Wall Street Melemah Dipicu ‘Profit Taking’, Investor Tunggu Keputusan The Fed
Poin Penting
- S&P 500, Nasdaq, dan Dow ditutup melemah tipis jelang keputusan The Fed.
- Pasar perkirakan hampir pasti ada pemangkasan suku bunga Fed minimal 25 bps.
- Saham teknologi besar jadi penekan indeks.
- Investor menanti proyeksi Powell untuk arah kebijakan moneter hingga 2025.
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS ditutup melemah tipis pada Selasa waktu AS atau Rabu (17/9/2025). Investor melakukan aksi ambil untung (profit taking) menjelang keputusan suku bunga The Fed.
Indeks S&P 500 turun 0,13% menjadi 6.606,76 setelah sempat menyentuh rekor baru di awal sesi. Nasdaq Composite melemah 0,07% menjadi 22.333,96. Dow Jones Industrial Average turun 125,55 poin atau 0,27% menjadi 45.757,90.
Baca Juga
Perundingan AS-China Jadi Katalis Wall Street, S&P 500 Melesat Tembus 6.600 untuk Pertama Kali
Sejumlah saham pemimpin pasar utama melemah, dengan saham Nvidia dan Microsoft turun masing-masing 1,6% dan 1,2%. Palantir dan Alphabet, induk Google, juga terkoreksi.
Pertemuan The Fed selama dua hari yang dimulai Selasa ini diperkirakan akan menghasilkan pemangkasan suku bunga pertama sejak Desember. Kontrak berjangka suku bunga memperkirakan 100% kepastian adanya pemangkasan setidaknya 25 basis poin, menurut CME FedWatch.
Fokus Pasar
Yang paling diperhatikan investor adalah proyeksi bank sentral terkait suku bunga untuk sisa tahun ini dan apakah anggota pemungutan suara mengantisipasi satu atau dua kali pemangkasan tambahan sebelum akhir 2025.
Trader juga akan mencermati konferensi pers Ketua Fed Jerome Powell untuk mencari petunjuk arah kebijakan moneter ke depan. Pertemuan ini juga dibayangi ketegangan politik, setelah Senat mengonfirmasi pilihan Presiden Donald Trump untuk bergabung dengan bank sentral, Stephen Miran. Trump juga berupaya mencopot Gubernur Fed Lisa Cook, yang ikut memberikan suara dalam pertemuan dengan Miran.
“Meski permintaan tenaga kerja melemah, masalah pasokan tenaga kerja terus menutup kelemahan itu, dan risiko resesi untuk saat ini tetap terbatas,” ujar Seema Shah, kepala strategi global di Principal Asset Management, seperti dikutip CNBC.
Keputusan untuk memangkas 50 basis poin (bps) pada tahap ini akan terlihat lebih didorong tekanan politik ketimbang kebutuhan ekonomi. Menurut dia, pemangkasan 25 basis poin yang lebih terukur tetap merupakan respons yang tepat, memungkinkan The Fed mengantisipasi perlambatan tanpa bereaksi berlebihan terhadap tanda-tanda awal tekanan.
Trader juga terus memantau perkembangan diskusi perdagangan global dan tarif timbal balik yang akan mulai berlaku pada November.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan akan ada pembicaraan lanjutan sebelum tenggat waktu tersebut, dan bahwa “Tiongkok kini merasakan bahwa kesepakatan perdagangan mungkin tercapai” setelah pejabat AS dan Tiongkok menyelesaikan dua hari pembicaraan di Madrid pada Senin. Trump juga memberikan penilaian positif terhadap pembicaraan perdagangan itu pada Senin, yang mendorong reli saham AS dan membuat S&P 500 ditutup di atas 6.600 untuk pertama kalinya.
Baca Juga
Bessent Sebut ‘Kerangka’ Kesepakatan TikTok Sudah Dicapai, Tunggu Finalisasi Trump dan Xi
Dalam pembicaraan pekan ini, pejabat AS dan Tiongkok mencapai kesepakatan “kerangka” terkait TikTok agar aplikasi media sosial itu tetap dapat beroperasi di AS. Sumber-sumber mengonfirmasi bahwa Oracle akan menjadi salah satu perusahaan yang mendukung TikTok, sehingga sahamnya naik 1,5% pada Selasa.
Namun, Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer mengatakan Senin bahwa diskusi perdagangan yang lebih luas telah “ditunda” ke waktu lain mengingat fokus intens pada tercapainya kesepakatan mengenai TikTok.

