Enam Tentara AS Tewas, Trump Perkirakan Perang Iran Bisa Berlangsung Lebih Lama
Poin Penting
|
WASHINGTON DC, investortrust.id – Perang AS melawan Iran memasuki hari ketiga pada Senin (2/3/2026). Serangan AS-Israel pada akhir pekan lalu mendapat balasan dari Iran.
Baca Juga
Dubes Iran Desak Negara Islam Kutuk Serangan Israel–AS ke Iran
Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine berjanji akan mengerahkan lebih banyak pasukan ke kawasan tersebut, sementara jumlah korban terus bertambah.
Presiden Donald Trump, dalam acara publik pertamanya sejak konflik dimulai, dilansir CNBC mengatakan bahwa perang diproyeksikan berlangsung empat hingga lima minggu. Tetapi, ia tak menampik perang bisa berlanjut “jauh lebih lama dari itu.”
Perjalanan udara ke Timur Tengah terganggu parah akibat konflik tersebut, dengan ribuan penerbangan dibatalkan.
Harga minyak melonjak ketika investor menilai risiko gangguan pasokan. Harga emas, yang secara historis menjadi aset lindung nilai saat krisis, ikut naik. Kontrak berjangka AS, saham Eropa, dan pasar ekuitas Asia turun secara luas.
Menurut laporan Reuters yang mengutip media Iran, komandan Garda Revolusi mengatakan bahwa Strait of Hormuz telah ditutup dan Iran akan membakar kapal mana pun yang mencoba melintas.
Baca Juga
Iran Tutup Selat Hormuz di Tengah Meningkatnya Ketegangan di Timur Tengah, Harga Minyak Meroket
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan bahwa Trump “memiliki keleluasaan penuh” dalam menentukan berapa lama perang akan berlangsung.

