Paus Baru Cepat Dipilih, Robert F Prevost dari AS
JAKARTA, Investortrust.id - Konklaf yang baru memasuki hari kedua pada Kamis 8 Mei 2025 dengan cepat berhasil memilih Paus baru, yang merupakan "Vicarius Christi" atau Wakil Kristus. Umat Katolik sudah punya Paus lagi dan untuk pertama kalinya orang Amerika Serikat, yakni Kardinal Peru Robert F Prevost yang lahir 69 tahun lalu di Chicago, Illinois. Prevost yang memiliki kewarganegaraan ganda Amerika dan Peru ini mencetak sejarah anyar sejak sekitar dua ribu tahun lalu.
Konklaf 2025 tercatat dihadiri total 133 Kardinal dari 70 negara yang berkumpul di Kapel Sistina, Vatikan, untuk memilih dan dipilih menjadi Paus ke-267. Paus baru ini merupakan kesepakatan Konklaf terbesar sepanjang masa.
Paus yang juga bergelar sebagai Sang Gembala ini menjadi pemimpin bagi sekitar 1,41 miliar umat Katolik sedunia berdasarkan data Annuario Pontificio —direktori tahunan Gereja Katolik yang diterbitkan oleh Vatikan. Sementara itu, World Christian Database mencatat jumlah umat Katolik global pada 2024 sekitar 1,28 miliar. Perbedaan angka disebabkan oleh perbedaan metodologi, di mana Annuario Pontificio menghitung jumlah umat Katolik yang telah dibaptis berdasarkan laporan resmi dari keuskupan-keuskupan di semua negara. Sedangkan World Christian Database menggunakan pendekatan statistik yang lebih luas dan independen, yang mungkin mencakup faktor-faktor tambahan atau berbeda dalam perhitungannya. Dengan jumlah umat di kisaran 1,28-1,41 miliar jiwa, menjadikan Gereja Katolik Roma sebagai denominasi Kristen terbesar di muka Bumi.
Baca Juga
Sebelumnya, pada akhir sesi hari pertama pemilihan Paus, Rabu 7 Mei 2025 pukul 21.00 waktu setempat (CEST), asap hitam masih membubung dari cerobong Kapel Sistina, yang menandakan Konklaf belum menghasilkan Paus baru sebagai penerus Paus Fransiskus. Paus Fransiskus yang tahun lalu mengunjungi Indonesia merupakan Kardinal Argentina keturunan imigran dari Italia, yang wafat pada 21 April 2025 setelah menderita sakit parah cukup lama.
Namun, secara cepat dan sangat damai, malam ini, Kardinal dari semua negara berhasil mencapai kesepakatan memilih pemimpin dunia baru dengan pengikut terbesar lintasnegara. Hal ini ditandai dengan barusan asap putih keluar dari cerobong yang menjadi perhatian miliaran mata di seantero jagad, yang menandakan pemilihan Paus sudah selesai hanya dalam pertemuan dua hari yang mewakili aspirasi 1,28-1,41 miliar umat Katolik dari berbagai etnis, ras, bahasa, dan bangsa yang berkembang di berbagai belahan dunia.
Artinya, sedikitnya, Paus baru telah dipilih dari 2/3 Kardinal peserta berusia di bawah 80 tahun, atau mengantongi minimal 89 suara. Kardinal Diakon segera mengumumkan nama Paus baru dengan rumusan awal: “Annuntio vobis gaudium magnum: Habemus Papam!“. Artinya: “Saya mengumumkan kepada Anda sekalian sebuah kegembiraan besar: Kita mempunyai seorang Paus!“
Nama resmi yang dipilih Prevost adalah Paus Leo XIV. Ia memilih nama "Leo" sebagai penghormatan terhadap dua pendahulunya yang berpengaruh: Santo Leo Agung dan Paus Leo XIII.
Santo Leo I (Leo Agung) adalah Paus pada abad ke-5 yang dikenal karena mempertahankan ajaran ortodoks dan memperkuat otoritas kepausan. Paus Leo XIII (menjabat dari 1878-1903) terkenal karena ensiklik Rerum Novarum yang meletakkan dasar bagi ajaran sosial Katolik modern. Dengan memilih nama Leo XIV, Paus Prevost menyatakan niat untuk melanjutkan warisan kepemimpinan yang kuat dan komitmen terhadap keadilan sosial.
Baca Juga
Hari Ke-2 Konklaf, Inilah Nama Kardinal Unggulan Kandidat Paus
Reformasi dan Pelayanan Kaum Marginal
Paus Robert F Prevost yang lahir pada 14 September 1955 di Chicago ini merupakan tokoh penting dalam Gereja Katolik, yang didirikan Yesus Kristus sendiri. Pada 8 Mei 2025, ia resmi terpilih sebagai Paus Leo XIV dan menjadi Paus pertama asal AS dan anggota Ordo Santo Agustinus pertama yang memimpin Gereja Katolik Roma, sejak abad ke-15.
Imam bernama asli Robert Francis Prevost ini lahir dari orang tua keturunan Eropa. Ayahnya Louis Marius Prevost keturunan Prancis dan Italia, sedangkan ibunya Mildred Martínez keturunan Spanyol. Ia memiliki dua saudara laki-laki.
