OKI Nyatakan Israel Bertanggung Jawab atas Terbunuhnya Haniyeh
JEDDAH, investortrust.id - Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menyatakan Israel sepenuhnya bertanggung jawab atas pembunuhan Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh. OKI menyebutnya sebagai kejahatan agresi, pelanggaran hukum internasional yang mencolok, dan pelanggaran serius terhadap kedaulatan Iran.
Baca Juga
Pemimpin Hamas Terbunuh di Teheran, Minyak Mentah AS Melonjak 4%
Pertemuan darurat pada Rabu (7/8/2024) dipicu oleh tuduhan Iran bahwa Israel membunuh Haniyeh yang juga merupakan mantan Perdana Menteri Palestina. Pertemuan diakhiri dengan kecaman keras terhadap tindakan Israel.
OKI menekankan bahwa pembunuhan Haniyeh saat dia berada di Teheran merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional, Piagam PBB, dan serangan terhadap integritas teritorial dan keamanan nasional Iran.
Pernyataan akhir yang dikeluarkan dari kota Jeddah, Arab Saudi, sebagaimana dilansir Antara, menyesalkan kejahatan perang dan genosida yang dilakukan oleh Israel di Gaza dan Tepi Barat, termasuk Yerusalem.
Baca Juga
Jokowi Kecam Keras Pembunuhan Ismail Haniyeh: Tidak Bisa Ditoleransi
OKI juga mendesak Dewan Keamanan PBB memberlakukan gencatan senjata segera dan komprehensif terhadap agresi Israel dan memastikan akses yang memadai serta berkelanjutan terhadap bantuan kemanusiaan di seluruh Jalur Gaza.
Organisasi tersebut turut menyampaikan kekhawatiran tentang potensi eskalasi, khususnya sebagai tanggapan atas pembunuhan pemimpin Hizbullah Fuad Shukr di Beirut dan kemungkinan tindakan balasan dari Iran setelah pembunuhan Haniyeh.
Eskalasi terjadi di tengah serangan dahsyat Israel di Jalur Gaza, sekitar 10 bulan lalu. Ini merupakan balasan atas serangan mendadak Hamas ke Israel 7 Oktober, yang menyebabkan sekitar 1.200 orang tewas.
Balasan Israel sangat dahsyat dan mengerikan. Hampir 40.000 warga Palestina telah tewas sejak saat itu, sebagian besar adalah wanita dan anak-anak, dan lebih dari 91.000 orang terluka, menurut otoritas kesehatan setempat.
Lebih dari 10 bulan dalam perang Israel, sebagian besar wilayah Gaza hancur di tengah blokade makanan, air bersih, dan obat-obatan yang melumpuhkan. Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) telah mendorong gencatan senjata segera, namun sampai saat ini belum ada kesepakatan antara pihak Hamas dan Israel
Baca Juga
Hamas Sampaikan Rencana Gencatan Senjata di Tengah Gencarnya Serangan Israel

