waisak 2528 BE tahun ini.
"Ini sudah ditata dan akan siap setelah nanti perpres ditandatangani, kita bisa tindaklanjuti, termasuk pemasangan Catra sehingga umat Budha, disiapkan juga tempat ibadah yang bisa digunakan sepanjang hari," tutur Sandi.
Selain itu, sebagai bagian dari penataan Candi Borobudur pemerintah mengupayakan dibukanya penerbangan langsung dari Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo menuju sejumlah negara di Asia. Dengan demikian, jumlah umat Budha yang berkunjung diharapkan dapat meningkat.
“Mendorong lebih banyak penerbangan langsung dari Thailand, Laos, dan Vietnam. Kemudian juga dari beberapa destinasi di Tiongkok. Karena ini banyak membawa calon wisatawan dari umat Budha ke Candi Borobudur,” ujarnya.

