Elite Ekonomi AS Khawatir Penyelidikan terhadap Powell Ancam Independensi The Fed
Poin Penting
|
WASHINGTON, investortrust.id - Sejumlah mantan ketua Federal Reserve, mantan menteri keuangan, serta ekonom terkemuka menyatakan dukungan kepada Ketua Federal Reserve Jerome Powell, di tengah ancaman tuduhan sumpah palsu yang tengah diselidiki Departemen Kehakiman AS.
Baca Juga
Powell Sebut The Fed Hadapi ‘Situasi Menantang’, Yield Treasury AS Turun
“Penyelidikan kriminal yang dilaporkan terhadap Ketua Federal Reserve Jay Powell merupakan upaya yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk menggunakan serangan penuntutan guna merusak independensi tersebut,” demikian bunyi pernyataan yang didukung lebih dari selusin penandatangan, Senin (12/1/2026).
“Beginilah kebijakan moneter dijalankan di negara-negara berkembang dengan institusi yang lemah, dengan konsekuensi yang sangat negatif bagi inflasi dan berfungsinya perekonomian secara lebih luas. Hal seperti ini tidak memiliki tempat di Amerika Serikat, yang kekuatan terbesarnya adalah supremasi hukum—fondasi dari keberhasilan ekonomi negara ini,” lanjut pernyataan itu, seperti dikutip CNBC.
Di antara para penandatangan terdapat mantan Ketua The Fed Ben Bernanke, Janet Yellen, dan Alan Greenspan, serta mantan Menteri Keuangan Henry Paulson, Timothy Geithner, Robert Rubin, dan Jacob Lew. Ekonom Glenn Hubbard, Kenneth Rogoff, dan Jared Bernstein juga turut menandatangani pernyataan tersebut.
Pada Minggu, Powell mengonfirmasi bahwa ia telah diberi tahu oleh kantor jaksa AS di Washington, D.C., bahwa dirinya menjadi subjek penyelidikan terkait pernyataan yang ia sampaikan kepada Kongres pada Juni lalu. Dalam kesaksiannya di Capitol Hill, Powell menjawab pertanyaan mengenai proyek renovasi besar-besaran gedung kantor pusat bank sentral di ibu kota.
Saat itu, Presiden Donald Trump dan sejumlah pejabat lain menggunakan pembengkakan biaya proyek tersebut untuk meningkatkan kritik terhadap Powell. Trump sempat mengancam akan memecat Ketua The Fed, namun kemudian mengurungkan niatnya. Masih belum jelas apakah presiden memiliki kewenangan untuk memberhentikan Powell, sementara kasus terpisah terhadap Gubernur The Fed Lisa Cook dijadwalkan akan disidangkan di Mahkamah Agung AS pekan depan, yang juga menyentuh isu kekuasaan presiden atas bank sentral.
Baca Juga
Sambangi Kantor The Fed, Trump Kritik Powell dan Soroti Proyek Renovasi Rp 40 Triliun
“Independensi Federal Reserve dan persepsi publik terhadap independensi tersebut sangat penting bagi kinerja ekonomi, termasuk pencapaian tujuan yang ditetapkan Kongres bagi The Fed, yaitu stabilitas harga, lapangan kerja maksimal, dan suku bunga jangka panjang yang moderat,” demikian isi pernyataan itu.
Jonathan Kantner, mantan asisten jaksa agung AS, mengatakan kepada CNBC pada Senin bahwa ambang pembuktian untuk menghukum seseorang dalam kasus seperti ini “sangat tinggi”, terutama jika muncul kesan bahwa penuntutan bermotif politik.
Trump telah lama mengkritik Powell, seiring dorongannya agar The Fed menurunkan suku bunga. Bank sentral telah menyetujui tiga kali penurunan suku bunga sepanjang 2025.
Baca Juga
Powell Terancam ‘Gugatan’, Trump Desak Pemangkasan Suku Bunga
Dalam pernyataan pada Minggu, Powell menyebut tuduhan tersebut sebagai dalih untuk mencopotnya dari jabatan. Jika hal itu terbukti, maka akan “memicu serangkaian sengketa hukum lainnya.. Situasinya bisa menjadi sangat kacau,” kata Kantner.

