Dagestan Rusia Diguncang Serangan Teroris, Sedikitnya 10 Orang Tewas
JAKARTA, Investortrust.id - Setidaknya 10 orang tewas dan puluhan lainnya dilaporkan terluka dalam serangan serentak terhadap situs keagamaan dan pos polisi di wilayah Dagestan Rusia pada Minggu (24/6/2024) waktu setempat.
Di kota Derbent, orang-orang bersenjata melepaskan tembakan ke arah Gereja Ortodoks Syafaat Perawan Suci. Seperti dilaporkan lapor saluran Telegram Baza, para saksi bercerita bahwa mereka mendengar suara tembakan dan melihat asap mengepul dari sekitar gereja.
Kementerian Dalam Negeri Dagestan mengonfirmasi bahwa gereja Ortodoks dan sinagoga di Derbent diserang dengan senjata otomatis sekitar pukul Minggu pukul 18.00. waktu setempat. Para penyerang dilaporkan melarikan diri dengan kendaraan Volkswagen Polo putih. Video yang dibagikan di Telegram menunjukkan sinagoga dalam keadaan terbakar dan sebuah kendaraan polisi rusak.
Di sekitar waktu yang sama, kebakaran terjadi di sebuah sinagoga di ibu kota daerah, Makhachkala. Video dari lokasi kejadian menunjukkan asap mengepul dari jendela lantai tiga sinagoga. Kantor Kementerian Dalam Negeri setempat melaporkan bahwa orang-orang bersenjata juga menyerang sebuah pos polisi. Rekaman dari Makhachkala menunjukkan orang-orang bersenjata berpakaian hitam menembaki mobil polisi yang lewat dengan senjata otomatis.
Baca Juga
Hubungan Makin Mesra, Putin Tegaskan Rusia-Korut Akan Saling Bantu Jika Diserang
Menurut informasi dari Kementerian Dalam Negeri Dagestan, enam petugas polisi tewas dalam serangan tersebut dan 12 lainnya luka-luka. Baza menulis bahwa seorang warga sipil di sinagoga Derbent juga terbunuh. Secara terpisah Kantor Lembaga Fatwa Dagestan melaporkan sembilan orang tewas, termasuk tujuh petugas polisi, dan 25 orang lainnya terluka.
Shamil Khadulaev, ketua Komisi Pengawasan Publik Dagestan seperti dikutip Meduza.io, menyebut seorang pendeta Ortodoks, Pastor Nikolai terbunuh dalam serangan terhadap gereja di Derbent. Komite Nasional Anti-Terorisme Rusia mengonfirmasi kematian pendeta tersebut.
Komite Anti-Terorisme juga mengumumkan pemberlakukan aturan operasi kontra-teroris di Dagestan. “Untuk menjamin keselamatan warga negara, menekan aksi teroris, dan menangkap mereka yang terlibat dalam serangan bersenjata,” demikian disampaikan lembaga tersebut. Berikutnya Komite Investigasi Rusia mengumumkan bahwa mereka telah meluncurkan penyelidikan kriminal atas tuduhan “tindakan terorisme.”
Sementara itu Kementerian Dalam Negeri Dagestan melaporkan empat pria bersenjata yang terlibat dalam serangan di Makhachkala tewas . Laporan sebelumnya menyebutkan baku tembak terjadi antara penyerang dan petugas di dekat gereja tempat 19 orang dilaporkan berlindung dari tembak menembak.
Sejumlah video yang beredar di media sosial Telegram menunjukkan gambar jenazah para pria bersenjata yang tewas, rekaman lainnya menunjukkan dua tersangka penyerang yang ditahan di sebuah pantai di Makhachkala.

