Simak Petuah Lo Kheng Hong untuk Investor Muda yang Ingin Kaya
JAKARTA, investortrust.id – Investor kawakan yang sering disebut Warren Buffett Indoneasia, Lo Kheng Hong membocorkan memberikan strateginya dalam meraup cuan di pasar modal.Dia juga memberikan petuah bagi investor muda yang ingin kaya dari investasi.
“Beli saham di Bursa Efek Indonesia sederhana, beli saja (saham) yang price earning ratio-nya rendah, yang price to book-nya rendah,” urai Lo Kheng Hong dalam talk show di acara Penghargaan GI BEI Tahun 2024: Komitmen Pasar Modal Membangun Masa Depan di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (07/03/2024).
Dikatakan, modal penting bagi investor pemula cukup bisa melakukan penambahan, pengurangan dan persentase. ‘’Jadi nggak perlu kita tahu bagaimana menghitung valuasi saham pun kita bisa jadi investor saham yang berhasil, ” papar pria yang akrab disapa Pak Lo tersebut.
Selain itu, ia memberi pesan bagi peserta edukasi oleh Galeri Investasi untuk fokus kepada pendidikan, lalu hidup hemat dan sederhana.
Baca Juga
“Karena galeri investasi banyak di universitas tentu banyak mahasiswa ya, belajarlah sampai kuliah selesai, lalu setelah tamat kuliah bekerja atau berusaha, cari uang sebanyak-banyaknya kemudian harus hidup hemat dan sederhana,“ paparnya.
Untuk menjadi kaya, ia mengatakan bahwa jangan boros dalam memiliki banyak uang dan sisa uang dibelikan ke saham.
“Menjadi investor saham di Bursa Efek Indonesia atau di bursa saham itu bukan hanya jadi orang kaya ya, tapi orang yang berinvestasi di bursa saham itu dia bisa jadi orang terkaya di dunia yang sudah dibuktikan oleh Warren Buffet bisa jadi orang terkaya di dunia hanya dari berinvestasi di bursa saham,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Lo Kheng Hong juga membagikan bahwa untuk menjadi seorang investor yang sukses membutuhkan proses yang cukup lama dan tidak instan.
Ia mengatakan bahwa awal berinvestasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), ia mengalami kerugian. Setelah konsisten 35 tahun berinvestasi di BEI, ia akhirnya memperoleh keuntungan yang berlipat ganda.
Baca Juga
Cetak Laba Rp 689,88 Miliar, Saham Kesayangan Lo Kheng Hong (GJTL) Tembus ARA
Lebih lanjut, ia mengaku lebih memilih membeli saham yang harga tiap tahunnya naik atau apresiasi daripada membeli mobil yang harganya mengalami depresiasi tiap tahunnya.
“Apa yang kita lakukan selama 90 hari itu bisa jadi kebiasaan ya, sudah 65 tahun saya hidup hemat dan sederhana. Jadi enggak mungkinlah saya beli barang mahal,” jelasnya.
“Daripada saya naik mobil mewah, saya lebih bangga kalau nama saya muncul sebagai pemegang saham terbesar nomor 3 di Gajah Tunggal, saya lebih bangga menjadi seorang investor saham di Bursa Efek Indonesia daripada saya beli barang-barang branded,” tutup Lo Kheng Hong. (CR-4)

