Studi LPEM UI Ungkap Dampak Fintech Lending AdaKami ke 185 Sektor Ekonomi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) merilis "Diseminasi Hasil Studi Dampak Fintech Lending terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Indonesia: Studi Kasus AdaKami".
Peneliti LPEM FEB UI Prani Sastiono menilai, AdaKami memiliki potensi kontribusi ekonomi yang cukup baik terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Ia menjelaskan bahwa sektor pinjaman daring telah mengalami pertumbuhan pesat sejak tahun 2015 yang didorong oleh tingginya permintaan masyarakat.
“Pindar AdaKami memberikan kontribusi ekonomi terhadap PDB hingga Rp 10,96 triliun pada tahun 2024. Kontribusi potensi penyaluran pinjaman itu sekitar Rp 6,95 sampai Rp 10,96 triliun di tahun 2024 atau setara 0,031 sampai 0,049% PDB pada tahun 2024,” ujar Prani Sastiono dalam acara Diseminasi Hasil Studi Dampak Fintech Lending terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Indonesia: Studi Kasus AdaKami di Auditorium MPKP FEB UI, Jakarta, Rabu (24/2/2026).
Baca Juga
Lebih lanjut, Prani memaparkan bahwa kontribusi tersebut dihasilkan melalui efek berganda dari penyaluran pinjaman, yang dampaknya tidak hanya dirasakan oleh peminjam, melainkan juga tercermin pada aktivitas ekonomi lokal melalui peningkatan perputaran ekonomi di berbagai sektor.
Mekanisme ini dimungkinkan karena pembiayaan konsumsi berperan menjadi pemicu bagi permintaan terhadap barang dan jasa di sektor produktif.
Dalam periode analisis, LPEM FEB UI mencatat setidaknya 185 sektor ekonomi nasional memperoleh nilai tambah dari aktivitas ekonomi yang dipicu oleh pendanaan AdaKami. Tiga sektor dengan porsi dampak terbesar adalah jasa lembaga keuangan lainnya (21,34%), jasa pendidikan pemerintah (10,03%), serta perdagangan selain mobil dan sepeda motor (9,30%), yang kemudian menyebar ke sektor-sektor lain baik secara langsung maupun tidak langsung.
Baca Juga
Begini Tanggapan AdaKami Terkait Fenomena “Kelompok Gagal Bayar”
Besaran kontribusi tersebut setara dengan PDB negara kepulauan seperti Tonga, yang pada 2024 tercatat sebesar US$ 558 juta Selain memberikan kontribusi pada PDB, penyaluran pinjaman. AdaKami juga berkontribusi membuka kesempatan kerja bagi 47.000 hingga 78.000 orang yang tersebar di 17 sektor industri, antara lain perdagangan besar dan eceran (19,84%), jasa pendidikan (18,63%), dan pertanian, kehutanan, dan perikanan (15,11%).
Menanggapi temuan tersebut, Wakil Kepala LPEM FEB UI Mohamad Dian Revindo menyatakan, penyaluran pembiayaan mendorong ripple effect melalui peningkatan konsumsi rumah tangga, baik rutin maupun non-rutin, yang kemudian menggerakkan sektor ritel, grosir, transportasi, manufaktur, hingga sektor primer.
"Dengan demikian, dukungan terhadap sektor ekonomi riil terjadi melalui penguatan permintaan barang dan jasa produktif yang memicu aktivitas ekonomi dan produksi, setidaknya dalam jangka pendek," ungkap Dian.
Sementara itu, Chief of Public Affairs AdaKami Karissa Sjawaldy mengatakan bahwa AdaKami berupaya untuk menghadirkan solusi pembiayaan yang inklusif dan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.
“Kami percaya bahwa akses pembiayaan yang inklusif dan dikelola secara prudent serta bertanggung jawab dapat membawa manfaat yang luas bagi masyarakat," kata Karissa.
Karissa menambahkan, kontribusi positif yang dihasilkan melalui aktivitas pembiayaan ini mendorong AdaKami untuk terus menghadirkan layanan yang berkelanjutan serta meningkatkan literasi keuangan pengguna.
"Dengan demikian, pendanaan yang disalurkan dapat membantu masyarakat agar dapat bertahan, tumbuh, dan beradaptasi di tengah dinamika ekonomi, sekaligus mendukung penguatan ekonomi nasional," ungkapnya.

