Gagal Seleksi OJK, Helmy Yahya dan Bossman Mardigu Batal Jadi Komisaris Bank BJB. Berikut Respons Keduanya
Poin Penting
●
OJK Tidak Meloloskan Helmy Yahya dan Bossman Mardigu.
●
Gubernur Jabar Menyesalkan Gagalnya Pengangkatan.
●
Gubernur Jabar Menyesalkan Gagalnya Pengangkatan.
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (bank bjb) batal mengangkat Helmy Yahya dan Wowiek Prasantyo alias Bossman Mardigu sebagai komisaris bank tersebut.
Pengumuman ini akan disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPST) pada 1 Desember 2025 mendatang. Rapat tersebut juga akan membahas tentang pembatalan pengangkatan direktur kepatuhan Bank BJB.
Sehubungan dengan hal tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pun buka suara soal batalnya pengangkatan Helmi Yahya menjadi komisaris independen Bank BJB dan Bossman Mardigu sebagai komisaris utama independen Bank BJB. Menurut Dedi, batalnya pengangkatan Helmy Yahya dan Bossman Mardigu berkaitan dengan proses seleksi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Komisaris itu harus melalui seleksi OJK, nah pak Helmy dan pak Bossman itu tidak lolos di OJK-nya, padahal saya sangat berharap mereka lolos berdua karena punya integritas," ujar Dedi dilansir dari laman resmi Instagramnya @dedimulyadi71, Senin (17/11/2025).
Dedi Mulyadi pun menegaskan Helmy dan Mardigu bukan batal dilantik, melainkan memang tidak diloloskan dalam proses seleksi oleh OJK. "Jadi bukan dibatalkan pelantikannya, (tapi) tidak diloloskan oleh OJK. Nah, kenapa tidak diloloskan, ya tanya ke OJK," ungkap Dedi.
Lebih lanjut, Dedi mengaku cukup menyesal atas batalnya pengangkatan Helmy Yahya dan Bossman Mardigu.
"Secara pribadi dan sebagai gubernur, saya menyesalkan mereka tidak lolos," kata Dedi.
Sebelumnya, Helmy Yahya dan Bossman Mardigu ditunjuk oleh Dedi Mulyadi selaku representasi pemegang saham pengendali Bank BJB sebagai komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada April 2025 lalu.
"Perubahan ini mencakup pengangkatan dan pemberhentian anggota direksi dan dewan komisaris. Beberapa jabatan baru akan berlaku efektif setelah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas hasil penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test)," tulis keterangan resmi Bank BJB, Rabu (16/4/2025).
Lantas, seperti apa sosok Helmi Yahya dan Bossman Mardigu? Berikut adalah profil tentang keduanya:
Helmy Yahya
Ketua Umum Asosiasi Konten Kreator Seluruh Indonesia (AKKSI), Helmy Yahya. Foto: Investortrust/Saliki Dwi Saputra.
Helmy Yahya resmi ditunjuk sebagai Komisaris Bank BJB melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2024, Rabu (16/4/2025). Sebelumnya, Helmy Yahya dikenal sebagai pembawa acara kuis terkemuka dan telah banyak berkontribusi dalam dunia hiburan Indonesia, kini memulai babak baru dalam kariernya.
Ia pun sempat dijuluki sebagai "Raja Kuis" di Indonesia berkat kiprahnya di layar kaca. Helmi Yahya lahir di Palembang pada 6 Maret 1963, ia merupakan anak bungsu dari empat bersaudara. Ayahnya, H.M. Yahya Matusin, adalah seorang pedagang kaki lima yang bekerja keras untuk membiayai pendidikan anak-anaknya.
Helmy Yahya pernah menjabat Direktur TVRI pada 2017-2020. Saat ini, Helmy banyak muncul melalui siniar atau podcast di Youtube.
Wowiek Prasantyo
Mardigu Wowiek alias Bossman Mardigu. Sumber: Instagram.com/newmindmillionaire
Sementara itu, Bossman Mardigu adalah seorang pengusaha yang sering melontarkan pernyataan kontroversial. Netizen mengenalnya sebagai sosok penganut teori konspirasi.
Bossman Mardigu dikenal luas sebagai pengajar, hipnoterapis, serta pengamat terorisme dan geopolitik dunia. Ia lahir pada 1960-an di Madiun, Jawa Timur. Menempuh pendidikan tinggi di San Francisco State University, Mardigu memiliki latar belakang dalam bidang Criminal Minds dan Forensic Investigator.
Bossman mengajar di Sekolah Tinggi Intelijen Negara. Selain itu, ia pernah menjabat sebagai staf ahli di Kementerian Pertahanan selama periode 2014 hingga 2019.
Di dunia bisnis, Mardigu juga punya sejumlah catatan. Misalnya, saat OJK memberi peringatan kepada perusahaannya, PT Santara Daya Inspiratama (Santara) pada 2022. OJK melarang perusahaan Mardigu melakukan penawaran efek dan diperiksa atas dugaan pelanggaran di bidang pasar modal.
Ia juga pernah mendapatkan peringatan keras dari Bank Indonesia dan OJK karena mencetuskan cryptocurrency pertama di Indonesia yang di beri nama "Cyronium". Kala itu, BI dan OJK memang belum memberikan izin untuk seluruh cryptocurrency di Indonesia.