Meski Andalkan Digitalisasi Lewat Super App, PertaLife Sebut Peran SDM dan Kantor Cabang Masih Penting untuk Topang Bisnis
JAKARTA, investortrust.id - Digitalisasi saat ini menjadi sebuah keniscayaan bagi setiap perusahaan, tak terkecuali untuk perusahaan asuransi jiwa. Begitupula dengan PT Perta Life Insurance (PertaLife Insurance) yang berencana meluncurkan super app pada paruh pertama tahun ini.
Direktur Pemasaran PertaLife Insurance Martino Faishal Saudi mengungkapkan, super app tersebut saat ini masih dalam tahap pengembangan dan direncanakan akan launching pada ulang tahun PertaLife sekitar bulan Juni 2025.
Dengan hadirnya super app nanti, ia berharap penjualan produk, termasuk proses dan layanan, hingga proses pengajuan klaim dapat dilakukan menjadi satu melalui digitalisasi. Sehingga segmen captive dan non captive market bisa mengoptimalkan seluruh layanan secara digital.
“Sebenarnya kami digitalisasinya sudah ada saat ini, cuma masih masing-masing by layanan, by produk, yang nantinya akan kami jadikan satu dalam superapp tadi, termasuk penjualan produk, layanan, sampai proses klaimnya,” ujar Martino, kepada Investortrust, usai acara Halal Bi Halal PertaLife dengan media, di Jakarta, Senin (21/4/2025).
Baca Juga
Antisipasi Volatilitas Tinggi, Begini Strategi Investasi PertaLife Insurance
Demi memudahkan nasabah, lanjut dia, super app PertaLife juga akan diperkuat teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Menurut Martino, AI akan digunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dasar dari pemegang polis (pempol) maupun calon pempol sebelum kemudian diteruskan ke petugas internal untuk penanganan lebih lanjut.
“Nanti kami akan mengoptimalkan AI. Jadi pertanyaan yang mendasar akan dijawab melalui AI dulu, nanti kalau sudah pertanyaan lebih dalam di level dua, tiga, baru ke human,” katanya.
Meski begitu, Martino menegaskan bahwa kehadiran teknologi tidak serta merta menggantikan atau mengurangi peran sumber daya manusia (SDM) maupun kantor cabang.
“SDM masih (dibutuhkan) tentunya. Karena bisnis ini, baik kesehatan maupun jiwa itu pemegang kebijakan dan anggarannya ada di human capital, baik di (pasar) Pertamina maupun non Pertamina. Termasuk pengelolaan meskipun nanti digitalisasi kami bangun dan portofolionya membesar, kami tetap butuh SDM untuk pengelolaannya,” ucapnya.
Baca Juga
PertaLife Insurance Cetak Laba Bersih Rp 97,18 Miliar di 2024
Hal serupa juga berlaku bagi kantor cabang. Martino menyebut peran kantor cabang masih tetap vital, terutama dalam proses edukasi dan penjualan secara langsung. Terlebih pada masa transisi digital yang saat ini diterapkan PertaLife melalui superapp.
“Kantor cabang nanti akan mem-booster penjualan dan layanan. Walaupun dengan digital tetap bisa (memasarkan produk), tapi kan mereka biasanya butuh masa transisi. Apalagi kalau enggak ketemu itu kayaknya enggak afdol. Itu (kantor cabang) biasanya masih kami optimalkan,” kata Martino.
Ia mencontohkan, di Balikpapan misalnya, PertaLife yang punya captive market Pertamina akan menempatkan kantor cabang di dekat kilang minyak maupun terminal bahan bakar minyak (BBM) untuk memudahkan akses dan pengelolaan bisnis di wilayah tersebut.

