Saham Netflix Anjlok Usai Elon Musk Serukan Boikot Konten LGBT
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Saham Netflix anjlok hampir 5% dalam sepekan terakhir setelah CEO SpaceX, Elon Musk menyerukan boikot terhadap platform streaming tersebut. Aksi Musk yang memprotes konten animasi bertema LGBT dinilai sebagai pemicu utama tekanan pasar yang menghapus belasan miliar dolar dari nilai pasar Netflix.
Dikutip dari Yahoo Finance, Senin (6/10/2025), mencatat kapitalisasi pasar Netflix merosot dari sekitar US$ 514 miliar pada 27 September menjadi US$ 489 miliar per 3 Oktober 2025. Penurunan ini menjadi yang terbesar sejak April meskipun saham teknologi lain seperti Amazon dan Meta mencatat kenaikan signifikan pada periode yang sama.
Seruan boikot Musk dipicu oleh serial animasi Dead End: Paranormal Park yang menampilkan karakter LGBT dan dinilai tidak pantas untuk anak-anak. Meski serial tersebut telah dibatalkan sejak 2023, cuplikan adegan tokohnya yang menyatakan identitasnya kembali viral awal Oktober, memicu reaksi keras di media sosial.
Musk menanggapi dengan menyerukan para pengikutnya di X (dahulu Twitter) untuk “membatalkan langganan Netflix demi kesehatan anak-anak”. Ia juga menuding perusahaan tersebut mendorong 'agenda LGBT' melalui konten anak. Kampanye ini dengan cepat mendapat dukungan dari kelompok konservatif yang menyerukan pembatalan massal langganan Netflix.
Baca Juga
Waspadai Konten LGBT di Netflix, Kemenkomdigi Siap Panggil Netflix Indonesia
Kontroversi semakin memanas setelah komentar kreator serial, Hamish Steele, terhadap aktivis konservatif memicu gelombang kritik dan serangan daring. Meskipun serial tersebut hanya meraih respons biasa saat rilis, namun keberadaannya kini menjadi polemik dalam tayangan anak.
Netflix sendiri belum memberikan tanggapan resmi atas aksi boikot tersebut. Perusahaan tengah bersiap merilis laporan keuangan kuartal ketiga pada 21 Oktober 2025, dengan proyeksi pendapatan mencapai US$ 11,53 miliar.
Meski menghadapi tekanan singkat, analis menilai dampak boikot terhadap kinerja jangka panjang Netflix kemungkinan hanya berlangsung sementara. Namun, kontroversi terbaru ini menunjukkan betapa cepatnya sentimen pasar dapat berubah hanya oleh figur publik besar seperti Elon Musk.
Di Indonesia sendiri pemerintah masih menganalisis isu tersebut. Dirjen Pengawan Ruang Digital Kemenkomdigi, Alexander Sabar mengaku akan memanggil pihak Netflix jika memang terbukti melanggar aturan yang berlaku.
“Pastinya semua PSE kita awasi, apalagi untuk anak. Perlindungan anak menjadi prioritas kami,” ujarnya saat ditemui di Jakarta, Kamis (2/10/2025).
Alex menyebut pihaknya belum menerima laporan resmi terkait konten LGBT di Netflix. Meski begitu, Kemenkomdigi akan menindaklanjuti temuan tersebut dan berencana memanggil pihak Netflix untuk klarifikasi.
Ia menegaskan jika ditemukan pelanggaran, sanksi administratif akan dijatuhkan sesuai ketentuan yang berlaku. “Sanksinya seperti yang sudah kita terapkan selama ini, berupa sanksi administratif,” tambah mantan petinggi BNN itu.

