Uni Eropa Tidak Siap Hadapi Trump 2.0
DAVOS, investortrust.id - Uni Eropa (UE) tidak siap menghadapi pemerintahan kedua Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump selama 4 tahun ke depan atau dikenal Trump 2.0.
Hal itu diungkapkan eksekutif bisnis terkemuka Jerman dalam pertemuan pembuat kebijakan dan para CEO pada ajang tahunan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos, Swiss.
Presiden Trump yang baru dilantik menandatangani serangkaian perintah eksekutif pada Senin (20/1/2205), tak lama setelah dilantik sebagai presiden AS ke-47.
Baca Juga
TikTok akan Dibeli Elon Musk atau Larry Ellison? Ini Sinyal dari Trump
“Saya pikir kita perlu menunggu dan melihat sampai fakta-faktanya terungkap,” kata Ketua Dewan Pengawas Siemens Energy Joe Kaeser kepada CNBC di acara WEF, Selasa (21/1/2025).
Menurut Kaeser, ada perbedaan era kepemimpinan Trump jilid satu dan saat ini. “Jelas, ini terlihat berbeda dengan sebelumnya. Trump 1.0 hanya berisik, sedikit sinyal, dan sedikit tindakan. Kali ini pemerintahan Trump tampaknya siap untuk mengubah banyak hal bagi dunia,” kata Kaeser.
Sayangnya, kata dia, Uni Eropa tidak siap untuk ikut campur karena tidak memiliki kebijakan ekonomi luar negeri yang mumpuni . "Tidak ada kebijakan yang mewakili 450 juta orang dalam perekonomian ini. Jadi, ini akan menjadi waktu yang menarik,” tambahnya.
Baca Juga
Sebelumnya, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan bahwa UE siap berbisnis dengan dunia.
Adapun Presiden dan Chief Executive Officer WEF Børge Brende mengatakan, meski Donald Trump tidak akan menginjakkan kaki di Davos, Swiss minggu ini, tetapi presiden AS tersebut membawa minat baru pada pertemuan tahunan para pemimpin bisnis dan politik.
"Memang benar bahwa setiap orang di sini sangat tertarik untuk memahami lebih jauh tentang Trump 2.0," kata Presiden WEF Borge Brende kepada AFP dalam sebuah wawancara, Selasa (21/1/2025).

