Kinerja ‘Big Tech’ Tak Mampu Angkat Wall Street, Dow Anjlok Lebih dari 300 Poin
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS melemah pada Kamis waktu AS atau Jumat (1/8/2025). Tekanan di pasar menutupi hasil kinerja mengesankan dari raksasa teknologi ‘mega-cap’ seperti Microsoft dan Meta Platforms.
Indeks S&P 500 turun 0,37% dan ditutup di 6.339,39, mencatat hari ketiga penurunan berturut-turut. Nasdaq Composite turun tipis 0,03% menjadi 21.122,45. Kedua indeks sempat menyentuh rekor intraday sebelum akhirnya terkoreksi. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average merosot 330,30 poin atau 0,74% ke level 44.130,98.
Dua anggota "Magnificent Seven", yakni Microsoft dan Meta, masing-masing naik sekitar 4% dan 11% berkat laporan pendapatan kuartalan yang melampaui ekspektasi. Raksasa perangkat lunak Microsoft melaporkan bahwa pendapatan tahunan dari layanan komputasi awan Azure-nya telah melampaui $75 miliar. Meta merilis proyeksi penjualan kuartal ketiga yang optimistis, juga mengalahkan estimasi analis. Laba kuat Microsoft mengerek kapitalisasi pasar perusahaan itu menjadi $4 triliun.
Namun, reli saham teknologi belum mampu mengangkat pasar secara keseluruhan pada Kamis. Sebanyak 9 dari 11 sektor dalam indeks S&P 500 berakhir di zona merah. Di dalam Dow, saham UnitedHealth dan Merck memimpin penurunan masing-masing sebesar 6% dan 4%.
"Reaksi pasar seperti ini — meskipun didukung laporan pendapatan yang kuat, belanja modal tinggi, dan aktivitas buyback — semakin sulit untuk dijustifikasi. Di sisi lain, pergerakan ke bawah sejauh ini masih relatif terkendali,"
ujar Joseph Cusick, wakil presiden senior dan manajer portofolio di Calamos Investments, dikutip dari CNBC.
Saham juga tertekan oleh penilaian ulang terhadap arah kebijakan Federal Reserve setelah pertemuan bank sentral pekan ini memunculkan keraguan di kalangan investor apakah suku bunga akan turun pada September. Sentimen juga terpukul oleh tenggat waktu Gedung Putih hari Jumat untuk memberlakukan tarif yang jauh lebih tinggi terhadap sejumlah mitra dagang utama, mulai dari India hingga Brasil.
Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa tarif 25% atas impor dari Meksiko akan diperpanjang selama 90 hari lagi.
Meski begitu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Kamis mengatakan bahwa negosiasi dengan Tiongkok telah mencapai tahap di mana “kedua pihak memiliki dasar kesepakatan.” Namun, Bessent tidak memberikan rincian atau tenggat waktu kapan perjanjian itu bisa dicapai. AS dan Tiongkok memiliki batas waktu hingga 12 Agustus sebelum gencatan tarif berakhir.
Kamis juga menandai penutupan bulan yang sebagian besar kuat di Wall Street. S&P 500 naik 2,2% sepanjang Juli, sementara Dow yang berisi 30 saham utama mencatat kenaikan tipis hampir 0,1%. Ini adalah bulan ketiga berturut-turut kedua indeks mencatatkan performa positif. Nasdaq mencatatkan kenaikan 3,7% selama periode tersebut, memperpanjang tren positif menjadi empat bulan berturut-turut.
Dua anggota Magnificent Seven lainnya, Apple dan Amazon, dijadwalkan melaporkan kinerja keuangan setelah penutupan pasar Kamis.

