Wall Street Bervariasi: Dow Jones Melaju di Atas 100 Poin, Nasdaq Melemah
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS ditutup bervariasi pada Rabu waktu AS atau Kamis (21/11/2024). Dow Jones melaju di atas 100 poin, tapi Nasdaq turun.
Baca Juga
Wall Street Abaikan Ketegangan Rusia-Ukraina, Nasdaq Melambung Ditopang Saham Nvidia
Indeks S&P 500 berakhir datar pada 5.917,11. Dow Jones Industrial Average naik 139,53 poin, atau 0,32%, menjadi 43.408,47. Sedangkan, Nasdaq Composite turun 0,11% menjadi 18.966,14.
“Kegelisahan terhadap pendapatan Nvidia dan meningkatnya ketegangan politik mengkhawatirkan investor. Namun, kita tidak boleh melupakan bahwa saham masih mencatatkan tahun yang bersejarah, dan ekonomi belum menunjukkan tanda-tanda perlambatan besar,” beber Ryan Detrick, kepala strategi pasar di Carson Group, seperti dikutip CNBC.
Perhatian pasar tertuju pada Nvidia, perusahaan unggulan di bidang kecerdasan buatan. Hasil laporan Nvidia dipandang lebih penting daripada beberapa laporan ekonomi utama mengingat kapitalisasi pasar produsen chip tersebut sebesar $3,6 triliun. Laporan ini juga dapat menjadi penentu arah pasar untuk sisa minggu ini. Investor menantikan detail permintaan untuk chip AI Blackwell miliknya, yang bulan lalu disebut oleh CEO Jensen Huang sebagai "luar biasa."
Investor berharap laporan tersebut dapat menjadi katalis untuk kembali mendorong pasar naik menjelang akhir tahun, setelah reli besar pascapemilu mulai mereda.
Pekan lalu, saham mengalami tekanan karena Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengindikasikan bahwa bank sentral tidak terburu-buru untuk menurunkan suku bunga. Ketegangan geopolitik yang meningkat antara Rusia dan Ukraina juga mengguncang pasar pada hari Selasa.
Baca Juga
Powell : The Fed Tidak Perlu ‘Terburu-buru’ Turunkan Suku Bunga
Pada akhir perdagangan, saham Nvidia turun 0,76%.
“Seperti kebanyakan investor, kami akan mengamati laporan pendapatan Nvidia untuk melihat petunjuk tentang bagaimana pengeluaran AI berkembang,” tulis Chris Senyek dari Wolfe Research dalam catatannya.
Saham Ritel
Saham Target merosot 21% setelah melaporkan penurunan pendapatan terbesar dalam dua tahun dan menurunkan panduan sepanjang tahun karena melemahnya permintaan barang non-esensial dan tekanan biaya.
Kekecewaan ini menekan saham ritel utama lainnya, dengan ETF SPDR S&P Retail (XRT) turun hampir 1%. Saham ritel diskon juga melemah. Dollar Tree jatuh 2,6%, Dollar General turun 4,2%, dan Five Below melemah 1,7%. Raksasa e-commerce Amazon tergelincir hampir 1%.
Di sisi lain, saham Comcast naik 1,6% setelah perusahaan media itu mengumumkan rencana untuk memisahkan jaringan kabelnya, termasuk MSNBC dan CNBC. Proses pemisahan ini diperkirakan akan memakan waktu sekitar satu tahun. Comcast pertama kali mengisyaratkan kemungkinan pemisahan ini dalam laporan pendapatan Oktober lalu.

