Yield Obligasi Pemerintah AS 10-Tahun Merosot Setelah Rilis Inflasi
NEW YORK, investortrust.id - Imbal hasil obligasi Pemerintah AS menurun pada Rabu (27/11/2024). Sedangkan, harga obligasi naik setelah data inflasi PCE (private consumer expenditure) AS Oktober dirilis.
Baca Juga
Risalah The Fed Indikasikan Pemotongan Bunga Bertahap, Yield USTreasury Naik
Imbal hasil Treasury 10-tahun merosot 5,4 basis poin menjadi 4,248%, sementara imbal hasil Treasury 2-tahun turun 3,3 basis poin menjadi 4,221%.
Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) untuk Oktober, indikator inflasi utama yang digunakan Federal Reserve, meningkat 0,2% dibandingkan bulan sebelumnya dan naik 2,3% dibandingkan tahun lalu (YoY/year on year). Kedua angka ini sesuai dengan perkiraan konsensus Dow Jones, meskipun tingkat tahunan lebih tinggi dibandingkan 2,1% pada September. Tanpa memasukkan makanan dan energi, inflasi inti naik 0,3% secara bulanan dan 2,8% secara tahunan, juga sejalan dengan ekspektasi para ekonom.
“Secara keseluruhan, tidak ada data yang mengubah pandangan The Fed terkait kemungkinan pemotongan atau jeda suku bunga bulan depan,” tulis Ian Lyngen, kepala suku bunga AS di BMO, dalam sebuah catatan, seperti dikutip CNBC.
Laporan lain pada Rabu menunjukkan klaim awal tunjangan pengangguran turun sebanyak 2.000 menjadi 213.000 pada pekan yang berakhir 23 November, menunjukkan pasar tenaga kerja AS tetap ketat. Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan klaim berada di angka 215.000.
Risalah rapat The Fed dari November yang dirilis Selasa menunjukkan para pejabat bank sentral optimis bahwa inflasi mulai mereda dan pemotongan suku bunga lebih lanjut akan dilakukan, meskipun secara bertahap.
Trader kini memperkirakan kemungkinan hampir 67% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar seperempat poin persentase pada pertemuan kebijakan berikutnya pada Desember, sementara sekitar 33% memperkirakan tidak ada perubahan.
Baca Juga
Perhitungan ini berdasarkan harga futures suku bunga, seperti yang dilacak oleh alat FedWatch dari CME Group. The Fed sebelumnya telah memangkas suku bunga sebesar setengah poin persentase atau 50 basis poin (bps) pada September dan 25 bps lagi awal bulan ini, menurunkan suku bunga acuan ke kisaran 4,50%-4,75% saat ini.
Sementara itu, pemilihan Scott Bessent oleh Presiden terpilih Donald Trump sebagai Menteri Keuangan terus memberikan ketenangan bagi investor minggu ini. Sebagai seorang konservatif fiskal, Bessent diperkirakan akan memprioritaskan stabilitas pasar dan pertumbuhan ekonomi.

