Tips Memilih Manajer Investasi di Tengah Ketidakpastian Global Tinggi
JAKARTA, investortrust.id – Harga minyak mentah yang naik kembali mendorong inflasi negara-negara maju tetap tinggi, sehingga diperkirakan kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat Federal Funds Rate (FFR) berlanjut tahun ini. Ketidakpastian di pasar keuangan global yang meningkat akan membuat aliran modal ke negara berkembang lebih selektif dan menekan nilai tukar rupiah.
Lalu, bagaimana investor perlu menyikapi dalam memilih manajer investasi (MI) yang bisa membantu dana investasi di reksa dana berkembang optimal? Reksa dana merupakan alternatif investasi bagi pemodal yang tidak memiliki waktu atau keahlian dalam menghitung pilihan-pilihan investasi. Otoritas Jasa Keuangan menjelaskan, pemodal kecil pun bisa berinvestasi dengan pembukaan awal reksa dana mulai dari Rp 10 ribu.
MI ini pihak yang kegiatan usahanya mengelola portofolio efek untuk para nasabah, kecuali dana pensiun, perusahaan asuransi, dan bank yang melakukan sendiri kegiatan usaha berdasarkan peraturan perundang-undangan. MI memilih dan memutuskan mana saham, obligasi, deposito, dan surat berharga yang akan dibeli dan dijual.
Baca Juga
20 Reksa Dana Paling Moncer 2023, Ada yang Cetak Return 18,16%
Jadi, keputusan memilih investasi reksa dana berkaitan erat pula dengan MI yang berintegritas dan piawai meracik portofolio investasi guna mengembangkan dana nasabah. “Kalau soal pilihan sahamnya, strategi MI ataupun retail hampir sama, dapat memilih emiten-emiten dengan katalis positif. Seperti saat ini, emiten-emiten energi berbasis minyak yang harganya sedang naik ataupun berbasis gas yang juga sedang naik menjadi pilihan,” kata analis pasar modal dari MNC Sekuritas T Herditya Wicaksana kepada Investortrust di Jakarta, Kamis (14/09/2023).
Legalitas dan Track Record
Untuk memilih MI, pertama-tama investor harus mengecek legalitasnya. MI wajib memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan.
Yang boleh melakukan kegiatan usaha sebagai MI adalah perusahaan efek yang telah memperoleh izin usaha dari OJK. Untuk mengecek, investor bisa melihat daftar manajer investasi di situs OJK.
Kedua, investor harus tahu bahwa MI tidak boleh menjanjikan imbal hasil tertentu dalam reksa dana. Untuk jenis reksa dana saham yang memiliki risiko yang lebih besar, diperlukan kelihaian lebih MI dalam menganalisis pergerakan saham. MI yang andal tentunya akan menghasilkan cuan, sebaliknya jika tidak, kerugian sudah membayang di depan mata.
Ketiga, mempelajari prospektus dan fund fact sheet reksa dana untuk melihat track record manajer investasi yang akan dipilih dan kinerja reksa dana kelolaan MI.
Keempat, melihat jumlah dana kelolaan MI. Semakin besar dana yang dikelola bisa menjadi indikasi semakin banyak masyarakat percaya pada MI tersebut. Kelima, mencari tahu besar biaya melalui prospektus dan fund fact sheet reksa dana, untuk diperbandingkan dengan yang lain.

