Harga Tiket U2 di Las Vegas Sphere Bikin Sakit Kepala
JAKARTA, Investortrust.id - Ikon band rock era tahun 1980-an asal Irlandia, U2, telah mendapatkan ulasan positif setelah memulai penampilan mereka untuk 25 malam di Venue Sphere yang baru dibangun dengan teknologi tinggi di Las Vegas. Namun buat sebagian penggemar Bono Cs lainnya, harga tiket yang dijual sudah cukup membuat kepala mereka mengalami vertigo.
Tiket untuk konser U2 di hari pertama di Sphere Las Vegas dijual hingga €380 atau setara dengan Rp5,9 juta untuk kursi premium di Ticketmaster. Sementara sebagian besar tiket untuk pertunjukan di hari lainnya telah terjual habis menhyusul malam pembuka yang sukses.
Residensi atau penampilan berkelanjutan band yang pertama kali mencuat lewat albumnya bertajuk “Boy” di tahun 1980 ini dimulai pada tanggal 29 September dan berlangsung hingga 16 Desember. Pertunjukan ini merupakan penghormatan untuk album hit mereka pada tahun 1991 yang bertajuk "Achtung Baby." Nama konser mereka tahun ini adalah "U2: UV Achtung Baby Live at The Sphere."
U2 adalah band pertama yang tampil di The Sphere, sebuah venue terbaru dengan teknologi canggih di Las Vegas, Nevada. Bangunan berstruktur bola berdiameter 111,55meter senilai US$2,3 miliar ini memang tercatat sebagai venue berbentuk bola terbesar di dunia.
Venue ini dilengkapi dengan layar LED seluas 14.864,48 meter persegidan memiliki fitur 4D multi-sensor seperti aroma dan angin.
Pada bulan April lalu, band ini mengumumkan delapan tanggal pertunjukan, tetapi karena permintaan yang tinggi dan satu juta tiket habis pada hari pertama penjualan, U2 memutuskan untuk menambahkan 17 pertunjukan tambahan.
Tiket awalnya dibandrol mulai harga Rp2,15 juta di Ticketmaster untuk kasta teratas. Namun saat ini tiket tersebut sudah habis terjual. Tersisa beberapa kursi kelas 'premium' untuk tingkat yang lebih rendah di Ticketmaster dengan harga Rp5,9 juta. Tiket serupa juga ditawarkan di situs penjual tiket sekunder dengan harga bervariasi.
Meskipun pentolan U2, David Howell Evans yang biasa disebut dengan nama panggungThe Edge secara publik menyatakan bahwa 60% dari tiket akan dijual dengan harga di bawah Rp4,68 juta atau €285, muncul keberatan dari penggemar karena harga tiket di Ticketmaster ternyata berfluktuasi.
Karena sistem harga yang dinamis, yang menentukan harga berdasarkan permintaan tiket, beberapa tiket tingkat yang lebih rendah akhirnya dijual dengan harga €1.186 atau Rp19,35 juta. Sementara tiket VIP yang awalnya dijual seharga €569 atau setara dengan Rp9,3 juta, dengan cepat melonjak menjadi €5,693 atau setara 93 juta karena tingginya permintaan.
Meskipun 16 negara bagian di Amerika Serikat memiliki undang-undang melawan penjualan tiket secara ilegal atau "scalping," hal ini tidak ilegal di tingkat federal.
Seorang pengguna di platform sosial X, sebelumnya dikenal sebagai Twitter, mengatakan bahwa dia akan nonton hanya untuk melihat tampilan visual di dalamnya, namun urung gara-gara harga tiket U2 yang terlalu mahal.
Orang lain menulis, "Harga jual rata-rata untuk U2 di The Sphere adalah $950.00 (Rp15,5 juta). Itu adalah harga jual awal. Sepertinya konser di masa depan hanya untuk golongan elit."
Bono, The Edge, dan Adam Clayton tampil tanpa drummer utama mereka, Larry Mullen, yang sedang masa pemulihan dari operasi punggung sehingga digantikan oleh drummer asal Belanda, Bram Van der Berg.
Band tersebut menyematkan lagu "All I Want Is You" untuk Mullen pada Jumat malam, setelah Bono menyebut venue baru ini sebagai "Elvis' Chapel" sebagai penghormatan kepada Raja Rock and Roll.
"Elvis pasti belum meninggalkan bangunan ini," kata Bono kepada kerumunan 17.500 orang penonton pada Jumat malam dilansir Irish Independent, Senin (2/10/2023).
Penggemar U2 yang menghadiri malam pembuka residensi band ini di Las Vegas pada Jumat mengungkapkan kebahagiaan mereka melihat para anggota Rock and Roll Hall of Famers tahun 1980-an tersebut seperti dilahirkan kembali.

