Penguasa Sepak bola! Inilah 12 Klub Milik Sheikh Mansour di Seluruh Dunia
JAKARTA, investortrust.id – Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan tak pernah puas mengumpulkan klub sepakbola. Setelah menguasai Manchester City, taipan dari Abu Dhabi terus melebaskan sayapnya. Kini, Sheikh Mansour punya 12 tim sepak bola dari segala penjuru bumi.
Seperti Roman Abramovich, Sheikh Mansour dikenal sangat royal membelanjakan uang untuk membangun klub. Menggunakan bendera City Football Group (CFG), dia berkelana ke seluruh dunia untuk membangun gurita bisnis sepak bola.
City Football Group adalah perusahaan induk milik Sheikh Mansour yang mengelola klub sepak bola profesional di Eropa, Amerika, dan Asia. Grup ini dimiliki tiga lembaga, yaitu Abu Dhabi United Group (78%), Media Capital atau CITIC Capital (12%), dan Silver Lake (10%).
Bermarkas di London, City Football Group didirikan oleh Sheikh Mansour dan Khaldoon Al Mubarak pada 2014. Pada 2020, grup ini memiliki pemasukan 544,4 juta poundsterling (Rp 10,2 triliun), pemasukan operasional 165,8 juta poundsterling (Rp 3,1 triliun), pemasukan bersih 205,1 juta poundsterling (Rp 3,8 triliun), dan total aset 1,53 miliar poundsterling (Rp 28,8 triliun).
Sebagai grup bisnis sepak bola papan atas, City Football Group memiliki banyak klub profesional yang tersebar di Eropa, Amerika, Asia, hingga Australia.
Berikut ini 12 klub sepak bola profesional yang berada di bawah kendali City Football Group:
1. Manchester City (100%)
Abu Dhabi United Group didirikan pada musim panas 2008, saat Sheikh Mansour akan mengambil alih Manchester City dari mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra. Bersama Sheikh Mansour, Manchester City mendapatkan semua piala. Yang terbaru Liga Champions 2022/2023.
Baca Juga
Real Madrid Kalah, Rekor Sempurna di Eropa Tinggal Milik Manchester City dan Inter Milan
2. Melbourne City (100%)
Sheikh Mansour menguasai Melbourne City pada 23 Januari 2014. Saat itu, mereka telah mengakuisisi Melbourne Heart dengan US$12 juta (Rp 185 miliar). Setelah beberapa hari pembicaraan di Melbourne dan Sydney, City Football Group menyelesaikan kesepakatan menguasai 80% saham Melbourne City.
Setelah itu, City Football Group membeli 20% lainnya milik konsorsium pengusaha yang bersekutu dengan klub Liga Rugby Australia, Melbourne Storm. Pengambilalihan saham klub A-League itu terjadi hanya beberapa hari setelah aplikasi untuk merek dagang ‘Melbourne City Football Club’ diajukan pada 16 Januari 2014.
Pemegang saham minoritas Melbourne Heart juga mendaftarkan nama bisnis ‘Melbourne City FC’ pada Komisi Sekuritas dan Investasi Australia (ASIC) dan membeli nama domain ‘MelbourneCityFC.com.au’. Akhirnya, pada Agustus 2015, City Football Group memperoleh 100% kepemilikan klub.
3. Montevideo City Torque (100%)
City Football Group mengumumkan pada 5 April 2017 telah mengakuisisi Club Atletico Torque dari Montevideo di Uruguay. Saat itu, mereka bermain di Segunda Division. Lalu, pada 22 Januari 2020, nama Club Atletico Torque diubah menjadi Montevideo City Torque. Nama dan logo baru dipilih untuk mencerminkan hubungan mereka dengan Manchester City dan klub lain di City Football Group.
4. Lommel SK (99%)
City Football Group secara resmi menjadi pemegang saham mayoritas Lommel SK pada 11 Mei 2020. Ini adalah klub sepakbola profesional Belgia dan berkompetisi di liga yang sama dengan Marselino Ferdinan, Challenger Pro League.
5. New York City FC (80%)
Saat Ferran Soriano ditunjuk sebagai CEO Manchester City pada musim panas 2012, Don Garber menghubungi City Footbal Group untuk membicarakan New York City. Itu menjadi diskusi kedua setelah sebelumnya dalam kapasitas sebagai Wakil Presiden Barcelona.
