Ini Tips Warren Buffett Indonesia jika Ingin Cuan di Saham
JAKARTA, investortrust.id - Warren Buffett Indonesia, Lo Kheng Hong, memberikan sejumlah tips kepada investor yang ingin meraup untung alias cuan saat berinvestasi di saham. Salah satu tips-nya adalah membaca kinerja dan valuasi perusahaan selama enam tahun terakhir.
“Arus kas perusahaan dapat dilihat dari masa lalunya. Kalau selama lima tahun ke belakang rugi maka ke depannya kemungkinan akan rugi. Tapi kalau company memiliki laba yang besar dan bertumbuh dalam lima tahun terakhir, berarti pada tahun ke-6 labanya akan meningkat minimal 20%,” papar Lo Kheng Hong pada seminar Capital Market Summit & Expo 2023 di Main Hall BEI, Jakarta, Kamis (26/10/2023).
Baca Juga
Kisah Lo Kheng Hong: Bermula dari Klerek Bank, Menjelma Jadi Investor Tajir
Lo Kheng Hong yang dijuluki sebagai Warren Buffett Indonesia karena memilih berinvestasi di saham sebagai value investor, menjabarkan, yang harus menjadi patokan utama ketika membeli saham adalah laba perusahaan atau fundamental emiten.
“Apa yang pertama kali dilihat saat membeli saham adalah labanya. Sejauh mana perusahaan itu mampu menghasilkan laba. Kalau rugi, ya langsung otomatis tersortir,” tegas dia.
Lo Kheng Hong yang kerap dipanggil LKH, mengungkapkan, laba perusahaan yang tumbuh tinggi akan menjadi penentu valuasinya ke depan. Semakin besar potensi laba yang dihasilkan suatu emiten pada masa mendatang, semakin rendah pula valuasinya saat ini.
"Rasio harga saham kan dhitung dari labanya yang kita kenal sebagai price to earning ratio (PER)," tutur LKH yang mengaku masih setia sebagai value investor alih-alih sebagai trader.
LKH menambahkan, para investor pun sebaiknya mencermati dari mana laba suatu emiten berasal. “Apabila laba datang dari operasional atau pendapatan lain, buang saja (sortir) karena pada tahun berikutnya laba biasanya anjlok. Yang penting adalah laba besar valuasi murah,” tegas dia.
Investor versus Spekulan
LKH juga menjelaskan perbedaan antara investor dan spekulan. Investor adalah orang yang melakukan riset secara mendalam mengenai suatu perusahaan sebelum ia membeli sahamnya.
“Garis pemisahnya, investor tahu apa yang dibeli. Sebelum membeli saham ia akan membaca annual report dan melihat integritas manajemennya, siapa dewan direksinya," ucap dia.
Selanjutnya, menurut LKH, investor harus menyelisik besar-kecil laba, mahal atau murah valuasinya, berapa utangnya, berapa kas piutangnya, bagaimana inventori dan goodwill-nya, serta berapa laba bersih per saham (earning per share/EPS)-nya. Kemudian berapa harga saham suatu emiten saat dibeli.
Baca Juga
Lo Kheng Hong Tebar Tips Investasi, Jahja Setiaatmadja Bicara Peluang Tahun Politik
"Itu dinamakan investasi. Apabila sama sekali tidak tahu apa pun tentang kondisi perusahaan dan hanya ikut-ikutan maka itu dinamakan berjudi atau spekulan,” tandas dia.
Lo Kheng Hong wanti-wanti mengingatkan, investor pemula harus cermat jika ingin membeli saham. Jangan sampai seperti membeli kucing dalam karung. Harus tetap harus berhati-hati dan jangan sampai tergiur untuk membeli saham gorengan atau saham yang fundamentalnya buruk tetapi harganya tampak menjanjikan.
“Jangan pernah beli kucing dalam karung. Baca laporan perusahaan. Membaca laporan keuangan adalah kunci dari kesuksesan seorang investor saham,” ujar LKH. (CR-4)

