Ingin Jadi Pahlawan Keuangan Keluarga? Simak Tips dari Sequis
JAKARTA, investortrust.id – Setiap orang bisa jadi pahlawan finansial keluarga. Caranya tentu saja dengan merencanakan satu tujuan keuangan lalu mengimplementasikannya. Sequis Life memberikan tips berikut yang layak disimak.
“Pahlawan finansial bertugas melindungi masa depan keluarga dengan mengamankan harta, aset, dan tabungan yang ada dan yang sedang Anda kumpulkan bagi orang-orang yang Anda cintai. Caranya dengan mengembangkan dana dan aset Anda pada instrumen finansial yang tepat dan tepercaya sehingga dana dan aset tersebut dapat berkembang sesuai prosedur yang benar,” tutur Faculty Head Sequis Quality Builder Sequis Training Academy of Excellence, Fandi Murdani.
Fandi mengingatkan, bagi yang sedang mencari instrumen finansial untuk dana simpanan, semua instrumen ada dasarnya memiliki risiko. Tinggal disesuaikan dengan risk profile masing-masing orang. Perlu dicatat bahwa risiko tersebut bukan karena tergiur bunga tinggi dari investasi bodong.
Anda bisa kehilangan uang jika salah memilih produk investasi dari perusahaan pengelola yang punya legalitas dari OJK. Risiko yang dimaksud dalam dunia investasi tidak lain potensi penurunan modal karena imbal hasil yang diperoleh bisa saja tidak sesuai dengan yang diharapkan. Pemicunya bisa karena tantangan ekonomi lokal maupun global.
Baca Juga
Agar tidak salah memilih instrumen finansial, pastikan aspek legalitas dari produk dan perusahaan finansial tersebut jelas dan benar. Lembaga pengelola harus punya izin usaha dan pengawasan dari regulator yang sesuai dengan bidang usahanya. Pastikan juga Anda sudah memahami secara lengkap hak dan kewajiban sebagai nasabah, mengetahui manfaat, biaya, dan risiko yang berkaitan dengan produk yang Anda beli.
Jika sudah memiliki pengetahuan tentang instrumen finansial, sudah menentukan tujuan investasi, dan ingin mengembangkan aset yang ada demi membangun masa depan keluarga yang sejahtera maka berikut tips dari Fandi soal pilihan menjadi pahlawan finansial keluarga:
Rencana finansial
Langkah pertama adalah mengomunikasikan rencana finansial dengan pasangan dan anggota keluarga yang sudah cukup umur mengenai kondisi dan tujuan keuangan keluarga termasuk rencana untuk mengajukan pinjaman dana, menjual aset hingga membeli instrumen investasi.
Baca Juga
“Hindari memutuskan sendiri rencana keuangan keluarga. Ada baiknya kita dengar pendapat dan saran dari anggota keluarga demi kebaikan bersama. Sebaiknya, mereka pun mengetahui rencana dan kondisi keuangan keluarga sehingga bisa sama-sama menentukan kebutuhan apa saja yang harus tetap dipenuhi, dan yang masih bisa ditunda. Berapa kewajiban utang yang dimiliki serta adakah rencana untuk mengembangkan aset keluarga. Dengan demikian, anggota keluarga dapat turut andil dan merasa bertanggung jawab untuk menjaga dan meningkatkan aset keluarga,” imbau Fandi.
Kelola utang dengan cermat
Manajemen utang yang cerdas adalah kunci mencapai tujuan finansial keluarga. Hindari utang konsumtif dengan jumlah besar melebihi toleransi utang yang disarankan (utang konsumtif maksimal 15% dari total income) karena akan menambah beban finansial dan beban pikiran.
“Sebaiknya jika mendapat uang tunai dari bonus, THR, atau penghasilan dari pekerjaan tambahan, manfaatkan untuk bisa mempercepat pelunasan utang. Dengan mengurangi beban utang secara perlahan maka Anda dan keluarga dapat leluasa dalam melakukan perencanaan keuangan terutama memiliki polis asuransi karena asuransi adalah fondasi dari konsep perencanaan keuangan untuk terhindar dari risiko kerugian finansial yang besar,” imbau Fandi.
Persiapkan dana pendidikan
Merencanakan dana pendidikan sangat diperlukan karena biaya pendidikan terus mengalami peningkatan inflasi setiap tahunnya. Risiko hidup orang tua juga meningkat seiring pertambahan usia yang dapat berpengaruh terhadap rencana pendidikan anak. Sangat penting bagi orang tua mempersiapkan rencana pendidikan buah hati sampai jenjang perguruan tinggi.
Baca Juga
Fandi menyarankan untuk mengalokasikan dana pendidikan pada instrumen finansial yang tetap terjaga sampai jenjang pendidikan anak selesai meskipun terjadi risiko yang tidak diinginkan pada orangtua. Baik risiko sakit ataupun meninggal dunia. Untuk itu, saat memutuskan untuk mengambil asuransi pendidikan, sangat penting untuk memahami manfaat yang ditawarkan dan juga memperkirakan jumlah dana pendidikan yang akan dibutuhkan sehingga bisa terencana dengan baik.
Perlindungan asuransi
Perlindungan kesehatan dan jiwa harus menjadi bagian dalam perencanaan keuangan untuk melindungi kondisi finansial keluarga dari risiko yang dapat terjadi kapan saja, seperti sakit kritis atau meninggal dunia yang memerlukan biaya dalam jumlah besar.
Dengan memiliki asuransi kesehatan maka sebagai pencari nafkah keluarga, Anda tidak perlu khawatir akan tingginya biaya perawatan medis karena akan dicover oleh perusahaan asuransi.
Asuransi jiwa sangat bermanfaat untuk meminimalisir risiko keuangan saat terjadi risiko kehidupan pada pencari nafkah (breadwinner). Uang Pertanggungan dari asuransi jiwa dapat bermanfaat agar kualitas gaya hidup tetap terjaga.
Sebagai saran penutup dari Fandi, jangan tunda mengambil peran sebagai pahlawan finansial keluarga. Segera lakukan perencanaan keuangan sejak dini dengan cara yang tepat karena kita tidak pernah tahu kapan risiko keuangan bisa terjadi.
Baca Juga
Tips Memilih Manajer Investasi di Tengah Ketidakpastian Global Tinggi

