Kok, Bisa? Regulasi Tekanan Ban Bisa Gagalkan Jorge Martin Menjuarai MotoGP 2023
JAKARTA, investortrust.id – Selain Francesco Bagnaia, usaha Jorge Martin menjadi juara dunia MotoGP 2023 akan dihadapkan pada reagulasi tekanan ban. Berdasarkan kejadian di Buriram, setiap kemenangan balapan dengan waktu kurang dari 3 detik akan tetap bersifat sementara sampai pembacaan tekanan ban dikonfirmasi.
Modifikasi yang dilakukan timnya Jorge Martin dengan tekanan ban ternyata berdampak panjang. Bahkan, bisa membuat dirinya gagal menjuarai MotoGP 2023 dengan tragis.
Pasalnya, regulasi menyatakan, jika pembalap Pramac Ducati itu kembali gagal memenuhi tekanan ban minimum untuk 30% Sprint atau 50% Main Race, maka dia akan menerima hukuman penalti 3 detik.
Baca Juga
Sepang Sirkuit Favoritnya, Marco Bezzecchi Janjikan Balapan yang Ketat di MotoGP Malaysia
Ini adalah skenario mimpi buruk bagi Jorge Martin. Sebab, jika pembalap Spanyol itu memenangkan kejuaraan dunia di seri penetuan MotoGP Valencia, dia bisa gagal jadi juara dunia jika tekanan ban tidak memenuhi rergulasi.
Kasus ini sempat menimpa Aleix Espargaro di Buriram. Pembalap Aprilia itu menjadi orang pertama yang melakukan pelanggaran tekanan ban kedua sejak penalti diberlakukan di Katalunya. Hukuman itu menjatuhkannya dari posisi kelima menjadi ke kedelapan di MotoGP Thailand. Itu karena ada tambahan +3 detik pada waktu finish yang sebenarnya.
Pelanggaran ketiga akan mengakibatkan penalti bertambah menjadi +6 detik. Lalu, +12 detik untuk pelanggaran keempat.
Karena itu, Pramac Ducati pasti akan memberikan tekanan awal yang tinggi secara konservatif kepada Jorge Martin pada balapan berikutnya, meski akan meningkatkan risiko hilangnya cengkeraman jika ban depannya terlalu panas di lintasan.
Namun, dengan tekanan ban yang sulit diprediksi, cara terbaik bagi Jorge Martin untuk memastikan kemenangan balapan di masa depan (atau hasil lainnya) adalah dengan menjaga margin minimal 3 detik atas pengendara di belakang. Dia harus unggul lebih dari 3 detik.
Muda? Tentu saja tidak. Fakta menunjukkan MotoGP sangat ketat. Margin kemenangan Jorge Martin sejauh kirang baik. Contohnya, 1,840 detik (Le Mans Sprint), 2,468 detik (Sachsening Sprint), 0,064 detik (Sachsenring Race), 1,445 detik (Misano Sprint), 1,350 detik (Misano Race), 1,389 detik (Buddh Sprint), 1,390 detik (Motegi Sprint), 1,413 detik (Motegi Race), 1,131 detik (Mandalika Sprint), 0,933 detik (Buriram Sprint), dan 0,253 detik (Buriram Race).
Baca Juga
Tak Peduli dengan Jorge Martin, Francesco Bagnaia Bakal Tampil Santai di MotoGP Malaysia

