Pasar Asia-Pasifik Jatuh di Tengah Meningkatnya Ketegangan Israel-Iran
TOKYO, investortrust-id - Pasar Asia-Pasifik tergelincir pada hari Senin karena pelaku pasar mempertimbangkan dampak serangan pesawat tak berawak Iran terhadap Israel selama akhir pekan. Selain, mereka juga fokus pada data ekonomi utama dari Tiongkok dan Jepang pada akhir minggu ini.
Baca Juga
Pasar Asia Menguat, Nikkei Capai Titik Tertinggi Sepanjang Masa
Iran meluncurkan lebih dari 300 drone dan rudal terhadap sasaran militer di Israel pada hari Sabtu dalam serangan yang digambarkan oleh Presiden Joe Biden sebagai “belum pernah terjadi sebelumnya.”
Amerika melakukan intervensi untuk membantu Israel secara langsung menembak jatuh hampir semua amunisi yang masuk, kata Biden dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu.
Harga minyak sedikit berubah pada Senin pagi, dengan minyak mentah berjangka Brent diperdagangkan naik 0,02% pada $90,47 per barel dan minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate 0,13% lebih rendah pada $85,55.
India akan merilis angka inflasi grosir untuk bulan Maret hari ini, sementara Tiongkok akan mengumumkan angka PDB kuartal pertama pada hari Selasa. Jepang akan merilis data perdagangan bulan Maret dan angka inflasi masing-masing pada hari Rabu dan Jumat.
Dikutip dari CNBC, Nikkei 225 Jepang turun 1,28% pada pembukaan, sedangkan Topix berbasis luas turun 0,97%.
Kospi Korea Selatan turun 0,92%, sedangkan saham berkapitalisasi kecil Kosdaq turun 1,58%.
Di Australia, S&P/ASX 200 mengalami kerugian lebih kecil dibandingkan pasar Asia lainnya, turun 0,14%.
Saham berjangka AS naik lebih tinggi pada hari Minggu karena investor menilai serangan rudal dan pesawat tak berawak Iran terhadap Israel, serta lonjakan volatilitas pasar ekuitas yang mengirim Dow Jones Industrial Average ke minggu terburuk tahun ini pada minggu lalu.
Kontrak berjangka yang terkait dengan Dow Jones Industrial Average naik 90 poin, atau 0,2%. S&P 500 berjangka bertambah 0,2% dan Nasdaq-100 berjangka menguat 0,3%.
Emas berjangka turun sedikit menjadi $2,373 per ounce. Emas batangan mencapai rekor tertinggi pada minggu lalu dan naik 15% tahun ini karena investor mencari keamanan dari inflasi yang tinggi dan ketegangan geopolitik.
Baca Juga

