Mengapa Diversifikasi Penting? Begini Penjelasannya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Diversifikasi adalah salah satu strategi yang banyak digunakan oleh para investor maupun pebisnis. Diversifikasi diperlukan untuk mengurangi risiko kerugian dan meningkatkan potensi keuntungan dari investasi dan bisnis.
Global Chief Investment Officer HSBC Global Private Banking and Wealth Willem Sels mengungkapkan, diversifikasi turut melibatkan penyebaran investasi di berbagai aset untuk meminimalisir resiko akibat penumpukan terlalu besar pada salah satu jenis investasi. Menurut Willem Sels, strategi yang sering digunakan adalah dengan memperbanyak portofolio saham pada berbagai emiten, ditambah dengan obligasi serta aset lainnya untuk diversifikasi yang lebih luas.
"Mengapa hal ini penting? Alasan utamanya adalah karena dunia ini tidak dapat diprediksi," ujar Willem Sels dilansir dari laman resmi HSBC, Selasa (17/9/2025).
Willem Sels menjelaskan, jika seseorang bisa meramalkan dengan akurat investasi mana yang memiliki kinerja terbaik selama 3, 6, atau 12 bulan ke depan, maka tentu seseorang akan memasang taruhan besar pada aset-aset tersebut. Namun kenyataannya, hal itu tetap merupakan taruhan, karena banyak ketidakpastian yang terlibat dalam berinvestasi.
"Bahkan dengan analisis yang teliti dan pemahaman mendalam tentang saham yang Anda pilih sekalipun, kejadian di luar dugaan masih bisa saja terjadi," ungkap Willem Sels.
Lebih lanjut, Willem Sels pun mengungkapkan pentingnya diversifikasi portofolio. Dalam hal ini, Willem Sels mengibaratkannya dengan sebuah telur.
"Ketika semua telur Anda berada dalam satu keranjang, satu peristiwa tak terduga dapat menghancurkan semua telur jika keranjang itu jatuh," kata Willem Sels.
Sebagai contoh, risiko perusahaan yang bersifat spesifik seperti perubahan manajemen, kecelakaan pabrik atau kebangkrutan, dapat didiversifikasi dengan berinvestasi pada jumlah emiten saham yang lebih banyak. Menurutnya, diversifikasi bahkan menjadi lebih kuat apabila seseorang melihat emiten saham dari berbagai sektor atau negara, karena guncangan pada satu sektor atau negara bisa jadi tidak memengaruhi yang lain.
"Sebagai contoh, kenaikan harga komoditas mungkin memengaruhi perusahaan-perusahaan di industri terkait, tetapi tidak berpengaruh terhadap bank. Contoh lain, jika terjadi pemilihan umum atau banjir di suatu negara, dampak yang ditimbulkan cenderung bersifat lokal di negara tersebut," jelas Willem Sels.
Willem Sels menuturkan, menambahkan obligasi dan kelas aset lainnya seperti logam mulia atau komoditas juga masuk akal karena mereka cenderung bereaksi berbeda terhadap apa yang sedang terjadi di sekitar. Dikatakan Willem Sels, ekonomi yang melambat biasanya buruk bagi saham tetapi dapat mendukung obligasi pemerintah dan emas.
Kemudian, inflasi naik bisa buruk bagi obligasi tetapi baik bagi emas, sementara saham energi dan bahan bisa cukup tangguh. Lagi pula, kata Willem Sels, jika sesorang tahu dengan pasti bagaimana rilis data ekonomi akan berubah dalam 3, 6 atau 12 bulan ke depan, maka bisa mengambil posisi yang terkonsentrasi.
"Tetapi dalam dunia kita yang tidak pasti, diversifikasi di kelas aset ini dapat mengurangi volatilitas portofolio," kata Willem Sels.
Willem Sels menambahkan, kelas aset yang berbeda bereaksi berbeda terhadap situasi pasar dan ekonomi. Oleh karena itu, sangat penting untuk memiliki portofolio yang beragam untuk menghadapi volatilitas pasar.
Di sisi lain, Willem Sels membeberkan bahwa pada akhirnya diversifikasi juga tentang memperluas set peluang. Akan menjadi suatu penyesalan jika hanya melihat perusahaan di negara sendiri, atau di sektor yang paling dikenal.
"Dunia ini penuh dengan peluang dan inovasi yang memungkinkan perusahaan tumbuh dan investor berkembang. Selain itu, jika Anda tinggal di pasar maju, sulit untuk mencocokkan tingkat pertumbuhan pasar berkembang. Dan dengan mempertimbangkan kelas aset yang berbeda, investor dapat menyesuaikan seberapa banyak mereka ingin fokus pada pendapatan bunga, dividen, keuntungan modal dan eksposur mata uang asing," jelas Willem Sels.
Jadi, diversifikasi adalah kunci untuk membangun portofolio yang tangguh dan untuk meraih peluang. Meskipun pemilih saham dengan portofolio terkonsentrasi kadang-kadang bisa beruntung dan mengungguli portofolio yang terdiversifikasi, ini cenderung bersifat sementara.
"Dalam jangka panjang, diversifikasi membantu mendukung kinerja yang lebih stabil melalui kondisi pasar yang berbeda," pungkas Willem Sels.

