BSI Sebut Banjir Sumatera Sebabkan Sejumlah Kantor Cabangnya Tak Bisa Beroperasi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Bencana banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah Sumatera, termasuk Aceh, melumpuhkan berbagai hal. Tak terkecuali operasional bank seperti PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) di tiga kawasan terdampak banjir dan longsor.
Direktur Sales dan Distribution BSI Anton Sukarna mengungkapkan, banjir dan longsor yang tak dapat dihindari membuat sejumlah kantor layanan BSI terdampak dan tidak bisa beroperasi.
“Ada beberapa cabang kami yang terdampak, karena ini sifatnya kan bencana ya,” ujarnya usai acara Ngopi Media Sesi Pelunasan Haji, yang digelar BSI, di Jakarta, Jumat (28/11/2025).
Menurut Anton, berbagai upaya dilakukan BSI, termasuk pemantauan secara intensif terkait kondisi teranyar hingga koordinasi yang rutin dengan berbagai pihak. Namun, ia tak bisa pungkiri ada sejumlah hambatan.
“Problemnya itu bukan sekadar tidak bisa diakses atau kena banjir, tapi kan infrastrukturnya pun juga tidak nyala,” katanya.
Baca Juga
Di regional office (RO) Aceh, kantor yang terdampak meliputi KCP Langsa Ahmad Yani, KC Langsa, dan KCP Langsa Kota yang dialihkan layanannya ke KCP Langsa Iskandar Muda. KCP Meurah Dua juga dialihkan ke KCP Meureudu 2 dan KCP Meureudu.
Pengalihan layanan berikutnya mencakup KCP Bireuen Jeumpa Panglima Polim ke KCP Bireuen 1, KCP Sawang ke KCP Gandapura, serta KCP Cot Girek ke KCP Blang Jreun. KCP Krueng Mane dialihkan ke KCP Gandapura, lalu KCP Pulau Tiga dialihkan ke KCP Rantau Panjang 1 dan KCP Seumadam.
Selain itu, KCP Kejuruan Muda dialihkan ke KC Kuala Simpang karena terdampak banjir dan kendala akses. BSI menyiapkan skema layanan di titik terdekat agar nasabah tidak tertahan saat membutuhkan transaksi penting.
Anton menyatakan, dampak paling berat terjadi di lokasi yang terputus aksesnya secara geografis. “Yang terkena paling parah itu di beberapa tempat yang memang secara geografis mereka tidak bisa diakses,” ucapnya.
Di luar Aceh, dua kantor di RO Medan ikut terdampak, yakni KC Sibolga dan KCP Sipirok yang dialihkan ke KC Padang Sidempuan. BSI memastikan situasi ini sudah dilaporkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) sementara pemulihan layanan menunggu normalnya listrik serta telekomunikasi.

