Dubes Palestina Berterima Kasih kepada Rakyat Indonesia, Kemenlu RI Kutuk Ekstremis Israel
JAKARTA, investortrust.id - Duta Besar (Dubes) Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al-Shun mengucapkan terima kasih kepada rakyat dan pemerintah Indonesia yang secara konsisten mendukung perjuangan Palestina.
"Indonesia selalu menyampaikan pendapatnya di forum internasional dan mengambil langkah yang nyata untuk mencari solusi," ujar Zuhair Al-Shun saat menyampaikan pernyataan pers terkait Peringatan ke-76 Al Nakba dan paparan situasi terkini di Palestina di Kedubes Palestina, Jakarta, Jumat (10/5/2024).
Zuhair mengakui, dalam hal diplomasi, Indonesia selalu menunjukkan dukungannya terhadap Palestina di setiap forum internasional. Selain itu, rakyat bersama pemerintah Indonesia turut aktif mengirimkan berbagai bantuan ke Gaza.
Zuhair Al-Shun membeberkan, akar permasalahan di negaranya adalah penjajahan yang dilakukan Israel di Palestina. Kekejian Israel di tanah Palestina dapat dihentikan atas dukungan dari negara-negara lainnya seperti Indonesia.
"Kita harus mengatasi konflik sebenarnya. Fakta sederhananya, jika pengambilalihan wilayah Palestina ini berakhir, semuanya akan kembali normal," tegas dia.
RI Kutuk Ekstremis Israel
Sementara itu, Indonesia mengutuk keras tindakan pembakaran Markas Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Pengungsi Palestina atau United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA) oleh warga ekstremis Israel di wilayah pendudukan, Yerusalem, pada Kamis (9/5/2024) malam.
“Kekerasan tersebut terjadi di depan mata polisi Israel di wilayah pendudukan. Pembiaran ini tidak dapat diterima dan membuktikan bahwa Israel bertanggung jawab atas terjadinya kekerasan tersebut,” kata Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI di akun resmi X, Jumat (10/5/2024).
Kemenlu RI menegaskan, tindak kekerasan itu sama sekali tidak dapat diterima karena menyangkut markas badan PBB yang bergerak di bidang kemanusiaan.
Pembakaran markas UNRWA, menurut Kemenlu RI, juga menciptakan preseden sangat buruk terhadap keselamatan dan keamanan gedung, serta personel PBB dan misi kemanusiaan lainnya.
“Peristiwa tersebut menambah daftar panjang kekerasan, pendudukan ilegal, dan berbagai pelanggaran hukum internasional dan hukum humaniter internasional yang dilakukan oleh Israel,” tandas Kemenlu RI.
Atas dasar itu pula, Indonesia mendesak Dewan Keamanan (DK) PBB untuk segera bergerak meminta pertanggungjawaban Israel atas kejahatan dan pelanggaran-pelanggaran hukum internasional yang terus dilakukannya.
“Saatnya DK PBB, terutama negara pemegang veto, menunjukkan kepemimpinan dan kebijaksanaannya demi keadilan, kemanusiaan, dan perdamaian,” tegas Kemenlu RI.
Komisaris Jenderal UNRWA, Philippe Lazzarini mengatakan, pemukim Israel sudah dua kali membakar perimeter kantor pusat UNRWA di Yerusalem Timur yang diduduki. “Meskipun tidak ada korban jiwa, kebakaran itu menyebabkan kerusakan di luar Markas UNRWA,” tutur dia.
Mengingat insiden mengerikan kedua yang terjadi dalam waktu kurang dari sepekan ini, Lazzarini memutuskan untuk menutup kompleks tersebut sampai keamanan pulih kembali.
Insiden terbaru ini menandai serangan kedua terhadap kantor pusat UNRWA di Yerusalem Timur dalam waktu kurang dari dua hari.
Sebelumnya, seperti dikutip Antara, kelompok sayap kanan melakukan aksi protes di depan kantor UNRWA di kawasan Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur, Selasa (7/5/2024) malam guna menuntut penutupan kantor badan PBB tersebut.
UNRWA telah menghadapi tekanan Israel atas tuduhan yang tidak terbukti bahwa beberapa staf badan tersebut terlibat dalam serangan terhadap Israel pada 7 Oktober 2023 yang dilakukan kelompok Hamas Palestina.
UNRWA dibentuk oleh Majelis Umum PBB lebih dari 70 tahun lalu untuk membantu warga Palestina yang terpaksa mengungsi dari tanah mereka.
Badan ini memberikan dukungan penting kepada jutaan pengungsi Palestina di Jalur Gaza, Tepi Barat, Yordania, Lebanon, Suriah, dan wilayah lain di mana sejumlah besar warga Palestina yang terdaftar tinggal.

