Balas Tarif Trump, Kanada Mulai ‘Bersihkan’ Alkohol AS dari Toko
OTTAWA, Investortrust.id – Sejumlah Provinsi di Kanada mulai menarik sejumlah jenama alkohol asal Amerika Serikat dari rak-rak toko di Kanada. Langkah ini dilakukan sebagai tindakan balasan atas kebijakan tarif yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump.
Dilaporkan UPI.com, Selasa (2/2/2025), beberapa provinsi telah mengambil tindakan penarikan minuman beralkohol asal AS, seperti yang dilakukan provinsi Ontario, British Columbia, Nova Scotia, Quebec, Manitoba, serta Newfoundland dan Labrador.
Pemerintah Ontario, provinsi terpadat di Kanada, pada hari Minggu (2/2/2025) menginstruksikan Liquor Control Board of Ontario (LCBO) untuk menghapus semua produk alkohol asal AS dari toko fisik dan daring mereka selambat-lambatnya hari Selasa 4 Januari 2025.
Penarikan ini akan mencegah tak hanya pelanggan individu, tetapi juga pelanggan grosir, termasuk bar, restoran, toko bahan makanan, dan toko serba ada untuk membeli alkohol asal Amerika.
Menurut LCBO, mereka menjual alkohol asal AS senilai lebih dari US$ 676 juta, yang mencakup lebih dari 3.600 produk dari 35 negara bagian AS.
"Saya berharap kita tidak berada dalam situasi ini," kata Perdana Menteri Ontario Doug Ford dalam pernyataan tertulisnya setelah pengumuman Trump pada akhir pekan.
"Presiden Trump telah memilih untuk melanjutkan tarif yang hanya akan merugikan Amerika dan membuat warga Amerika semakin miskin. Kanada sekarang tidak punya pilihan selain melawan, dan melawan dengan keras," tegasnya.
Baca Juga
Balas Kebijakan Tarif Trump, Kanada Terapkan Tarif Impor bagi Sejumlah Produk AS
Dikatakan Ford, sejatinya penerapan tarif telah mengancam sekitar 450.000 pekerjaan di Ontario dan akan berdampak pada semua sektor dan wilayah. Pemerintah Ontario, lanjutnya, kini akan menginvestasikan miliaran dolar untuk melatih kembali pekerja, mengadaptasi perusahaan untuk pelanggan baru, dan merombak rantai pasokan.
Sementara itu Perdana Menteri British Columbia, David Eby, kepala provinsi terpadat ketiga di Kanada, mengumumkan pada hari Sabtu (1/2/2025) bahwa mereka segera menarik minuman beralkohol asal AS. Ia juga menginstruksikan pemerintah provinsi dan perusahaan federal untuk lebih memilih produk Kanada dibandingkan produk Amerika.
Eby menggambarkan langkah Trump sebagai "deklarasi perang ekonomi terhadap sekutu terpercaya."
Di Nova Scotia, Perdana Menteri Tim Houston mengumumkan bahwa provinsi tersebut akan membatasi pengadaan bisnis dengan Amerika, dan berupaya membatalkan kontrak yang ada. Provinsi itu juga akan menaikkan dua kali lipat tarif tol di Cobequid Pass untuk kendaraan komersial asal AS mulai Senin 3 Januari 2025, dan akan menghapus semua alkohol asal AS dari rak-rak toko setempat mulai Selasa 4 Januari 2025.
Di Provinsi Newfoundland dan Labrador, Perdana Menteri Andrew Furey pada hari Minggu (2/2/2025) juga menarik minuman keras asal AS dari toko-tokonya, sambil menyerukan kepada komunitas internasional "untuk membeli secara bertanggung jawab dan mendukung Kanada dalam menghadapi perundungan ekonomi dari Amerika."
Baca Juga
Trump: Kanada, China dan Meksiko Tak Bisa Cegah Penerapan Tarif Impor oleh AS
Manitoba dan Quebec juga mengumumkan penghentian penjualan alkohol asal AS di provinsi mereka.
Seperti diberitakan, Trump menerapkan tarif 25% pada barang impor dan 10% pada sumber energi impor dari Kanada pada hari Sabtu, dengan alasan masuknya obat-obatan terlarang, khususnya fentanyl, ke Amerika Serikat melalui perbatasan kedua negara.
Dengan nilai perdagangan tahunan mencapai US$ 776 miliar, Kanada adalah mitra dagang terbesar Amerika Serikat, di bawah Meksiko, yang juga dikenakan tarif serupa oleh Trump. Namun, menurut statistik AS, hanya sekitar 50 pon fentanyl yang disita di perbatasan utara AS tahun lalu, dibandingkan lebih dari 18.000 pon yang disita di perbatasan selatan.
Sebagai tanggapan, Perdana Menteri Justin Trudeau pada hari Minggu mengumumkan tarif balasan sebesar 25% terhadap barang-barang Amerika senilai US$ 155 miliar.

