Pesawat Air India Jatuh Sesaat Setelah Lepas Landas, 241 Penumpang Tewas, 1 Selamat
AHMEDABAD, investortrust.id - Dunia penerbangan kembali berduka setelah sebuah pesawat Air India Boeing 787 Dreamliner jatuh di kawasan permukiman di Ahmedabad, India barat, Pesawat dengan nomor penerbangan AI171 membawa 242 orang, terdiri atas 230 penumpang dan 12 awak kabin. Menurut keterangan Air India, hanya satu penumpang yang selamat, seorang warga negara Inggris keturunan India, yang saat ini dirawat di rumah sakit setempat.
Baca Juga
Korban Kecelakaan Pesawat 179 Orang, Korsel Umumkan Masa Berkabung Nasional
Insiden tragis ini terjadi hanya beberapa detik setelah lepas landas menuju London Gatwick dan menjadi kecelakaan fatal pertama bagi lini pesawat andalan Boeing tersebut. Kecelakaan ini menewaskan sedikitnya 294 orang.
“Ini adalah hari yang sangat berat bagi seluruh keluarga besar Air India,” ujar CEO Air India, Campbell Wilson, dalam pernyataan video di media sosial. “Fokus kami saat ini sepenuhnya tertuju pada para penumpang, awak, dan keluarga mereka.”
Data awal dari FlightRadar24 menunjukkan sinyal pesawat hilang pada pukul 13.38 waktu setempat, kurang dari satu menit setelah lepas landas. “Pesawat hanya sempat mencapai ketinggian barometrik 625 kaki sebelum mulai turun dengan kecepatan vertikal -475 kaki per menit,” ungkap perusahaan pelacak penerbangan tersebut.
Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan detik-detik pesawat jatuh diikuti oleh ledakan besar dan kepulan asap hitam. Lokasi jatuhnya pesawat diketahui menimpa sebuah bangunan tempat sejumlah pelajar tinggal, menyebabkan tambahan korban jiwa di darat.
Timpa Bangunan
“Kami mengonfirmasi jumlah korban meninggal mencapai sekitar 294 orang, termasuk beberapa pelajar yang berada di bangunan yang tertimpa,” kata pejabat senior kepolisian Gujarat, Vidhi Chaudhary, kepada Reuters.
Pesawat Dreamliner berusia lebih dari 11 tahun tersebut telah mencatatkan sekitar 41.000 jam terbang dan hampir 8.000 kali lepas landas sejak dikirim ke Air India pada 2014. Pesawat ini ditenagai oleh dua mesin GE Aerospace.
Menanggapi insiden ini, CEO Boeing, Kelly Ortberg, menyampaikan belasungkawa dan menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung investigasi. “Kami telah menghubungi Chairman Air India, N. Chandrasekaran, dan tim teknis kami siap membantu penuh tim investigasi dari Biro Investigasi Kecelakaan Pesawat India,” kata Ortberg.
Baca Juga
Kecelakaan Udara di Korsel, Model Boeing 737-800 Salah Satu Pesawat Terpopuler di Dunia
Pemerintah India memastikan bahwa investigasi menyeluruh akan segera dilakukan. “Tak akan ada satu pun fakta yang dibiarkan tertutup. Kami akan pastikan akuntabilitas ditegakkan,” ujar Menteri Penerbangan India, Ram Mohan Naidu Kinjarapu, melalui platform X.
Sebagai bentuk respons cepat, Bandara Internasional Sardar Vallabhbhai Patel di Ahmedabad sempat ditutup sementara setelah kecelakaan, sebelum kemudian kembali beroperasi beberapa jam kemudian.
Saham Boeing anjlok hampir 5% pada perdagangan Kamis, mencerminkan kekhawatiran investor di tengah rentetan krisis reputasi dan kualitas yang sempat membayangi produsen pesawat asal AS tersebut. Insiden ini terjadi hanya beberapa hari sebelum Paris Air Show, ajang bergengsi di mana Boeing dan Airbus dijadwalkan mengumumkan pesanan besar.
Air India sendiri selama dua tahun terakhir gencar berinvestasi dalam modernisasi armada dan pembaruan kabin. Namun insiden ini menjadi pukulan telak bagi reputasi maskapai yang tengah membangun kembali kredibilitasnya di pasar global.
GE Aerospace, sebagai pemasok mesin pesawat tersebut, juga merilis pernyataan resmi. “Kami turut berduka sedalam-dalamnya kepada keluarga dan kerabat para korban. Tim tanggap darurat kami telah diaktifkan untuk mendukung Air India dan penyelidikan ini,” ujar juru bicara GE, seperti dikutip CNBC.
Penyebab kecelakaan hingga kini belum diketahui dan diperkirakan akan memerlukan waktu berbulan-bulan untuk diungkap secara resmi. Sesuai protokol internasional, India akan memimpin penyelidikan dengan dukungan dari AS, Boeing, GE Aerospace, serta otoritas terkait lainnya.

