Elon Musk Klaim Neuralink Berhasil Tanamkan Chip di Otak Manusia. Bagaimana Cara Kerjanya?
JAKARTA, Investortrust.id - Startup kontroversial milik Elon Musk, Neuralink, telah menanamkan chip di otak manusia untuk pertama kalinya.
Begitu unggahan miliarder itu dalam sebuah postingan di platform X miliknya, Senin malam waktu AS (29/01/2024).
Menurut Musk, operasi berlangsung pada hari Minggu dan pasien pulih dengan baik.
Baca Juga
Elon Musk Pamerkan Dominasinya di Industri EV Amerika Serikat
Pengumuman Musk itu dapat menandai tonggak penting bagi upaya Neuralink untuk menghadirkan teknologi yang berpotensi mengubah kehidupan dari laboratorium ke dunia nyata. Sayangny, dia hanya memberikan sedikit rincian, dan tidak jelas seberapa signifikan kemajuan ilmiah yang ditunjukkan oleh implantasi tersebut.
Perusahaan telah menerima persetujuan untuk mempelajari keamanan dan fungsionalitas implan chip dan peralatan bedahnya.
“Hasil awal menunjukkan deteksi lonjakan neuron yang menjanjikan,” kata orang terkaya di dunia dan pendiri Neuralink di X, platform media sosial miliknya.
Produk pertama Neuralink akan diberi nama Telepathy, katanya di postingan lain, seraya menambahkan bahwa pengguna awalnya adalah orang-orang yang kehilangan fungsi anggota tubuhnya.
“Bayangkan jika Stephen Hawking bisa berkomunikasi lebih cepat daripada juru ketik atau juru lelang. Itu tujuannya,” tulisnya.
Neuralink telah berupaya menggunakan implan untuk menghubungkan otak manusia ke komputer selama setengah dekade, tetapi perusahaan tersebut menghadapi pengawasan ketat setelah seekor monyet mati pada tahun 2022 saat mencoba membuat hewan tersebut bermain Pong, salah satu video game pertama. Pada bulan Desember 2022, karyawan mengatakan kepada Reuters bahwa perusahaan tersebut terburu-buru memasuki pasar, mengakibatkan kematian hewan karena kelalaian dan penyelidikan federal.
Izin FDA
Pada bulan Mei tahun lalu, Neuralink menerima izin FDA untuk uji klinis pada manusia, dan beberapa bulan kemudian, startup tersebut mulai merekrut pasien dengan quadriplegia yang disebabkan oleh cedera sumsum tulang belakang leher atau amyotrophic lateral sclerosis (ALS).
Dilansir CNN, uji coba ini merupakan bagian dari apa yang disebut Neuralink sebagai “Studi PRIME,” kependekan dari “Precise Robotically Implanted Brain-Computer Interface.” Tujuannya, untuk mempelajari keamanan implan dan robot bedahnya, serta untuk menguji fungsionalitas perangkatnya, kata perusahaan itu dalam postingan blog bulan September tentang perekrutan peserta uji coba.
Pasien uji coba akan menjalani operasi chip yang ditempatkan di bagian otak yang mengontrol niat untuk bergerak. Chip tersebut, yang dipasang oleh robot, kemudian akan merekam dan mengirimkan sinyal otak ke sebuah aplikasi, dengan tujuan awalnya adalah “untuk memberi orang kemampuan mengendalikan kursor komputer atau keyboard hanya dengan menggunakan pikiran mereka,” tulis perusahaan. Neuralink tidak menanggapi permintaan CNN untuk rincian lebih lanjut.
Sebelum implan otak Neuralink memasuki pasar yang lebih luas, implan tersebut memerlukan persetujuan peraturan. FDA mengeluarkan makalah pada tahun 2021 yang memetakan pemikiran awal badan tersebut tentang perangkat antarmuka otak-komputer, dan mencatat bahwa bidang tersebut “berkembang pesat.”
Meskipun Neuralink dan Musk telah menerima perhatian yang signifikan atas upaya mereka dalam menciptakan antarmuka otak-komputer, sejumlah perusahaan lain juga telah bekerja di bidang ini, termasuk perusahaan bernama Synchron, perusahaan pertama yang mendapatkan izin FDA untuk menguji perangkat pada manusia. pada tahun 2021. Synchon telah mendaftarkan dan menanamkan pasien dalam uji coba.
“Ide antarmuka sistem saraf otak memiliki potensi besar untuk membantu orang-orang dengan gangguan neurologis di masa depan,” Tara Spires-Jones, presiden British Neuroscience Association, mengatakan kepada Science Media Center yang berbasis di Inggris pada hari Selasa. “Namun, sebagian besar antarmuka ini memerlukan bedah saraf invasif dan masih dalam tahap percobaan sehingga mungkin memerlukan waktu bertahun-tahun sebelum dapat tersedia secara umum.”
Chip buatan Neuralink dirancang untuk membangun jembatan antara otak manusia dan dunia digital, yang dikenal sebagai antarmuka otak-komputer (brain-computer interface/BCI). Tujuan utama dari chip ini adalah membantu individu dengan disabilitas atau kondisi medis tertentu untuk berinteraksi dan mengontrol teknologi eksternal hanya dengan sinyal dari otak mereka.
Untuk mencapai tujuan ini, chip yang ditanamkan dalam otak ini harus menjalankan beberapa fungsi kunci. Pertama, chip harus mampu membaca sinyal-sinyal yang dibuat oleh otak, berupa impuls listrik yang dihasilkan oleh sel-sel saraf, atau neuron. Chip ini kemudian menerjemahkan sinyal tersebut menjadi informasi yang dapat dipahami dan diolah oleh perangkat digital.
Pemasangan chip ini bukanlah proses yang sederhana. Chip ini ditempatkan dalam otak melalui operasi yang invasif. Setelah ditempatkan, chip ini kemudian berfungsi untuk menerima sinyal otak dan mengirimkan data ini ke perangkat digital, seperti komputer atau smartphone, melalui koneksi Bluetooth.
Baca Juga

