Dear Pemuda! Berikut 8 Tips Cerdas agar Terhindar dari Jeratan Pinjol Ilegal
JAKARTA, investortrust.id - Saat ini perkembangan teknologi menjadi sebuah keniscayaan, termasuk di industri jasa keuangan. Masyarakat khususnya generasi muda makin dimudahkan dengan hadirnya platform pinjaman online (pinjol), bahkan tak sedikit dari mereka yang terjerat pinjol ilegal.
Anak muda boleh dibilang rentan terjerat pinjol ilegal, karena kurangnya edukasi keuangan, kebutuhan cepat dan gaya hidup, iklan dan promosi menyesatkan, dan lainnya. Oleh karena itu, agar terhindar dari jerat pinjol ilegal, ada baiknya simak sejumlah tips yang dihimpun investortrust.id laman Kementerian Keuangan berikut ini.
-
Buatlah perencanaan keuangan yang baik
Setiap permasalahan keuangan sebagian besar disebabkan karena kurangnya perencanaan keuangan yang baik. Dengan membuat perencanaan keuangan kita dapat memetakan secara tepat dan rinci jumlah penerimaan dan kebutuhan kita sehingga pengeluaran kita lebih teratur. Perencanaan keuangan dapat dimulai dari membuat rencana anggaran, membuat catatan keuangan, menyisihkan dana untuk dana darurat dan menabung bahkan hingga kebutuhan untuk investasi.
-
Tingkatkan literasi keuangan
Masyarakat khususnya generasi muda perlu mengetahui bagaimana mengelola uang dengan baik. Bukan hanya itu, setelah mengetahui ilmu tentang mengelola keuangan, penerapan dalam kehidupan sehari-hari juga tak kalah penting. Dengan literasi keuangan yang mumpuni, kita bisa lebih memahami mana kebutuhan dan keinginan sehingga mampu memilih dan memilah mana prioritas bagi diri kita sendiri.
Baca Juga
Berikut Sejumlah Tips Agar Terhindar dari Jerat Pinjol dan Judol Ala Sequis
-
Atur sesuai skala prioritas
Biasakan membelanjakan uang kita berdasarkan skala prioritas yang dibuat sebelumnya. Penyusunan skala prioritas dengan mendahulukan kebutuhan daripada keinginan. Kebutuhan seperti uang makan, uang sewa rumah, biaya transportasi, listrik dan lain sebagainya. Semua hal itu akan berada di daftar atas, sedangkan anggaran untuk staycation, nonton konser atau skin care akan berada dibawahnya.
-
Pilih produk investasi dan tabungan dengan tepat
Penting bagi kita untuk dapat melakukan investasi sejak dini, ketika ada idle cash jangan ragu untuk melakukan investasi. Pilih investasi yang sesuai yang memang kita ketahui ilmu dan resikonya bukan karena ikut-ikutan. Perlu diketahui bahwa investasi banyak bentuknya mulai dari emas, saham hingga reksa dana, pilih yang memang cocok dengan diri kita.
Baca Juga
-
Jangan FOMO
FOMO (fear of missing out) atau perasaan takut tertinggal tren kekinian di kalangan anak muda memang banyak dirasakan saat ini. Media sosial dan lingkungan pertemanan menjadi penyebab hadirnya sifat FOMO ini.
Tak sedikit anak muda yang malah terjebak, sebagai contoh adanya konser yang membuat kalangan anak muda ingin melihatnya padahal tidak memiliki uang dan berujung memilih pinjol illegal sebagai jalan keluar yang membawanya menuju kesesatan. Hindari mengambil keputusan karena ikut-ikutan.
-
Hindari window shopping
Menurut Cambridge Dictionary, window shopping adalah kegiatan menghabiskan waktu untuk melihat-lihat produk yang dipajang pada etalase toko tanpa berniat membelinya. Saat ini window shopping tidak hanya dilakukan di mall atau tempat perbelanjaan lainnya, namun juga bisa dilakukan hanya dengan menatap layar gawai kita.
Banyaknya e-commerce yang tersedia membuat kegiatan window shopping menjadi kegiatan yang mengasyikan bagi sebagian orang sebagai hiburan. Namun hal tersebut juga membawa beberapa hal yang kurang baik, dimana sifat konsumtif bisa meningkat. Mudahnya pembayaran menggunakan fasilitas checkout atau paylater juga menjadi pisau bermata dua yang harus kita waspadai.
-
Pinjamlah hanya untuk kebutuhan yang produktif bukan konsumtif
Kenali lebih dahulu bagaimana kondisi keuangan kita, sehingga dapat memutuskan apakah sebuah langkah yang tepat jika kita meminjam uang. Karena memang bukan hal haram untuk kita meminjam uang. Melakukan pinjaman diperbolehkan selama masih pada batas kemampuan kita, biasanya ada batas maksimal sekitar 30% dari pendapatan kita yang masih bisa dikatakan sebagai pinjaman yang diperbolehkan.
Selain itu baiknya pinjaman tersebut digunakan untuk hal yang sifatnya produktif, seperti untuk modal usaha atau membeli peralatan untuk usaha, dan lain sebagainya. Bukan digunakan untuk hal yang sifatnya konsumtif seperti liburan, nonton konser dan sebagainya.
-
Hindari gali lubang tutup lubang
Utamakan untuk membayar utang yang ada ketika kita memperoleh gaji. Hindari untuk membayar utang dengan utang lainnya jika tak mau terlilit pusaran hutang. Hal ini tidak menyelesaikan masalah namun akan membuat masalah baru.
Melakukan pinjaman bukanlah hal yang dilarang selama itu untuk hal yang produktif dan bisa dikelola dengan baik. Namun akan lebih baik jika kita bisa mengatur keuangan kita dengan baik sehingga tidak perlu untuk melakukan pinjaman, apalagi terjerat dalam lingkaran pinjol ilegal.

