Astra Life Raih 2 Penghargaan di Ajang Best Unit Link Awards 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Asuransi Jiwa Astra (Astra Life) sukses mengelola kinerja produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI atau unit link. Buah dari hal tersebut, perusahaan diganjar dua penghargaan di ajang ‘Best Unit Link Awards 2026’.
Ajang bergengsi tersebut diselenggarakan oleh portal data dan berita ekonomi independen Investortrust.id, bekerja sama dengan PT Infovesta Utama, di Glass House - Habitate, Jakarta, pada Rabu (25/2/2026).
Chief Executive Officer (CEO) Investortrust Primus Dorimulu mengungkapkan, ajang ini merupakan dukungan terhadap upaya peningkatan kinerja dan kualitas produk unit link di Indonesia.
“Kerangka regulasi dan panduan yang diberikan oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan), khususnya lewat Surat Edaran OJK (SEOJK) No.5 Tahun 2022 tentang PAYDI telah memainkan peran penting dalam membangun kepercayaan dan keyakinan di kalangan konsumen, sekaligus mempromosikan industri yang sehat dan kompetitif,” ujarnya.
Baca Juga
Ini 5 Langkah Praktis dari Astra Life untuk Wujudkan Mimpi Keluarga di Tahun Kuda Api 2026
Di kesempatan yang sama, Direktur Infovesta Parto Kawito berharap, hasil dari Best Unit Link Awards 2026 bisa menjadi pemacu bagi para pelaku industri, sekaligus benchmarking agar pelaku industri bisa terus meningkatkan performa produk unit link yang diterbitkan.
“Best Unit Link Awards 2026 juga diharapkan bisa kembali meningkatkan kepercayaan publik pada produk perlindungan yang dilengkapi dengan alokasi investasi ini, sehingga bisa kembali memperbesar porsi pendapatan premi dari unit link pada pendapatan premi asuransi jiwa,” katanya.
Dua penghargaan yang didapat Astra Life tersebut masing-masing untuk kategori unit link saham denominasi USD untuk produk dengan periode lima tahun dan kategori unit link saham syariah IDR untuk produk dengan periode satu tahun.
Terlepas dari itu, ada tiga indikator penilaian dalam pemeringkatan, yaitu total return, modified sharpe ratio, dan downside risk. Total return menunjukkan pencapaian hasil pengelolaan investasi atas portofolio unit link oleh suatu perusahaan asuransi selama periode tertentu yang terlihat dari perubahan harga produk unit link sejak periode awal hingga akhir pengamatan.
Baca Juga
Astra Life Catatkan Pendapatan Premi Bruto Rp 1,5 Triliun di Kuartal I 2025, Tumbuh 7,14%
Kemudian modified sharpe ratio merupakan modifikasi terhadap metode sharpe ratio yang menilai tingkat optimalisasi kinerja investasi yang terukur dari hasil perbandingan antara imbal hasil (return) terhadap risiko fluktuasi harga (risk).
Indikator terakhir yaitu downside risk merupakan metode pengurangan risiko yang secara spesifik hanya mengukur risiko saat kinerja produk unit link mencatat hasil negatif atau di bawah target return yang diharapkan (minimum acceptable return), di mana ditetapkan angka tersebut sebesar 0%. Semakin kecil downside risk, semakin kecil pula potensi tingkat tekanan terhadap kinerja unit link saat fluktuasi pasar.

