Wall Street Nyungsep Terseret Saham ‘Big Tech’, Dow Jones Anjlok 400 Poin
NEW YORK, Investortrust.id – Pasar saham Amerika Serikat (AS) turun tajam pada penutupan perdagangan Selasa waktu AS atau Rabu (6/02/2024) WIB. Indeks Dow Jones anjlok 400 poin lebih.
Baca Juga
Reli Wall Street Terhenti, Nasdaq dan S&P 500 Jatuh meski Saham Teknologi AI Menguat
Indeks utama Wall Street melemah. Penurunan tajam terjadi pada saham-saham teknologi besar seperti Apple, yang menyeret pasar makin menjauh dari rekor tertinggi yang baru-baru ini dicapai.
Nasdaq Composite mundur 1,65% menjadi 15.939,59 karena saham-saham teknologi merasakan beban terberat dari penurunan pasar. Dow Jones Industrial Average kehilangan 404,64 poin, atau 1,04%, menjadi 38.585,19. S&P 500 merosot 1,02%, ditutup pada 5.078,65.
Apple tergelincir hampir 3% didukung oleh laporan dari Counterpoint Research yang menemukan penjualan iPhone anjlok di Tiongkok dalam enam minggu pertama tahun 2024.
Beberapa saham teknologi besar lainnya termasuk Netflix dan Microsoft merosot hampir 3%, sementara Tesla turun hampir 4%. Sektor teknologi informasi S&P 500 memimpin penurunan indeks secara luas dengan kerugian lebih dari 2%.
Di luar teknologi mega-cap, GitLab anjlok 21% setelah perusahaan perangkat lunak tersebut membukukan perkiraan yang lemah untuk setahun penuh. Intel dan Salesforce adalah yang berkinerja terburuk di Dow, dengan masing-masing turun lebih dari 5%.
“Semakin tinggi mereka tumbuh, semakin keras mereka jatuh,” kata Scott Ladner, CIO di Horizon Investments, seperti dikutip CNBC internasional.
Di luar teknologi, Target melonjak 12% setelah pendapatan kuartal liburan lebih kuat dari perkiraan Wall Street. AeroVironment menguat hampir 28% menyusul laporan triwulanan dan prospek yang lebih baik dari perkiraan dari perusahaan pertahanan tersebut.
Pergerakan pada hari Selasa terjadi ketika investor terus mencerna reli pasar baru-baru ini ke level tertinggi sepanjang masa, yang didukung oleh optimisme seputar kecerdasan buatan. Meskipun mengalami penurunan dalam dua sesi terakhir, indeks pada tiga sesi masih lebih tinggi dari tahun ke tahun.
Bitcoin adalah aset terbaru yang mencapai rekor, mencapai titik tertinggi sepanjang masa pada hari Selasa. Namun, mata uang digital dengan cepat bergerak ke zona merah setelah melampaui puncaknya untuk pertama kalinya dalam dua tahun.
Baca Juga
Indeks Wall Street Kompak Menguat, Nasdaq dan S&P 500 Capai Rekor Tertinggi

