Profil Como 1907, Klub Promosi Serie A Milik Djarum, Dennis Wise, Cesc Fabregas, hingga Thierry Henry
COMO, investortrust.id – Como 1907 akhirnya promosi ke Serie A setelah terdegradasi pada 2002/2003 dan terbuang ke Serie D 2005/2006 karena bangkrut. I Lariani naik kasta setelah imbang dengan Cosenza dan Venezia dikalahkan Spezia.
Kompetisi kasta kedua Italia, Serie B, resmi berakhir Sabtu (11/5/2024) dini hari WIB. Dua tim memastikan promosi ke Serie A, yaitu Parma dan Como. Sementara tiket ketiga akan diperebutkan enam tim dalam play-off. Mereka adalah Venezia, Cremonese, Catanzaro, Palermo, Sampdoria, dan Brescia.
Como adalah klub sepak bola Italia yang berbasis di Danau Como, Lombardy. Klub ini lahir pada 1907, dan pertama kali dipromosikan ke Serie A pada 1949. Mereka menikmati masa tinggal empat tahun yang terhormat sebelum terdegradasi. Lalu, selama 20 tahun berikutnya dihabiskan untuk berpindah antara Serie B dan Serie C.
Kebangkitan Como terjadi pada 1970-an. Mereka kembali promosi ke Serie A pada 1975. Tapi, dengan pemain seperti Alessandro Scanziani, mereka hanya bertahan satu musim. Mereka merosot ke Serie C1 pada 1978.
Baca Juga
Menanti 21 Tahun, Klub Milik Orang Indonesia Como 1907 Promosi ke Serie A
Tapi, dengan tim yang dibangun kembali berisi bintang-bintang seperti Pietro Vierchowod, Como mencapai promosi berturut-turut dan bertahan selama dua tahun di Serie A (1980-1982) sebelum turun kasta, dan promosi lagi pada 1984.
Sayang, degradasi pada 1989 memicu penurunan prestasi yang cepat. Como menghabiskan sebagian besar dekade 1990-an di Serie C1, kecuali 1994/1995.
Como kemudian berada di Serie A pada 2002/2003. Tapi, diikuti oleh tiga degradasi berturut-turut yang berpuncak pada penurunan pangkat ke Serie C2 pada akhir musim 2004/2005 setelah kalah play-off lawan Novara dalam agregat 1-2.
Selanjutnya, karena masalah finansial, Como dinyatakan bangkrut dan dikeluarkan dari partisipasi dalam sepak bola profesional Italia. Mereka segera diterima di Serie D alias kasta terbawah. Mereka menghabiskan tiga musim sebelum mendapatkan promosi kembali ke Serie C2 pada musim 2007/2008.
Setelah kebangkrutan pada 2004, masalah finansial yang sama terjadi pada 2016. Como dinyatakan bangkrut untuk kedua kalinya pada 2016. Lalu, sebuah perusahaan baru didirikan sebagai penerus Como pada 2017 dan segera diterima di Serie D untuk mengikuti musim 2017/2018.
Masa kegelapan Como akhirnya berlalu pada 2019. Saat itu, Grup Djarum yang dipimpin Michael Hartono dan Robert Budi Hartono mengambilalih Como. Mereka menguasai Como menggunakan bendera SENT Entertainment. Mereka menjadikan Mola sebagai sponsor utama.
Uniknya, Como bukan hanya keluarga Hartono. Meski Grup Djarum memiliki saham mayoritas. Tim yang berbasis di Stadio Giuseppe Sinigaglia itu juga dikuasai sejumlah legenda sepak bola dunia. Mereka adalah legenda Chelsea Dennis Wise, legenda Spanyol Cesc Fabregas, hingga legenda Prancis Thierry Henry.
Nama-nama keren itu memiliki peran besar atas kesuksesan Como di lapangan. Dennis Wise adalah Direktur Teknik yang bertugas mencari pemain dan pelatih terbaik dari seluruh Italia maupun luar negeria.
Ide-ide Dennis Wise diterjemahkan Cesc Fabgregas selaku pelatih kepala Como musim ini. Hanya saja, mantan pemain Arsenal itu sedang cuti mengikuti kurus pelatih UEFA Pro dan posisinya digantikan caretaker Osian Roberts. Sementara Thierry Henry berperan sebagai pensehat teknis bagi Cesc Fabregas dan para pemain.
Kolaborasi mereka sukses dengan membawa Como promosi ke Serie A 2024/2025. Como finish sebagai runner-up Serie B 2023/2024. Dari 38 pertandingan yang dijalani, Como menang 21 kali, imbang 10 kali, kalah 7 kali. Dengan 73 poin, mereka tertinggal 3 poin dari sang juara, Parma.
Kini, layak dinantikan kiprah Como di Serie A musim depan. Apakah Como akan menggunakan pemain Indonesia seperti Jay Idzes (Venezia) atau tidak? Kita lihat saja nanti!
Baca Juga
Mengenal Toulon Tournament, Ajang Junior Bergengsi yang Diikuti Timnas U-20 Indonesia

