Tak Tergoda Kenaikan Porsi Asuransi di Saham Jadi 20%, Zurich Indonesia Fokus di Government Bonds
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah resmi menaikkan batas maksimum investasi di instrumen saham saham bagi industri asuransi dan dana pensiun (dapen) dari 8% menjadi 20%. Meski begitu, Zurich Indonesia, yang terdiri dari PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk, PT Zurich General Takaful Indonesia, dan PT Zurich Topas Life.
Direktur Utama PT Zurich General Takaful Indonesia (Zurich Syariah) Hilman Simanjuntak mengungkapkan, kebijakan investasi Zurich Indonesia yang terdiri dari tiga entitas, tetap konsisten hingga saat ini.
“Kita fokusnya bagaimana me-manage aset investasi kita secara hati-hati, kemudian menyesuaikan dengan profile liability kita,” ujarnya, menjawab pertanyaan Investortrust, dalam Diskusi Media Zurich Indonesia, di Jakarta, Senin (9/3/2026).
Secara umum, lanjut Hlman, strategi investasi Zurich Indonesia adalah bagaimana supaya bisa memenuhi kewajiban dengan baik. Beberapa diantaranya dengan mengedepankan profile liability dan likuiditas yang dibutuhkan, sehingga bagaimana caranya untuk memenuhi kriteria itu.
“Sampai saat ini instrumen investasi yang paling tepat untuk kebijakan dan strategi investasi Zurich itu adalah di government bonds,” katanya.
Baca Juga
AAUI Tanggapi Soal Limit Investasi Asuransi dan Dapen di Saham Naik Jadi 20%
Menurut Hilman, dengan kebijakan batas maksimum investasi asuransi di instrumen saham hingga 20%, tetap tidak akan merubah strategi investasi Zurich Indonesia.
“Kami masih akan fokusnya menggunakan investasi ini untuk menjaga solvabilitas kita, liabilitas kita. Kita bisa meningkatkan sambil jalan agar investment bagus, tapi yang pasti secara risk management itu sama-sama mengelola aset investasi kita dengan sangat hati-hati,” ucapnya.
“Mostly investment asset kita adalah di government bonds dan untuk liquidity-nya di time deposit,” sambung Hilman.
Setali tiga uang, Direktur PT Zurich Topas Life (Zurich Life) Fred Chan mengatakan, sebagai perusahaan asuransi jiwa, cara pihaknya memandang investasi yaitu secara jangka panjang untuk menyesuaikan keuntungan.
“Kebanyakan investasi kita akan berada di government bonds dan corporate bonds untuk mengurus profil jangka panjang dan investasi untuk memastikan manajemen keuntungan,” katanya.

