Kredivo Buka Peluang Pemberian Keringanan untuk Nasabah Terdampak Bencana Sumatra
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Platform kredit digital, Kredivo menunjukkan komitmennya untuk membantu nasabah yang terdampak banjir dan longsor di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh. Dalam rangka membantu nasabah yang terkena dampak bencana, Kredivo membuka peluang untuk memberikan keringanan alias restrukturisasi.
Hal itu diungkapkan SVP Marketing & Communications Kredivo Indina Andamari dalam acara Media Workshop Kredivo Mind vs Money: Belajar Atur Mental Sebelum Atur Pengeluaran di Uncle Z Kopitiam Menteng, Jakarta, Selasa (2/12/2025).
"Kita akan coba kasih keringanan kalau memang benar-benar terdampak," ujar Indina.
Indina menjelaskan, Kredivo belum menjalankan program restrukturisasi untuk nasabah terdampak bencana, karena masih melakukan evaluasi dampak bencana terhadap performa pembayaran nasabah. Menurut Indina, Kredivo akan melakukan asesmen berdasarkan kasus per kasus untuk menentukan apakah nasabah memerlukan restrukturisasi atau tidak.
"Aku belum lihat datanya sih, karena efeknya kan nanti baru berasa sekitar 30 hari kemudian. Apakah ada banyak yang terlambat atau tidak. Tapi biasanya kita akan asesmen by case," ungkap Indina.
Lebih lanjut, terkait potensi kenaikan non-performing loan (NPL) atau kredit macet, Indina menyatakan bahwa kondisi tersebut tidak menjadi kekhawatiran utama. Menurutnya, kenaikan NPL tidak selalu langsung terjadi setelah bencana, karena dampaknya bisa berbeda-beda tergantung pada daerah yang terdampak.
"Sebenarnya kalau kayak langsung naikin NPL itu nggak, karena itu biasanya per daerah. Tapi misalnya jadi lebih banyak di daerah itu yang meningkat rasionya," ucap Indina.
Selain itu, Indina juga menyebutkan bahwa kesulitan akses internet dan lumpuhnya kegiatan ekonomi di daerah terdampak dapat menyebabkan nasabah terlambat melakukan pembayaran. Jika nasabah terlambat sebulan, Kredivo akan mempertimbangkan untuk memberikan keringanan.
"Kadang kan nggak ada akses internet, lumpuh kegiatannya. Biasanya kayak gitu mungkin dia telat sebulan. Nah itu bisa kita pertimbangkan,” pungkas Indina.
Sebelumnya, Indina menuturkan bahwa rasio NPL perusahaan tetap stabil dan terjaga dengan baik. Menurut Indina, rasio NPL masih di bawah 5%
"Masih tetap di bawah 5%, hopefully around 5%," imbuh Indina.

