Bagikan

Bank DBS Indonesia Optimistis Penjualan Produk 'Bancassurance' Tumbuh Dua Digit di 2026

Poin Penting

DBS Indonesia optimistis penjualan produk bancassurance akan kembali mencatatkan pertumbuhan dua digit tahun ini.
Penjualan bancassurance DBS Indonesia didominasi produk asuransi tradisional seperti whole life, legacy, dan endowment dengan porsi sekitar 70–80%.
Produk asuransi melalui bancassurance berkontribusi signifikan terhadap kinerja wealth management DBS Indonesia.

JAKARTA, investortrust.id - PT Bank DBS Indonesia optimistis mencatatkan prospek bisnis wealth management (layanan keuangan untuk nasabah tajir) dari jalur bancassurance (penjualan produk asuransi melalui perbankan) bisa tumbuh hingga dua digit di tahun ini.

Head of Investment & Insurance Product, Consumer Banking Group DBS Indonesia Djoko Sulistyo mengungkapkan, penjualan produk bancassurance selalu mencatatkan pertumbuhan dua digit, begitupula dengan produk wealth management lainnya yaitu investasi.

“Bancassurance tumbuhnya yang pasti double digit. Tapi finalnya terusan kita lagi berjalan, tapi yang pasti saya yakin sudah masuk double digit,” ujarnya, menjawab pertanyaan Investortrust, di Jakarta, Senin (19/1/2026).

Head of Investment & Insurance Product, Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia Djoko Sulistyo memberikan materi saat journalist class di acara Kampanye Pegagus (Pensiun Gak Susah), di Jakarta, Senin (19/1/2026). Foto: Investortrust/Mohammad Defrizal

Baca Juga

Perluas Akses Investasi Emas, Bank DBS Indonesia Gandeng Mandiri Investasi

Djoko optimistis penjualan produk bancassurance DBS Indonesia di tahun 2026 masih tumbuh dua digit, sejalan dengan kesadaran dan minat masyarakat yang semakin meningkat akan proteksi asuransi.

“Masih. Tahun lalu (tumbuh) dua digit, tahun ini dua digit,” katanya.

Head of Group Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia Mona Monika (kanan) berbincang dengan Head of Investment & Insurance Product, Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia Djoko Sulistyo (kiri) dan Lead Financial Trainer at QM Financial Ligwina Hananto di sela peluncuran Kampanye Pegagus (Pensiun Gak Susah), di Jakarta, Senin (19/1/2026). Foto: Investortrust/Mohammad Defrizal

Menurut Djoko, penjualan produk bancassurance DBS Indonesia hingga saat ini masih didominasi oleh produk tradisional, termasuk produk dwiguna (endowment). Sisanya adalah produk lain, termasuk produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit link.

“Kalau dari kami lebih banyak tradisional. Jadi mau wholelife, ataupun legacy tadi, ataupun yang model endowment. Ya itu bisa dibilang lebih dominan diatas 70%-80%. Ada unit link juga, ada general insurance juga,” ucapnya.

Baca Juga

Bank DBS Indonesia dan Mandiri Investasi Perluas Akses Investasi Emas di KPD ETF Gold BlackRock (iShares)

Djoko juga mengatakan jika produk bancassurance DBS Indonesia cukup berkontribusi besar terhadap kinerja bisnis wealth management secara umum.

“Yang pasti termasuk salah satu penopang dari pada produk wealth management sih. Karena kita sebutnya wealth business itu ada investasi, ada juga asuransi. Dua-duanya saling menopang satu sama lain,” ujarnya.

“Mengenai komposisi, lumayan sih. Saya tidak terlalu hafal, tapi yang pasti dua-duanya saling menopang satu sama lain,” sambung Djoko.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024