Trump Akan Larang Layanan Medis bagi Transgender di Bawah Umur
JAKARTA, Investortrust.id - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump telah mengeluarkan perintah eksekutif pada hari Selasa (28/1/2025), yang mengarahkan lembaga-lembaga federal untuk membatasi akses perawatan medis bagi remaja transgender di bawah usia 19 tahun. Perintah eksekutif ini juga memblokir pendanaan federal untuk perawatan tersebut.
Perintah ini mengharuskan program kesehatan federal untuk mengecualikan cakupan biaya operasi afirmasi gender dan terapi hormon bagi anak di bawah umur mulai tahun 2026. Ketentuan utama dalam perintah ini mencakup arahan kepada Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat (Departmen Health and Human Services/HHS) untuk meninjau kembali dan mencabut pedoman tahun 2022 mengenai perawatan afirmasi gender.
Perintah ini sekaligus mewajibkan institusi medis penerima hibah penelitian federal, untuk menghentikan pemberian perawatan tersebut kepada anak di bawah umur, serta menginstruksikan Departemen Kehakiman untuk memprioritaskan penyelidikan terhadap potensi penipuan konsumen terkait dampak jangka panjang dari perawatan ini. Tak ketinggalan perintah eksekutif ini juga menyerukan perlindungan baru bagi karyawan yang ingin melaporkan ketidakpatuhan oleh rekan kerja mereka terkait gender dan layanan medisnya.
Perintah ini pun mengarahkan HHS untuk melakukan tinjauan literatur dalam 90 hari, terkait opsi perawatan bagi remaja transgender. Dalam dokumen tersebut transgender di bawah umur disebut sebagai “anak-anak yang mengalami disforia gender, disforia gender onset cepat, atau kebingungan identitas berbasis gender lainnya". Selain itu, Departemen Kehakiman ditugaskan untuk bekerja sama dengan Kongres dalam menyusun undang-undang yang memberikan hak bagi individu yang terdampak, untuk mengajukan gugatan secara pribadi.
Baca Juga
Ganti Nama Gunung hingga Buka Hutan Alaska, Ini Perintah Eksekutif Donald Trump
Jadwal implementasi akan bervariasi, tergantung pada masing-masing lembaga, dengan laporan kemajuan awal yang harus diserahkan dalam 60 hari. Perintah eksekutif ini dikeluarkan di tengah perdebatan nasional yang sedang berlangsung mengenai hak-hak transgender dan akses terhadap layanan kesehatan.
Menurut data Human Rights Campaign, warga transgender Amerika menghadapi hambatan signifikan dalam mendapatkan layanan kesehatan, dengan 22% tidak memiliki asuransi kesehatan dan 29% melaporkan bahwa mereka pernah ditolak oleh penyedia layanan medis karena identitas gender mereka.
Remaja transgender menghadapi tantangan yang lebih besar. Berdasarkan penelitian, mereka mengidentifikasi diri dalam spektrum identitas gender yang luas dan secara historis mengalami kesulitan dalam mengakses perawatan medis yang sesuai serta layanan dukungan.
Meskipun dukungan publik terhadap hak-hak transgender meningkat dari 25% menjadi 62% antara tahun 2014 dan 2019, komunitas transgender di Amerika Serikat masih menghadapi tingkat kemiskinan yang tidak proporsional, diskriminasi dalam perumahan dan pekerjaan, serta kesulitan dalam memperoleh dokumen identitas yang sesuai dengan gender mereka.
Isu perawatan afirmasi gender dan opsi pengobatan bagi remaja transgender menjadi salah satu topik utama dalam musim pemilu 2024, dengan Partai Republik yang bersekutu dengan Trump secara luas menolak urgensi perawatan tersebut.

