IFG Life Ajak Pelaku UMKM Melek Produk Keuangan, Ini Langkahnya
JAKARTA, investortrust.id - PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) mengelar literasi keuangan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), agar mereka melek terhadap produk-produk keuangan, serta cara pengeloaan keuangan yang benar.
Acara bertajuk "Bangun Pondasi Keuangan yang Kokoh untuk Business Owner" tersebut melibatkan perusahaan perencanaan keuangan Finansialku, Dekranasda Jakarta Pusat, serta Bahana Artha Ventura.
Head of Corporate Business Sales IFG Life Timy Muhamad Hatim menjelaskan pentingnya asuransi bagi para pemilik usaha atau business owners.
Dikatakan, asuransi bukanlah produk yang hanya tersedia untuk perusahaan-perusahaan besar, tetapi juga dapat diakses oleh para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Terdapat berbagai jenis asuransi, mulai dari asuransi jiwa dan kesehatan yang dapat melindungi pemilik usaha UMKM, para karyawannya, maupun keluarga mereka.
Baca Juga
Dukung UMKM, BI Optimistis Insentif Likuiditas 4% Tercapai Tahun Ini
Ada pula asuransi umum yang dapat melindungi berbagai aset atau barang milik pelaku usaha, seperti rumah, kendaraan, maupun barang-barang untuk aktivitas usaha. IFG Life menawarkan perlindungan yang lengkap melalui produk-produk asuransi jiwa dan kesehatan yang dapat diakses oleh para pemilik UMKM.
Timy menjelaskan bahwa asuransi merupakan aspek penting karena dapat menjaga dan memberikan ketenangan bagi para pemilik UMKM saat menjalankan usaha maupun saat bersama keluarga.
“Asuransi itu penting karena melindungi diri dari kerugian finansial akibat kejadian atau risiko yang tidak terduga. Jangan sampai pendapatan para UMKM terpakai apabila tidak menggunakan asuransi sejak dini,” ujar Timy dikutip, Minggu (24/3/2024).
Adanya asuransi membuat para pemilik UMKM tidak perlu mengeluarkan dana besar secara mendadak apabila terjadi risiko yang tidak terduga. Oleh karena itu, bisnis UMKM akan dapat terus berjalan dan lebih tenang dengan adanya asuransi.
Sementara itu, CEO & Founder Finansialku Melvin Mumpuni yang merupakan perencana keuangan, menjelaskan bahwa para pemilik usaha harus mengecek kondisi keuangan pribadi, keluarga, dan bisnisnya. Pastikan keuangan pribadi dan bisnis dipisah agar usaha bisa terus tumbuh. Hal itu penting agar bisnis dapat tetap tumbuh dan keuangan pribadi pun berkembang dengan baik.
“Ciri keuangan sehat itu pemasukan tidak lebih besar dari pengeluaran, memiliki dana darurat 6-12 kali pengeluaran bulanan, utang lebih kecil dari aset, cicilan tidak lebih dari 35% penghasilan, punya asuransi dan punya rencana keuangan, serta investasi,” ujar Melvin.
Baca Juga
IFG Gandeng Indonesia Re Kaji Standarisasi Data Baru Industri Asuransi
Adapun, Head of Investment Bahana Artha Ventura Yusuf Baginda menjelaskan terdapat sejumlah lembaga pembiayaan yang dapat menjadi sumber pinjaman, apabila pemilik UMKM memerlukan modal untuk tambahan usahanya. Lembaga-lembaga keuangan itu di antaranya adalah bank, layanan gadai, fintech peer-to-peer (P2P) lending, koperasi, dan perusahaan modal ventura yang berbentuk saham atau kredit.
Aktivitas peminjaman akan berlangsung aman di lembaga-lembaga yang beroperasi secara resmi atau berizin. Yusuf mengingatkan agar para pemilik UMKM selalu memeriksa dengan baik rencana peminjaman uang tersebut dan merencanakan pembayarannya dengan baik, agar tujuan penambahan modal bagi usaha dapat membuat UMKM tumbuh dan berkembang.
“Sebelum pinjam ke lembaga manapun, harus diperhatikan terlebih dahulu, mulai dari penetapan tujuan penggunaan pinjaman, bunga dan jangka waktu pinjaman, cek kemampuan bayar, kredibilitas lembaga pembiayaan, dan sesuaikan dengan rencana ke depan,” ujar Yusuf.
Diharapkan kolaborasi antara IFG Life, Finansialku, Dekranasda Jakarta Pusat, dan Bahana Artha Ventura itu dapat memberikan manfaat positif bagi para pemilik UMKM, demi mendukung kemajuan UMKM di Indonesia.

