Profil Hajime Isayama, Komikus Attack on Titan yang Lagi Viral
JAKARTA, investortrust.id - Beberapa hari lalu, episode terakhir adaptasi anime Attack on Titan karya Hajime Isayama ditayangkan perdana di Crunchyroll dan Hulu, menandai akhir dari kisah epik Eren yang telah memukau para penggemar sejak awal debutnya pada 2013.
Seiring dengan kepopuleran manganya yang tayang dari 2009 hingga 2021, adaptasi anime ini juga meraih kesuksesan yang gemilang, menjadi salah satu acara yang menentukan dalam era modern anime. Tidak hanya meraih popularitas, Attack on Titan juga melahirkan spin-off, adaptasi live-action, dan video games.
Episode-episodenya kerap menjadi trending di media sosial, seringkali menyebabkan server streaming mengalami gangguan, lagu tema pembuka, hingga kostum yang dipakai cosplayer.
Hingga tak salah bila, menurut Parrot Analytics pada 2021, Attack on Titan dinobatkan sebagai acara paling populer di dunia, berdasarkan analisis streaming, aktivitas media sosial, pencarian, dan perilaku online lainnya.
Di tingkat global, manga ini telah menembus angka penjualan lebih dari 100 juta kopi sejak 2019, laporan dari ComicBook. Beberapa volume manganya bahkan telah masuk dalam daftar novel grafis dan manga terlaris versi New York Times.
Tak pelak, keberadaan komikus Hajime Isayama juga selalu menjadi trending. Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan BBC pada 19 Oktober 2015, Isayama mengungkapkan tantangan yang dia alami dalam menemukan penerbit, yang hampir membuatnya menyerah pada mimpinya.
Pembuat manga yang lahir pada 26 Agustus 1986 di Oyama, Oita, Jepang ini menempuh perjalanan menarik dalam karirnya. Setelah lulus dari Sekolah Menengah Atas Oita Prefectural, Isayama mulai mengejar impian manganya. Dia mengirimkan hasil karyanya ke berbagai kontes saat dia masih belajar di SMA Hita Rinko. Kemudian, dia melanjutkan pendidikan di Sekolah Kyushu Designer Gakuen untuk memperdalam ilmunya.
Pada 2006, karyanya yang berjudul Attack on Titan versi pendek berhasil meraih penghargaan "Fine Work" ketika dimasukkan ke majalah yang dikelola oleh Kodansha Ltd. Di usia 20 tahun, Isayama bekerja di sebuah internet cafe, sembari terus berupaya meningkatkan kariernya di dunia manga.
Pada 2009, serial Attack on Titan mulai diterbitkan oleh Bessatsu Shonen Magazine, yang kemudian meraih berbagai penghargaan. Manga ini kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan mendapat sambutan hangat dari para penggemar anime di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, antusiasme terhadapnya terus dirasakan hingga perilisan Attack on Titan Season 3 pada Mei 2019.
Dimulai dari cerita menyeramkan dan penuh haru tentang seorang anak laki-laki yang ingin membalas dendam terhadap monster humanoid raksasa yang memakan ibunya. Pergeseran plot dalam anime ini juga terjadi dengan radikal, dengan protagonisnya, Eren Jaeger, berubah menjadi monster yang mengancam genosida di seluruh dunia.
Isayama pernah mengakui bahwa Attack on Titan terinspirasi dari rasa frustasinya ketika tinggal di kampung halamannya di Oita, Jepang. Desanya dikelilingi oleh pegunungan yang tinggi, sehingga ia merasa terisolasi dan penasaran dengan dunia di luar sana. Imajinasinya tentang raksasa-raksasa yang mengintai di balik gunung-gemblengan itu menjadi cikal bakal cerita seru di anime ini, di mana manusia berjuang untuk bertahan hidup dari serangan makhluk raksasa dengan bantuan dinding-dinding besar.

