Tumbuh 1,79%, Total Aset Bank of India Indonesia (BSWD) Tembus Rp 6,94 Triliun per November 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) melaporkan kinerja hingga November 2025. Total Aset meningkat dari Rp 6,82 triliun pada Desember 2024 menjadi Rp 6,94 triliun per November 2025 atau tumbuh 1,79% ytd.
Kredit dari bank yang awalnya bernama Bank Swadesi ini tumbuh dari Rp 4,14 triliun menjadi Rp 4,19 triliun atau tumbuh 1,07% ytd. Sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat dari Rp 3,10 triliun menjadi Rp 3,40 triliun atau tumbuh 9,67% ytd.
"Pertumbuhan DPK yang kuat mencerminkan kepercayaan nasabah dan semakin aktifnya pemanfaatan kanal layanan digital Bank. Walaupun pendapatan bunga bersih dan pendapatan non-bunga meningkat, profitabilitas Bank masih tertekan akibat kenaikan biaya pencadangan (CKPN) sebesar 39% yoy," ujar Direktur Operasional Bank of India Indonesia Carolina Dina Rusdiana dalam keterangan yang diterima, Kamis (18/12/2025).
Carolina menjelaskan, pendapatan non-bunga meningkat signifikan dari Rp 25,41 miliar menjadi Rp 46,15 miliar atau tumbuh 81,62% ytd, terutama berasal dari recovery aset dan fee kredit. Kualitas aset tercermin dari rasio Non-Performing Loan (NPL) Net berada di bawah 5% sesuai dengan ketentuan OJK.
Dari sisi profitabilitas, Net Interest Margin (NIM) terjaga di atas 4%. Efisiensi operasional perusahaan juga tetap terjaga, tercermin dari Cost to Income Ratio (CIR) pada level 44%. Sementara itu, kondisi likuiditas berada pada level yang kuat, sebagaimana tercermin dari rasio Liquidity Coverage Ratio (LCR) dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) yang berada di atas 100%.
Lebih lanjut, Carolina menyebut, CAR berada pada posisi sangat kuat yaitu 88,68%, meningkat dari 88,58% pada tahun sebelumnya. Tingkat permodalan ini memberikan ruang memadai bagi perusahaan untuk melakukan ekspansi bisnis dan memenuhi ketentuan regulator di masa depan.
Baca Juga
Laba Bersih Bank of India Tumbuh 61,28% Jadi Rp 79 Miliar di 2024
"Bank tidak memiliki rencana penambahan modal atau aksi korporasi dalam jangka pendek, namun tetap terbuka terhadap opsi strategis jangka panjang," ungkap Carolina.
Di sisi lain, Carolina membeberkan bahwa perusahaan terus memperkuat tata kelola dan kepatuhan, termasuk memperkuat fungsi compliance, audit internal, serta program Anti Money Laundering / Countering The Financing of Terrorism (AML/CFT). Bank kembali mempertahankan rating 5-Star PPATK untuk tahun keempat berturutturut (2022–2025).
Sementara itu, untuk arah strategis 2025–2026, dari sisi pertumbuhan bisnis, perusahaan menargetkan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan melalui ekspansi kredit secara selektif pada sektor-sektor produktif, peningkatan komposisi dana murah (CASA), serta optimalisasi Peningkatan fee-based income. Lalu dari sisi penguatan digital, perusahaan menyiapkan berbagai inisiatif digital yang diluncurkan mulai akhir 2025 dan berlanjut di 2026, yakni peluncuran kartu debit, QRIS Acquirer untuk kerja sama pembayaran dengan merchant, QRIS Tuntas (Tarik Tunai, Transfer, Setor Tunai), dan layanan Cash In–Cash Out di Indomaret melalui aplikasi mobile banking.
Tidak hanya itu, perusahaan juga melakukan efisiensi operasional melalui digitalisasi dan proses otomasi, optimalisasi biaya dan procurement yang lebih selektif. Kemudian, penguatan manajemen risiko melalui monitoring kredit, peningkatan efektivitas collection, penguatan CKPN dan early warning system.
"Dengan fondasi permodalan yang kuat dan transformasi digital berkelanjutan, Bank optimistis dapat meningkatkan kinerja dan memberikan nilai tambah di tahun-tahun mendatang," pungkas Carolina.

