Tragedi Kemanusiaan: 335 Ribu Balita di Palestina Makan Pakan Hewan!
GAZA, investortrust.id – Sedikitnya 335 ribu anak di bawah lima tahun (balita) di jaur Gaza, Palestina dilanda kelaparan. Orang tua mereka terpaksa memberikan pakan ternak kepada anak-anak tak berdosa itu untuk disantap sebagai makanan agar tidak mati kelaparan. Itu dilakukan karena sebagian besar pasokan makanan telah habis di seluruh Gaza.
Seperti dilansir dari Aljazeera.com, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan,setidaknya 40% dari 2,3 juta orang (920 ribu orang) di Gaza berisiko kelaparan. Menurutpakar PBB, paceklik mungkin sudah terjadi akibat seranganIsrael dan penghancuran sistem pangan.
“Semua anak balita di Gaza yang jumlahnya mencapai 335 ribu tidak mendapatkan nutrisi yang cukup. Itu berarti mereka semua berisiko mengalami gangguan fisik dan kognitif permanen, dokter menyebutkanyakerdil. Masa depanmereka terancam,” kata pakar khusus PBB tentang hak atas makanan, Michael Fakhri kepada Aljazeera.com, Selasa (23/01/2024).
Baca Juga
Netanyahu Tolak Hentikan Serangan ke Gaza, Sebut Palestina Negara Berbahaya
Menurut Michael Fakhri, orang-orang di Gaza menunggu berjam-jam untuk mendapatkan bantuan makanan, namun terkadang tidak mendapatkannya sama sekali.Risiko paceklik atau kelaparan di Gaza bukanlah suatu kecelakaan.
“Tujuan Israel adalah mendorong orang Palestina keluar dari Gaza. Mereka mengatakannya dengan jelas. Mereka menggunakan bahasa yang merendahkan martabat manusia. Mereka menyebut orang Palestina binatang dan mereka menargetkan warga sipil hanya karena mereka orang Palestina,” papar Fakhri.
Israel mengepung total Gaza sejak Oktober 2023 setelah Hamas menyerang negara itu. Israel memblokir pasokan makanan, air, bahan bakar, dan obat-obatan untuk warga sipil. “Pengepungan saat ini adalah salah satu penyebabnya, tetapi ini menjadi masalah yang berkelanjutan,” tutur dia.
Baca Juga
Kiriman Bantuan ke Gaza Terhambat, PBB Sebut Israel Menolak Berikan Akses Masuk
Sejatinya, kata Fakhri, Israel telah memblokade Gaza selama 16 tahun terakhir. Blokade bahkan dilancarkan sebelum perang. “Separuh orang di Gaza mengalami ketidakamanan pangan dan 80% bergantung pada bantuan (sosial dan kemanusiaan),” tandas Fakhri.
Hancurkan Sistem Pangan
Michael Fakhri mengungkapkan, perang Israel juga menargetkan pasokan makanan di Gaza. “Israel menghancurkan sistem pangan Palestina. Israel telah menghancurkan sekitar 22% lahan pertanian. Mereka menghancurkan 70% kapal nelayan mereka juga menolak memberikan akses melaut kepada nelayan Palestina,” ujar dia.
Michael Fakhri menjelaskan, kelaparan diukur secara resmi pada skala yang melacak berapa banyak kematian terjadi setiap hari untuk setiap 10 ribu orang akibat kelaparan atau penyakit. Namun, PBB mengaku sulit mengonfirmasi kelaparan di Gaza berdasarkan ukuran ini.
“Apa yang dimaksud kelaparan adalah peningkatan signifikan tingkat orang yang meninggal karena kelaparan dan kekurangan gizi. Tantangannya adalah bagaimana Anda mengukurnya di tengah-tengah perang? Israel akan berargumen bahwa kelaparan adalah kebutuhan militer dan itu adalah argumen hukum yang diizinkan,” papar Fakhri.
Baca Juga
Memprihatinkan, Hampir Separuh Penduduk Gaza Alami Kelaparan
Dia menegaskan, yang lebih penting saat ini bagaimana menarik kembali kasus ini ke dalam hak asasi manusia (HAM), di mana terjadi genosida di Gaza.
“Waktu akan memberitahu apakah itu benar secara faktual atau tidak, tetapi saya pikir yang sebenarnya lebih penting adalah untuk memandangnya kembali sebagai masalah HAM. Ada risiko genosida, dan kita telah melihat genosida benar-benar terjadi,” ujar Fakhri.