Setelah sejumlah rumor mengiringi, New York City secara resmi diumumkan sebagai franchise MLS ke-20 pada 21 Mei 2015. Saat itu, mantan pemain Manchester City Claudio Reyna menjabat sebagai Direktur Sepakbola. Lalu, pada 2016, Pelatih Akademi The Citizens Patrick Vieira pindah ke Amerika Serikat untuk mengelola New York City.
Dalam struktur kepemilikan saham New York City, City Football Group menguasai 80%. Sementara 20% sisanya dikuasai Yankee Global Enterprises, perusahaan induk klub baseball New York Yankees.
6. Mumbai City (65%)
Pada 28 November 2019, City Football Group diumumkan mengakuisisi 65% saham Mumbay City. Sementara sisanya menjadi milik Ranbir Kapoor dan Bimal Parekh dengan 35%.
Mumbai City adalah klub sepakbola profesional yang berbasis di Mumbai dan berkompetisi di Liga Super India (ISL). Awalnya, itu adalah kompetisi sempalan I-League yang secara hukum tidak diakui FIFA dan AFC saat dibentuk pada 2013. Tapi, pada 2017 setelah melalui negosiasi, ISL menjadi kompetisi kasta tertinggi di India setelah memasukkan dua klub elite, East Bengal dan Mogun Bagan.
7. Girona (44,3%)
City Football Group mengakuisisi 44,3% klub La Liga Spanyol Girona pada 23 Agustus 2017. Sementara 44,3% lainnya dipegang Girona Football Group pimpinan Pere Guardiola, saudara kandung Pep Guardiola. Pengambilalihan berjalan mulus karena Girona telah dipinjamkan sejumlah pemain Manchester City.
8. Sichuan Jiuniu (29,7%)
City Football Group menguasai 29,7% saham Sichuan Jiuniu pada 20 Februari 2019. Sementara China Sports Capital menjadi penguasa dengan 54% dan UBtech Robotics berstatus pemilik minoritas dengan 18%. Saat ini, klub yang berbasis di Chengdu, Sichuan, itu masih berkutat di China League One atau kompetisi di bawah China Super League (CSL).
9. Yokohama F Marinos (20%)
Yokohama F Marinos adalah salah satu klub elite di Jepang dan Asia dengan 20% sahamnya dikuasai City Football Group sejak 20 Mei 2014. Mereka menjadi pemilih minoritas karena 80% saham Yokohama F Marinos masih dimiliki Nissan Corporation. Sayangnya Nissan tidak mau menjual mayoritas sahamnya.
10. Troyes (100%)
Esperance Sportive Troyes Aube Champagne adalah klub sepakbola Prancis yang berbasis di Troyes dan bermain di Ligue 2 setelah musim lalu terdegradasi. Didirikan pada 1986, mereka memenangkan Piala Intertoto 2001 setelah mengalahkan Newcastle United. Lalu, pada 3 September 2020, City Football Group membeli saham mayoritas Troyes dari Daniel Masoni. City Football Group juga menguasai Troyes 2 dan Troyes Feminine.
11. Palermo FC (80%)
Palermo FC adalah klub Serie B Italia yang berbasis di Pulau Sisilia. Pada tanggal 4 Juli 2022, Palermo FC diumumkan secara resmi menjadi milik City Football Group. Jumlahnya, 80%. Sementara Hera Hora S.r.l. menguasai 19,75% dan Associazione Amici Rosanero menguasai 0,25%.
12. Esporte Clube Bahia (90%)
Pada Desember 2022, City Football Group telah membeli saham mayoritas Esporte Clube Bahia setelah sesi pemungutan suara antaranggota klub yang menghasilkan 98,6% pemilih menerima pengambilalihan tersebut. Akuisisi ini selesai pada Mei 2023 dengan Sheikh Mansour memiliki 90% saham klub. Sementara 10% sisanya tetap menjadi milik anggota klub.
Baca Juga
Terkait Manchester City! Fans Manchester United Marah VAR Anulir Gol Jonny Evans Lawan Burnley

