Mantan Ketua DPR AS Sebut Stablecoin Akan Bantu AS Imbangi China
JAKARTA, investortrust.id - Mantan Ketua DPR Amerika Serikat (AS), Paul Ryan mengungkapkan, aset kripto paling stabil di pasar atau stablecoin yang dipatok dalam mata uang dolar AS dapat meringankan krisis utang pemerintah, juga dapat membantu mata uang tersebut untuk mengimbangi yuan China yang kini telah menunjukan kekuatannya dalam perdagangan internasional.
“AS sedang menuju krisis utang yang dapat diprediksi namun dapat dihindari, dan stablecoin yang didukung dolar adalah salah satu jawaban untuk menjaga dolar tetap menarik,” ujarnya, dilansir dari Cointelegraph, Senin (17/6/2024).
Ryan, yang saat ini menjadi anggota dewan kebijakan di perusahaan modal ventura yang berfokus pada aset kripto, Paradigma ini menggambarkan, akan ada peningkatan permintaan utang AS secara langsung dan jangka panjang. Hal ini diyakini akan mengurangi risiko kegagalan lelang utang dan krisis yang menyertainya.
Baca Juga
Mobee Rilis Program Pembelian Stablecoin USDC Tanpa Biaya Transaksi Lewat Opsi Flexi Earn
“Pasar stablecoin senilai US$ 162 miliar (Rp 2.666,90 triliun) sudah menyediakan sumber permintaan yang besar untuk treasury AS, dan perannya dalam mempertahankan dominasi dolar sangat tepat waktu,” katanya.
Hal ini, lanjut Ryan, memungkinkan pembiayaan yang murah dan andal untuk pengeluaran fiskal pada jalur blockchain, yang dapat membantu dolar AS mempertahankan pengaruhnya yang substansial terhadap sistem keuangan global.
Ia mencatat, China telah mengintegrasikan mata uangnya pada berbagai platform investasi infrastruktur digital di sejumlah pasar berkembang dan AS perlu menemukan solusinya sendiri sebelum semuanya terlambat.
Baca Juga
Bank di Kolombia Resmi Luncurkan Exchange Kripto dan Stablecoin
“AS tidak bisa tinggal diam ketika pesaing internasional terbesarnya memanfaatkan permintaan terpendam akan uang digital yang aman dan nyaman,” ucap Ryan.
Menurutnya, kerangka regulasi yang tanggung untuk stablecoin sudah mendapat dukungan bipartisan di kongres, yang dapat membantu memperluas penggunaan dolar digital secara drastis di saat kritis.
“Stablecoin yang didukung oleh dolar menyediakan permintaan untuk utang publik AS dan cara untuk mengimbangu China,” kata Ryan.