Baca Juga
Kardinal Mulai Voting Hari Ini, Probabilitas Paus Terpilih dari Italia Terbesar?
Menyelesaikan pendidikan menengah di seminari kecil Ordo Santo Agustinus pada tahun 1973, ia kemudian memperoleh gelar Sarjana Matematika dari Universitas Villanova pada tahun 1977. Paus Leo XIV muda memasuki novisiat Ordo Santo Agustinus pada 1 September 1977 dan mengucapkan kaul kekal pada 29 Agustus 1981.
Ia juga meraih gelar Master dalam Teologi dari Catholic Theological Union di Chicago. Melanjutkan studi di Universitas Kepausan Santo Thomas Aquinas di Roma, ia memperoleh lisensiat dan doktorat dalam Hukum Kanonik pada tahun 1984 dan 1987.
Sementara itu, karier gerejawinya dimulai dengan ditahbiskan sebagai imam Ordo Santo Agustinus pada 19 Juni 1982, di Roma. Ia ditugaskan pergi ke Peru sebagai misionaris sejak 1985, termasuk sebagai kanselir Prélatur Teritorial Chulucanas dan rektor seminari di Trujillo.
Menjabat sebagai Prior Jenderal Ordo Santo Agustinus dari 2001 hingga 2013, Prevost diangkat sebagai Uskup Chiclayo, Peru, pada 26 September 2015. Ia kemudian memperoleh juga kewarganegaraan Peru (kewarganegaraan ganda).
Pada Januari 2023, dia ditunjuk oleh Paus Fransiskus sebagai Prefek Dikastri untuk Para Uskup dan Presiden Komisi Kepausan untuk Amerika Latin. Berikutnya, dikukuhkan sebagai Kardinal pada 30 September 2023.
Setelah wafatnya Paus Fransiskus pada 22 April 2025, Konklaf memilih Kardinal Prevost sebagai Paus ke-267 pada 8 Mei 2025. Ia mengambil nama Leo XIV, menandai kepemimpinan yang berkomitmen pada reformasi, inklusivitas, dan pelayanan kepada kaum marginal.
Sebagai Paus Leo XIV, ia dikenal karena pendekatan moderat dan dedikasinya terhadap misi sosial Gereja. Ia juga melanjutkan warisan Paus Fransiskus dalam memperjuangkan keadilan sosial dan reformasi internal Gereja.
AS Berpenduduk Katolik Terbesar Ke-4
Sementara itu, tanah kelahiran Paus Leo XIV tercatat sebagai negara adidaya dengan ekonomi terbesar dan memiliki penduduk Katolik terbanyak keempat di dunia. Negara ini juga tercatat pernah dua kali memiliki presiden beragama Katolik Roma. Saat ini, First Lady AS Melania Trump juga seorang Katolik, yang menjadikannya Ibu Negara AS Katolik pertama, sejak Jacqueline Kennedy. Sedangkan Jill Biden adalah First Lady AS Katolik yang ketiga.
Dalam sejarah kemerdekaan AS ratusan tahun, John F Kennedy yang merupakan presiden Katolik AS pertama merupakan tokoh nasional yang dicintai rakyat Negeri Paman Sam, yang mayoritas beragama Kristen Protestan. JFK yang karismatik dan orator ulung ini secara historis masih sangat dicintai dan dihormati oleh rakyat Amerika, bahkan puluhan tahun setelah dibunuh secara brutal dalam masa singkat kepresidenannya.
JFK antara lain dikenang sebagai presiden muda pendukung hak asasi manusia (HAM) dan inovasi. Ia dinilai presiden paling populer dalam sejarah AS modern, bahkan dibandingkan dengan tokoh-tokoh seperti Franklin D Roosevelt dan Ronald Reagan.
Keluarga besar Kennedy masih sangat dihormati dan memiliki pengaruh kuat di politik hingga kini. Bahkan, terbaru, Presiden AS Donald Trump mengangkat Robert F Kennedy Jr menjabat sebagai Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Amerika Serikat (Secretary of Health and Human Services). Keponakan JFK ini resmi dilantik pada 13 Februari 2025, setelah disetujui oleh Senat AS dengan suara 52:48.
Robert F Kennedy Jr adalah putra dari Senator dan Jaksa Agung Robert F Kennedy Sr. Robert Kennedy Sr merupakan adik kandung JFK.
Sedangkan Presiden AS yang beragama Katolik kedua adalah Joe Biden. Presiden ke-46 Amerika ini digantikan oleh Donald Trump, yang dilantik menjadi presiden periode keduanya pada 20 Januari 2025. Politisi senior dari Partai Demokrat AS itu secara terbuka mempraktikkan imannya, sering menghadiri Misa, dan dikenal membawa Rosario milik putra sulungnya Joseph Robinette "Beau" Biden III, yang meninggal muda dalam usia 46 tahun akibat kanker otak jenis glioblastoma.
10 negara dengan populasi umat Katolik terbanyak. Infografis: Riset Investortrust.

