Harga Emas Global Naik, tapi Investor Disarankan Hati-hati. Mengapa?
Poin Penting
- Inflasi AS Juli 2,7% yoy, di bawah perkiraan 2,8%.
- Harga emas spot naik 0,1% ke US$3.347,34 per ons.
- The Fed diproyeksi memangkas suku bunga pada September & Desember.
- AS–Tiongkok perpanjang gencatan senjata tarif 90 hari.
NEW YORK, investortrust.id - Harga emas dunia naik tipis pada Selasa (12/8/2025) setelah data inflasi AS mempertahankan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Federal Reserve. Pasar masih menanti rilis data ekonomi penting lain pekan ini.
Harga emas spot naik 0,1% menjadi US$3.347,34 per ons. Pelemahan dolar AS membuat emas menjadi lebih murah bagi pembeli dengan mata uang lain.
Indeks harga konsumen (CPI) AS naik 0,2% bulan lalu setelah meningkat 0,3% pada Juni. Secara tahunan hingga Juli, CPI naik 2,7%. Ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan kenaikan CPI sebesar 0,2% bulanan dan 2,8% tahunan.
Baca Juga
“Angka inflasi terlihat beragam, tetapi tetap mendukung pemangkasan suku bunga. Trader tetap berhati-hati karena kita berada di titik kritis dan menunggu indikator ekonomi selanjutnya,” beber Bob Haberkorn, Strategis Pasar di RJO Futures, seperti dikutip CNBC.
Trader mempertahankan taruhan pada pemangkasan suku bunga AS di September dan Desember setelah rilis data CPI. Data lain yang dijadwalkan pekan ini meliputi indeks harga produsen (PPI) AS, klaim pengangguran mingguan, dan penjualan ritel.
Sementara itu, AS dan Tiongkok telah memperpanjang gencatan senjata tarif selama 90 hari, mencegah tarif tiga digit atas barang satu sama lain. Harga emas tetap bergerak dalam kisaran support dan resistance utama, seiring investor mencerna perkembangan terbaru tarif, kata Razan Hilal, analis pasar di FOREX.com.
Baca Juga
Negosiasi Masih Alot, Trump Perpanjang Lagi Tenggat Tarif China 90 Hari
Suku bunga yang lebih rendah meningkatkan daya tarik emas, yang tidak memberikan imbal hasil bunga. Emas juga cenderung berkinerja baik pada periode ketidakpastian karena dipandang sebagai aset lindung nilai (safe haven).
Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember ditutup turun 0,2% di US$3.399 per ons. Harga emas berjangka sempat turun lebih dari 2% pada Senin setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan di media sosial bahwa ia tidak akan memberlakukan tarif atas emas impor. Sebelumnya, laporan bahwa Washington telah mengenakan tarif pada impor emas batangan 1 kg telah mendorong harga emas berjangka AS ke rekor tertinggi pada Jumat.
Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot naik 0,9% menjadi US$37,92 per ons, platinum menguat 0,9% menjadi US$1.338,73 per ons, sementara paladium turun 0,5% menjadi US$1.129,57 per ons.

