Bursa Saham Eropa Melemah, Ketegangan Geopolitik dan Isu The Fed Bayangi Pasar
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id - Bursa saham Eropa sebagian besar ditutup melemah pada perdagangan Selasa (13/1/2026). Investor terus mencermati perkembangan geopolitik di Iran serta penyelidikan pidana terhadap Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell.
Baca Juga
Bursa Eropa Menguat Ditopang Saham Pertahanan, Stoxx 600 Melonjak Hampir 1%
Dikutip dari CNBC, indeks pan-Eropa Stoxx 600 menutup sesi melemah hampir 0,2%, dengan bursa-bursa utama kawasan bergerak bervariasi.
Pada saham individual, saham pengembang ladang angin lepas pantai Denmark, Orsted, melonjak 5,4% setelah seorang hakim AS memutuskan perusahaan tersebut dapat melanjutkan proyek senilai US$5 miliar yang sebelumnya dihentikan oleh pemerintahan Trump pada Desember.
Di sisi lain, saham bank Swiss UBS menguat 0,1% di akhir perdagangan, setelah Financial Times melaporkan bahwa CEO Sergio Ermotti akan mengundurkan diri pada April 2027. Juru bicara UBS menolak memberikan komentar.
Pada akhir pekan, terungkap bahwa Ketua The Fed Jerome Powell tengah diselidiki oleh otoritas terkait renovasi kantor pusat bank sentral senilai US$ 2,5 miliar serta kesaksiannya di Kongres mengenai proyek tersebut.
Powell menyatakan pada Minggu bahwa penyelidikan ini merupakan upaya lain Presiden Donald Trump untuk memengaruhi kebijakan moneter bank sentral, dan menegaskan dirinya tidak akan tunduk pada tekanan tersebut. Masa jabatannya sebagai ketua dijadwalkan berakhir pada Mei.
Trump kembali melontarkan serangan terhadap Powell pada Selasa, dengan menyebut ketua The Fed tersebut “tidak kompeten” atau “korup”.
Pelaku pasar juga memantau situasi di Iran pekan ini, setelah gelombang protes besar-besaran dibalas dengan penindakan keras oleh otoritas Iran.
Baca Juga
Tingkatkan Tekanan, Trump Ancam Kenakan Tarif 25% bagi Mitra Dagang Iran
Trump dilaporkan tengah mempertimbangkan berbagai opsi untuk mengambil tindakan terhadap Iran, dan pada Senin menyatakan bahwa negara mana pun yang berbisnis dengan Iran akan dikenai tarif 25% “atas setiap dan seluruh bisnis yang dilakukan dengan Amerika Serikat”.

