Margin Keuntungan Naik, Prospek Saham Japfa (JPFA) Pun Menguat
JAKARTA, investortrust.id – Performa keuangan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) tahun 2023 dan 2024 diperkirakan lebih tinggi dibandingkan estimasi semula. Hal ini didukung tren penguatan margin keuntungan segmen bisnis pakan ayam bersamaan dengan potensi penguatan harga jual daging ayam.
Sinarmas Sekuritas merevisi naik target laba bersih perseroan tahun ini dari estimasi semula Rp 903 miliar menjadi Rp 1,11 triliun. Sedangkan pendapatan diperkirakan Rp 50,31 triliun. Begitu juga dengan perkiraan laba bersih tahun 2024 direvisi naik dari Rp 1,31 triliun menjadi Rp 153 triliun.
Analis Sinarmas Sekuritas, Michael Filbery mengatakan, revisi naik target laba bersih perseroan menggambarkan margin keuntungan perseroan tetap kuat, seiring dengan keberhasilan menjaga harga bahan baku tetap lebih murah untuk produksi pakan ternak.
Stabilnya margin keuntungan tersebut diharapkan berlanjut hingga semester I-2024. “Kami memperkirakan margin keuntungan segmen pakan ternak akan tetap dapat dijaga perseroan dengan menaikkan harga jual saat terjadi peningkatan harga bahan baku produksi pakan ternak,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, Rabu (22/11/2023).
Penguatan segmen bisnis pakan ternak mendorong Sinarmas Sekuritas untuk memprediksi gross margin JPFA mencapai 15% tahun ini dan diharapkan meningkat menjadi 16% pada 2024. Sedangkan net margin perseroan diharapkan mencapai 2% tahun ini dan diharapkan bertumbuh menjadi 3% pada 2024.
Selain segmen pakan ternak, kata Michael, perseroan akan terdorong peningkatan rata-rata harga jual daging ayam sepanjang kuartal IV-2023, dibandingkan kuartal III-2023. Peningkatan didukung pertumbuhan permintaan menjelang akhir tahun dan berjalannya program pemusnahan induk ayam tahap kelima yang berlangsung sepanjang 23 Oktober-3 November.
“Berlanjutnya program pemusnahan induk ayam dengan target mencapai 18,3 juta diharapkan berimbas terhadap peningkatan harga jual daging ayam, sehingga rata-rata harga jual broiler perseroan meningkat dan berimbas positif terhadap perseroan,” terangnya.
Kedua sentimen tersebut mendorong Sinarmas Sekuritas merevisi naik rekomendasi saham JPFA menjadi beli dengan target harga Rp 1.440. Target tersebut merefleksikan perkiraan PE ratio sekitar 11 kali untuk 2024.
Penurunan Bahan Baku
Revisi naik target prospek dan target harga saham JPFA juga datang dari analis BRI Danareksa Sekuritas, Victor Stefano. Revisi naik menggambarkan proyeksi bisnis pakan ternak melanjutkan peningkatan profitabilitas didukung penurunan harga bahan baku.
Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik asumsi target pertumbuhan pendapatan perseroan tahun 2024 menjadi 7,6%. Begitu juga dengan margin EBITDA diperkirakan tetap kuat di tengah penurunan harga bahan baku pakan ternak tersebut.
“Kondisi tersebut mendorong kami untuk merevisi naik target harga saham JPFA dari semula Rp 1.500 menjadi Rp 1.800 dengan rekomendasi dipertahankan beli,” tulis Victor Stefano dalam riset terakhir yang diterbitkan, Rabu (22/11/2023).
Dia mengatakan, tren penurunan harga bahan baku sudah terlihat dari realisasi kinerja keuangan JPFA selama kuartal III-2023 hingga membuat raihan laba kuartal tersebut di atas perkiraan. Sedangkan margin operasional bisnis pakan ternak berhasil naik menjadi 8,7% hingga September 2023, dibandingkan periode sama tahun lalu 8,2%.
Bahkan, kata Victor, laba operasional segmen pakan ternak mencapai puncak tertingginya dalam beberapa kuartal terakhir setelah dicatatkan Rp 835 miliar. Angka tersebut lebih tinggi 8,4%% dari periode sama tahun lalu dan naik 7,3% dari kuartal II-2023.
BRI Danareksa Sekuritas juga memperkirakan bahwa harga pembelian bahan baku cenderung stabil hingga tahun depan. Hal ini menjadikan tingkat pertumbuhan keuntungan dari segmen tersebut tetap kuat sampai akhir tahun. Sedangkan segmen penggemukan ayam dan anak ayam (DOC) diprediksi belum pulih hingga tahun depan.
Revisi naik target harga saham JPFA tersebut juga mempertimbangkan valuasi saham ini dinilai terlalu murah. Saat ini, saham JPFA ditransaksikan dengan perkiraan PE tahun 2024 sekitar 7,4 kali.
BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan kenaikan laba bersih perseroan menjadi Rp 1,75 triliun tahun ini dan diharapkan kembali meningkat menjadi Rp 1,90 tirliun pada 2024, dibandingkan realisasi tahun 2022 senilai Rp 1,43 triliun.
Prospek saham JPFA
Sinarmas Sekuritas
Rekomendasi : buy
Target harga : Rp 1.440
BRI Danareksa Sekuritas
Rekomendasi : buy
Target harga : Rp 1.800
Pada perdagangan Rabu (22/11/2023) di Bursa Efek Indonesia, saham Japfa (JPFA) ditutup pada Rp 1.215, atau terkoreksi 6,18% sejak awal tahun (ytd). Nilai kapitalisasi pasar (market cap) tercatat sebesar Rp 13,95 triliun.
Sementara itu, pada kuartal III-2023, Japfa Comfeed (JPFA) meraih kenaikan penjualan neto sebesar 2,64% (yoy) ke level Rp 37,76 triliun, dari periode sama 2022 sebesar Rp 36,79 triliun. Meski penjualan naik, laba bersih perusahaan pakan ayam dan ayam potong tersebut justru terpangkas. Per kuartal III, laba bersih JPFA tercatat sebesar Rp 937,25 miliar, turun 34,37% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,42 triliun.
Adapun beban pokok JPFA tercatat sebesar Rp 31,84 triliun, atau naik 3,9% dibandingkan periode sama 2022 sebesar Rp 30,64 triliun. Nilai kas dan setara kas perseroan meningkat 18,48% jadi Rp 1,44 triliun.
Adapun total aset perseroan meningkat jadi Rp 34,84 triliun dengan liabilitas naik menjadi Rp 20,69 triliun. Sedangkan ekuitas perseroan tercatat sebesar Rp 14,14 triliun. (Hari Gunarto)

